@salik.mak1: #onregardequoi #Filmtok #movies #tvshow #fyp

Salik Mak
Salik Mak
Open In TikTok:
Region: FR
Thursday 05 November 2026 08:52:48 GMT
22458
3159
54
29

Music

Download

Comments

sylviadiarra2
Mia Diarra :
plus encore merci j'adore trop
2026-11-05 09:08:35
0
adamacoulibaly3081
DMS :
la suite
2026-11-05 22:23:14
0
user5076228341500
محمد زين العابدين :
la suite svp
2026-11-05 09:52:07
2
user6193104199084
muembo kalanda :
suite complet svp
2026-11-05 13:42:47
1
user9554887009148
user9554887009148 :
Suite
2026-11-05 19:19:12
0
coulibalydjakari27
Djakaridja :
Merci ❤️❤️❤️❤️❤️
2026-11-05 19:55:16
0
lephoenix55
lephoenix55 :
merci beaucoup
2026-11-05 11:16:18
0
davilamassika
davilamassika :
la suite svp
2026-11-05 22:09:22
0
user9076591025954
user9076591025954 :
🥰🥰🥰🥰🥰
2026-11-05 14:33:55
0
adijatou.abdou.ma8
Adijatou abdou Maïga Dijo Maïg :
la suite svp
2026-11-05 10:35:34
1
emmanueldango1
Isabelle 💅🥰 :
la suite
2026-11-05 10:55:02
1
oumaroufadimatou73
Oumarou Fadimatou :
la suite
2026-11-05 12:32:52
1
rayatianarazafima
🦋Raya🦋🇲🇬 :
la suite
2026-11-05 10:39:22
1
fatoumatabinta2018
Fatoumata Binta :
la suite
2026-11-05 12:23:17
0
ouattarafatou13
Fatim Ouattara ♥️ :
La suite
2026-11-05 19:28:17
0
fadiladiallo725
fadichou :
la suite svp
2026-11-05 10:48:56
0
bakayokorami1
bakayokorami1994 :
La suite svp
2026-11-05 09:50:39
0
hadama_k93700
Kanoute adam :
😁
2026-11-05 23:32:29
0
user15379000682515
L'autre :
🥰
2026-11-05 22:45:53
0
abduonassiruo
AbduoNassiruo :
🥰🥰🥰
2026-11-05 22:22:46
0
coul0643
COUL 😍♥️ :
[Réconfortant][Réconfortant][Réconfortant][Réconfortant][Réconfortant][Réconfortant][Réconfortant][Réconfortant]
2026-11-05 21:41:06
0
mohamedlamineberthe1
Mohamed lamine berthe :
🥰🥰🥰
2026-11-05 21:04:54
0
user1818700594429
user1818700594429 :
❤️❤️❤️
2026-11-05 20:02:22
0
user1818700594429
user1818700594429 :
🥰🥰🥰
2026-11-05 19:59:25
0
rafikabenzaied
rafikabenzaied :
🥰🥰🥰
2026-11-05 09:01:14
0
To see more videos from user @salik.mak1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Malam itu, seorang murid duduk termenung di hadapan gurunya. Wajahnya menyimpan kegelisahan yang tak mampu disembunyikan. **Murid:** Guru, mengapa manusia begitu takut kehilangan? Kehilangan harta, jabatan, pasangan, bahkan orang-orang yang dicintainya. Seolah-olah semua itu memang miliknya. **Guru:** Karena manusia sering lupa bahwa ia datang ke dunia dengan tangan kosong, tetapi menghabiskan hidupnya seakan-akan seluruh dunia harus menjadi miliknya. **Murid:** Tetapi bukankah kita berhak memiliki sesuatu yang telah kita perjuangkan? **Guru:** Memiliki untuk dijaga, bukan untuk disembah. Mencintai untuk disyukuri, bukan untuk mengikat. Menggenggam untuk sementara, bukan untuk merasa berkuasa selamanya. Sang guru kemudian menarik napas panjang. **Guru:** Lihatlah napasmu. Kau menghirupnya tanpa membayar, tetapi sesaat kemudian harus melepaskannya. Jika udara yang begitu dekat dengan hidupmu saja tidak bisa kau miliki selamanya, mengapa kau begitu sombong menganggap manusia, harta, dan dunia sebagai kepunyaanmu? Murid itu terdiam. **Guru:** Kau menangis ketika seseorang pergi, marah ketika sesuatu diambil, dan hancur ketika keadaan tidak berjalan sesuai keinginanmu. Padahal, mungkin Allah sedang mengajarkan sesuatu yang tak pernah ingin kau pelajari: bahwa segala sesuatu hanyalah titipan. **Murid:** Jadi, apakah aku tidak boleh mencintai dunia? **Guru:** Cintailah, tetapi jangan diperbudak olehnya. Rawatlah, tetapi jangan merasa memilikinya selamanya. Berusahalah, tetapi jangan lupa kepada Dia yang menentukan hasilnya. Ingatlah, kehilangan bukan selalu hukuman. Terkadang, ia adalah cara kehidupan mengingatkanmu bahwa tidak ada yang benar-benar abadi dalam genggaman manusia. Murid itu menundukkan kepala. Untuk pertama kalinya, ia memahami bahwa selama ini bukan dunia yang terlalu banyak mengambil darinya, melainkan dirinya yang terlalu ingin memiliki segalanya. **Guru:** Pada akhirnya, semua akan kau tinggalkan. Harta, jabatan, rumah, bahkan tubuh yang selama ini kau banggakan. Maka jangan habiskan seluruh hidupmu untuk mengumpulkan sesuatu yang tak bisa kau bawa pulang. Sebab yang terpenting bukan berapa banyak yang berhasil kau miliki, melainkan bagaimana hatimu di hadapan Allah ketika semua titipan dikembalikan. *“Tidak ada yang benar-benar menjadi milikmu di dunia ini, bahkan udara yang kau hirup pun harus kau hembuskan kembali.”* — Emha Ainun Nadjib **Jika ingin menyelami lebih dalam rahasia kehidupan, kefanaan dunia, dan hikmah perjalanan menuju Allah, temukan kitab-kitab tasawuf pilihan melalui Showcase di profil ini.**
Malam itu, seorang murid duduk termenung di hadapan gurunya. Wajahnya menyimpan kegelisahan yang tak mampu disembunyikan. **Murid:** Guru, mengapa manusia begitu takut kehilangan? Kehilangan harta, jabatan, pasangan, bahkan orang-orang yang dicintainya. Seolah-olah semua itu memang miliknya. **Guru:** Karena manusia sering lupa bahwa ia datang ke dunia dengan tangan kosong, tetapi menghabiskan hidupnya seakan-akan seluruh dunia harus menjadi miliknya. **Murid:** Tetapi bukankah kita berhak memiliki sesuatu yang telah kita perjuangkan? **Guru:** Memiliki untuk dijaga, bukan untuk disembah. Mencintai untuk disyukuri, bukan untuk mengikat. Menggenggam untuk sementara, bukan untuk merasa berkuasa selamanya. Sang guru kemudian menarik napas panjang. **Guru:** Lihatlah napasmu. Kau menghirupnya tanpa membayar, tetapi sesaat kemudian harus melepaskannya. Jika udara yang begitu dekat dengan hidupmu saja tidak bisa kau miliki selamanya, mengapa kau begitu sombong menganggap manusia, harta, dan dunia sebagai kepunyaanmu? Murid itu terdiam. **Guru:** Kau menangis ketika seseorang pergi, marah ketika sesuatu diambil, dan hancur ketika keadaan tidak berjalan sesuai keinginanmu. Padahal, mungkin Allah sedang mengajarkan sesuatu yang tak pernah ingin kau pelajari: bahwa segala sesuatu hanyalah titipan. **Murid:** Jadi, apakah aku tidak boleh mencintai dunia? **Guru:** Cintailah, tetapi jangan diperbudak olehnya. Rawatlah, tetapi jangan merasa memilikinya selamanya. Berusahalah, tetapi jangan lupa kepada Dia yang menentukan hasilnya. Ingatlah, kehilangan bukan selalu hukuman. Terkadang, ia adalah cara kehidupan mengingatkanmu bahwa tidak ada yang benar-benar abadi dalam genggaman manusia. Murid itu menundukkan kepala. Untuk pertama kalinya, ia memahami bahwa selama ini bukan dunia yang terlalu banyak mengambil darinya, melainkan dirinya yang terlalu ingin memiliki segalanya. **Guru:** Pada akhirnya, semua akan kau tinggalkan. Harta, jabatan, rumah, bahkan tubuh yang selama ini kau banggakan. Maka jangan habiskan seluruh hidupmu untuk mengumpulkan sesuatu yang tak bisa kau bawa pulang. Sebab yang terpenting bukan berapa banyak yang berhasil kau miliki, melainkan bagaimana hatimu di hadapan Allah ketika semua titipan dikembalikan. *“Tidak ada yang benar-benar menjadi milikmu di dunia ini, bahkan udara yang kau hirup pun harus kau hembuskan kembali.”* — Emha Ainun Nadjib **Jika ingin menyelami lebih dalam rahasia kehidupan, kefanaan dunia, dan hikmah perjalanan menuju Allah, temukan kitab-kitab tasawuf pilihan melalui Showcase di profil ini.**

About