marsandaaa :
demi allah, mulutku mengatakan bahwa aku memaafkan, tapi sungguh hati ini masih teramat sakit mengingat betapa hancurnya aku dihari itu. aku sudah mencoba berkali" untuk melupakan kejadian itu, tapi diri ini masih merekam jelas apa yg mereka lakukan. lalu aku bertanya pada diri ku sendiri, apa yg harus aku lakukan agar aku tetap waras menghadapi ini semua? apa yg harus aku lakukan agar hati ini tidak terus sakit dan mau belajar sembuh? ikhlas yg bagaimana yg harus aku lakukan agar diri ini tidak selalu merekam kejadian itu berulang? tanggapan apa yg aku berikan jika hati ini memberi respon perih ketika takut dan trauma menyapa?.
di hari itu, bahkan aku masih memberikan senyum termanisku untukmu sayang, meminta maaf atas kurangku selama ini, bahkan air mataku enggan jatuh karena tidak ingin membuatmu membuangku.
aku masih berdiri didepanmu, mendengarkanmu berbicara atas semua ini yg km bilang karena ku, memelukmu, bahkan menciummu.
tidakkah mampu kamu melihat cintaku ini? rasa sayangku ini? apa mungkin hanya egoku yg terlihat? atau mungkin hanya berisikku yg kamu dengar?.
untuk semua : cintailah dirimu sendiri, bahagiakan dirimu sebelum kamu memikirkan org lain, utamakan dirimu jangan sampai kamu kehilangannya, karena yg sungguh" ada buat kamu, hanya kamu.
jgn menyesal nantinya karena kehilangan dirimu, jadi rawatlah sebaik mungkin, jgn sebodoh aku🥲.
aku masih mempertahankannya, mempertahankan pria yg sama, walaupun disetiap malam aku menangis, aku menjerit sakit, aku ttp bertahan karena sayangku, dan cintaku yg selama ini sudah ada untuknya. walaupun pada akhirnya aku akan bertarung hebat dengan hati dan pikiranku atas apa yg terjadi, aku ttp mencintainya. takut kehilangan, dan pada akhirnya aku akan ttp hidup dengan hari" yg akan bertanya "apakah dia akan mengulangi hal yg sama?, dan menyakitiku seperti di hari itu?"
2026-11-05 14:21:16