@tantinovitasari_: 😍😍 #fypシ #foryoupage #atasanwanita #blousewanita #hijab

T
T
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 05 November 2026 11:24:06 GMT
97
13
1
1

Music

Download

Comments

herlina.sn
Herlina.sn :
2026-11-06 09:26:37
0
bagas.id06
Mas Java🌴 :
2026-11-05 11:31:15
0
To see more videos from user @tantinovitasari_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Nama aslinya adalah Ying Zheng (嬴政). Dia lahir pada 259 SM, ketika Tiongkok belum menjadi satu negara. Saat itu wilayah Tiongkok terbagi menjadi banyak negara yang terus berperang dalam periode yang dikenal sebagai Warring States (Negara-Negara Berperang). Dan Ying Zheng nantinya menjadi orang yang mengakhiri periode itu. Masa kecil Ying Zheng Ying Zheng lahir sebagai putra dari keluarga kerajaan Qin, salah satu negara yang paling kuat pada masa itu. Masa kecilnya cukup rumit. Ayahnya, Yiren, berada di negara Zhao sebagai semacam sandera politik. Ying Zheng juga menghabiskan masa kecilnya di Zhao. Ketika ayahnya akhirnya menjadi raja Qin, Ying Zheng dibawa kembali ke Qin. Namun ayahnya meninggal ketika Ying Zheng masih sangat muda. Sekitar usia 13 tahun, Ying Zheng naik takhta sebagai Raja Qin. Tapi dia belum langsung memerintah sendiri karena masih terlalu muda. Kekuasaan awalnya banyak dijalankan oleh para pejabat dan orang-orang berpengaruh di istana. --- ⚔️ Lalu dia mulai menaklukkan Tiongkok Ini bagian yang benar-benar brutal secara sejarah. Pada saat itu ada beberapa negara besar yang masih berdiri: Qin, Zhao, Yan, Wei, Han, Chu, dan Qi. Ying Zheng kemudian menjalankan kampanye militer besar-besaran. Satu demi satu negara tersebut dihancurkan. 230 SM — Han jatuh. 228 SM — Zhao jatuh. 225 SM — Wei jatuh. 223 SM — Chu jatuh. 222 SM — Yan dan sisa Zhao ditaklukkan. Kemudian tinggal Qi. Pada 221 SM, Qi menyerah kepada Qin. Dan selesai. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, hampir seluruh wilayah Tiongkok yang dikenal pada masa itu berada di bawah satu pemerintahan terpusat. Ying Zheng sekarang bukan sekadar seorang raja. Dia menciptakan gelar baru untuk dirinya: Qin Shi Huang (秦始皇) Artinya kurang lebih Menaklukkan Tiongkok itu satu masalah. Mempertahankannya jauh lebih sulit. Jadi dia nggak membiarkan negara-negara lama kembali menjadi kerajaan independen. Dia membagi wilayah kekaisaran menjadi komanderi dan distrik, yang pejabatnya ditunjuk oleh pemerintah pusat. Jadi bukannya: > "Ini wilayah keluarga kerajaan A, itu wilayah keluarga kerajaan B." Sistemnya lebih seperti: > "Semua wilayah berada di bawah pemerintah pusat." Ini menjadi salah satu fondasi penting sistem kekaisaran Tiongkok selama berabad-abad. --- 📏 Dia menyatukan ukuran dan mata uang Ini salah satu warisannya yang sering terlupakan. Setelah menyatukan wilayah yang sebelumnya memiliki sistem berbeda-beda, Qin Shi Huang melakukan standardisasi. Misalnya: mata uang, ukuran, berat, bahkan standar tertentu dalam tulisan. Tujuannya sederhana: orang dari berbagai wilayah harus bisa bertransaksi dan berkomunikasi dalam sistem yang sama. Dia juga mendorong penyatuan sistem tulisan resmi. Jadi meskipun orang-orang berasal dari bekas negara yang berbeda, negara baru Qin memiliki standar administratif yang sama. --- 🛣️ Jalan dan proyek besar Qin Shi Huang juga membangun jaringan jalan dan infrastruktur besar untuk menghubungkan wilayah kekaisaran. Ini bukan cuma untuk perdagangan. Militer juga sangat membutuhkan jalan. Kalau ada pemberontakan di wilayah jauh, pemerintah bisa mengirim pasukan lebih cepat. Dan salah satu proyek yang paling terkenal adalah pembangunan sistem pertahanan di bagian utara. --- 🧱 "Tembok Besar China" itu buatan Qin Shi Huang? Nah, ini sering disalahpahami. Bukan berarti Qin Shi Huang membangun seluruh Tembok Besar China seperti yang kita lihat sekarang. Sebelum Qin bersatu, negara-negara seperti Qin, Zhao, dan Yan sudah mempunyai tembok pertahanan masing-masing. Setelah penyatuan, Qin Shi Huang memerintahkan beberapa bagian tembok lama untuk dihubungkan, diperbaiki, dan diperluas sebagai pertahanan terhadap kelompok-kelompok dari utara. #fyp #recordofragnarok #History#qinshihuang" width="135" height="240">
Nama aslinya adalah Ying Zheng (嬴政). Dia lahir pada 259 SM, ketika Tiongkok belum menjadi satu negara. Saat itu wilayah Tiongkok terbagi menjadi banyak negara yang terus berperang dalam periode yang dikenal sebagai Warring States (Negara-Negara Berperang). Dan Ying Zheng nantinya menjadi orang yang mengakhiri periode itu. Masa kecil Ying Zheng Ying Zheng lahir sebagai putra dari keluarga kerajaan Qin, salah satu negara yang paling kuat pada masa itu. Masa kecilnya cukup rumit. Ayahnya, Yiren, berada di negara Zhao sebagai semacam sandera politik. Ying Zheng juga menghabiskan masa kecilnya di Zhao. Ketika ayahnya akhirnya menjadi raja Qin, Ying Zheng dibawa kembali ke Qin. Namun ayahnya meninggal ketika Ying Zheng masih sangat muda. Sekitar usia 13 tahun, Ying Zheng naik takhta sebagai Raja Qin. Tapi dia belum langsung memerintah sendiri karena masih terlalu muda. Kekuasaan awalnya banyak dijalankan oleh para pejabat dan orang-orang berpengaruh di istana. --- ⚔️ Lalu dia mulai menaklukkan Tiongkok Ini bagian yang benar-benar brutal secara sejarah. Pada saat itu ada beberapa negara besar yang masih berdiri: Qin, Zhao, Yan, Wei, Han, Chu, dan Qi. Ying Zheng kemudian menjalankan kampanye militer besar-besaran. Satu demi satu negara tersebut dihancurkan. 230 SM — Han jatuh. 228 SM — Zhao jatuh. 225 SM — Wei jatuh. 223 SM — Chu jatuh. 222 SM — Yan dan sisa Zhao ditaklukkan. Kemudian tinggal Qi. Pada 221 SM, Qi menyerah kepada Qin. Dan selesai. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, hampir seluruh wilayah Tiongkok yang dikenal pada masa itu berada di bawah satu pemerintahan terpusat. Ying Zheng sekarang bukan sekadar seorang raja. Dia menciptakan gelar baru untuk dirinya: Qin Shi Huang (秦始皇) Artinya kurang lebih "Kaisar Pertama Qin." Dia tidak mau menggunakan gelar "raja" lagi karena menurutnya pencapaiannya jauh lebih besar daripada para raja sebelumnya. Dan dari sinilah istilah "kaisar" (huangdi) menjadi gelar yang sangat penting dalam sejarah Tiongkok. --- 🏯 Dia kemudian mengubah seluruh sistem pemerintahan Qin Shi Huang sadar satu hal: > Menaklukkan Tiongkok itu satu masalah. Mempertahankannya jauh lebih sulit. Jadi dia nggak membiarkan negara-negara lama kembali menjadi kerajaan independen. Dia membagi wilayah kekaisaran menjadi komanderi dan distrik, yang pejabatnya ditunjuk oleh pemerintah pusat. Jadi bukannya: > "Ini wilayah keluarga kerajaan A, itu wilayah keluarga kerajaan B." Sistemnya lebih seperti: > "Semua wilayah berada di bawah pemerintah pusat." Ini menjadi salah satu fondasi penting sistem kekaisaran Tiongkok selama berabad-abad. --- 📏 Dia menyatukan ukuran dan mata uang Ini salah satu warisannya yang sering terlupakan. Setelah menyatukan wilayah yang sebelumnya memiliki sistem berbeda-beda, Qin Shi Huang melakukan standardisasi. Misalnya: mata uang, ukuran, berat, bahkan standar tertentu dalam tulisan. Tujuannya sederhana: orang dari berbagai wilayah harus bisa bertransaksi dan berkomunikasi dalam sistem yang sama. Dia juga mendorong penyatuan sistem tulisan resmi. Jadi meskipun orang-orang berasal dari bekas negara yang berbeda, negara baru Qin memiliki standar administratif yang sama. --- 🛣️ Jalan dan proyek besar Qin Shi Huang juga membangun jaringan jalan dan infrastruktur besar untuk menghubungkan wilayah kekaisaran. Ini bukan cuma untuk perdagangan. Militer juga sangat membutuhkan jalan. Kalau ada pemberontakan di wilayah jauh, pemerintah bisa mengirim pasukan lebih cepat. Dan salah satu proyek yang paling terkenal adalah pembangunan sistem pertahanan di bagian utara. --- 🧱 "Tembok Besar China" itu buatan Qin Shi Huang? Nah, ini sering disalahpahami. Bukan berarti Qin Shi Huang membangun seluruh Tembok Besar China seperti yang kita lihat sekarang. Sebelum Qin bersatu, negara-negara seperti Qin, Zhao, dan Yan sudah mempunyai tembok pertahanan masing-masing. Setelah penyatuan, Qin Shi Huang memerintahkan beberapa bagian tembok lama untuk dihubungkan, diperbaiki, dan diperluas sebagai pertahanan terhadap kelompok-kelompok dari utara. #fyp #recordofragnarok #History#qinshihuang

About