@miral.designer: تصميم بدون اسم مجاني حلالكم بشارة مولوده نموذج ٤٤ . . #بشارة_مولود #بشارة_ولد #بشارة_مواليد #تصميم_مواليد #دعوات_الكترونية

حكايات ميرال | بشارات قصصية
حكايات ميرال | بشارات قصصية
Open In TikTok:
Region: SA
Thursday 05 November 2026 05:18:47 GMT
11062
224
4
84

Music

Download

Comments

mymotherlostmyheart
🌹🌹 :
ياااااااااارب ارزقني ببنت يارب
2026-11-05 11:07:27
2
khitoom11
khitoom11 :
بدي نفسو لتوام اذا سمحتي بنات
2026-11-05 20:48:55
0
lniooshmohammedah
lniooshmohammedah :
ممكن بأسم جيداء
2026-11-05 11:41:07
0
marmousrr.33nom
omnia mahmoud :
تحفه ممكن اسم أيلا 😍
2026-11-05 14:00:05
1
To see more videos from user @miral.designer, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Tuan, bagaimana gerangan kabarmu di sana? Adakah malam masih sudi menyebut namamu, seperti malam-malam yang dahulu, ketika rinduku belum tahu kepada siapa ia harus bertamu? Aku masih di sini— menyimpan rindu yang tak tahu jalan pulang, kutitipkan pada angin, pada sunyi, pada rembulan, namun tiada satu pun yang kembali membawa jawaban. Tiada lagi orang dalam yang dapat kutanya, tiada pula pintu yang patut kuketuk dengan doa. Maka kupilih diam sebagai jalan paling setia, barangkali dari sunyi itu akan kudengar kabarmu, walau hanya setitik suara. Aneh, bukan, Tuan? Waktu telah berjalan sejauh-jauhnya, musim telah berganti warna, namun namamu masih juga pulang ke kepala tanpa salam, tanpa aba-aba, tanpa permisi apa-apa. Tatkala ponselku menyala di tengah malam, lekas kupandang layarnya dengan harap yang diam— barangkali kali ini namamu yang datang, barangkali kali ini rinduku menemukan alamat pulang. Namun layar kembali sunyi. Dan aku kembali menjadi seseorang yang pandai menanti tanpa kepastian, pandai berharap tanpa alasan, serta pandai menyembunyikan luka di balik kalimat: aku baik-baik saja. Telah terlalu kerap kutulis tentang rindu, hingga aksaraku sendiri mungkin telah jemu. Telah terlalu sering kusebut namamu, hingga malam barangkali hafal bagaimana aku merindukanmu. Namun bagaimana hendak kuhentikan sesuatu yang tak pernah benar-benar kumulai? Bagaimana hendak kulupa sesuatu yang bahkan tak pernah sempat menjadi milikku sepenuhnya? Sebab saban malam, ada sebahagian dirimu yang diam-diam kucari— pada riuh yang telah sepi, pada lagu yang telah lama berhenti, pada sudut-sudut kenangan yang tak pernah benar-benar mati. Aku tahu, barangkali kau tak sedang mencariku. Barangkali namaku telah lama gugur dari ingatanmu. Barangkali rinduku hanyalah gema yang tersesat di lorong waktu, kembali kepadaku karena tak menemukanmu. Namun, Tuan— sungguh, aku masih merindukanmu. Bukan rindu yang pandai bersuara, melainkan rindu yang memilih berdiam di beranda, menunggu langkah yang entah akan tiba atau tidak sama sekali. Bukan pula rindu yang menuntut untuk dimiliki, melainkan rindu yang telah belajar mengerti: bahwa mencintai kadang berarti menyebut sebuah nama dalam doa, lalu membiarkannya pergi tanpa pernah benar-benar mengusirnya dari hati. #tulisantangan #darasenja #bollywoodsong
Tuan, bagaimana gerangan kabarmu di sana? Adakah malam masih sudi menyebut namamu, seperti malam-malam yang dahulu, ketika rinduku belum tahu kepada siapa ia harus bertamu? Aku masih di sini— menyimpan rindu yang tak tahu jalan pulang, kutitipkan pada angin, pada sunyi, pada rembulan, namun tiada satu pun yang kembali membawa jawaban. Tiada lagi orang dalam yang dapat kutanya, tiada pula pintu yang patut kuketuk dengan doa. Maka kupilih diam sebagai jalan paling setia, barangkali dari sunyi itu akan kudengar kabarmu, walau hanya setitik suara. Aneh, bukan, Tuan? Waktu telah berjalan sejauh-jauhnya, musim telah berganti warna, namun namamu masih juga pulang ke kepala tanpa salam, tanpa aba-aba, tanpa permisi apa-apa. Tatkala ponselku menyala di tengah malam, lekas kupandang layarnya dengan harap yang diam— barangkali kali ini namamu yang datang, barangkali kali ini rinduku menemukan alamat pulang. Namun layar kembali sunyi. Dan aku kembali menjadi seseorang yang pandai menanti tanpa kepastian, pandai berharap tanpa alasan, serta pandai menyembunyikan luka di balik kalimat: aku baik-baik saja. Telah terlalu kerap kutulis tentang rindu, hingga aksaraku sendiri mungkin telah jemu. Telah terlalu sering kusebut namamu, hingga malam barangkali hafal bagaimana aku merindukanmu. Namun bagaimana hendak kuhentikan sesuatu yang tak pernah benar-benar kumulai? Bagaimana hendak kulupa sesuatu yang bahkan tak pernah sempat menjadi milikku sepenuhnya? Sebab saban malam, ada sebahagian dirimu yang diam-diam kucari— pada riuh yang telah sepi, pada lagu yang telah lama berhenti, pada sudut-sudut kenangan yang tak pernah benar-benar mati. Aku tahu, barangkali kau tak sedang mencariku. Barangkali namaku telah lama gugur dari ingatanmu. Barangkali rinduku hanyalah gema yang tersesat di lorong waktu, kembali kepadaku karena tak menemukanmu. Namun, Tuan— sungguh, aku masih merindukanmu. Bukan rindu yang pandai bersuara, melainkan rindu yang memilih berdiam di beranda, menunggu langkah yang entah akan tiba atau tidak sama sekali. Bukan pula rindu yang menuntut untuk dimiliki, melainkan rindu yang telah belajar mengerti: bahwa mencintai kadang berarti menyebut sebuah nama dalam doa, lalu membiarkannya pergi tanpa pernah benar-benar mengusirnya dari hati. #tulisantangan #darasenja #bollywoodsong

About