@theglobaleconomy.id: Bank asal Prancis, Crédit Mutuel Arkéa, menjadi korban serangan siber yang melibatkan pengalihan dana sekitar US$133 juta atau setara Rp2 triliun. Kasus ini mencuat pada awal November 2026 setelah peneliti blockchain ZachXBT menemukan aliran transaksi mencurigakan yang berkaitan dengan aset kripto. Pada 4 November 2026, pihak bank mengonfirmasi serangan tersebut. Peretas diketahui memanfaatkan akses melalui sistem penyedia layanan eksternal untuk melakukan transaksi ilegal dari rekening milik bank. Crédit Mutuel Arkéa memastikan bahwa dana nasabah tidak terdampak, sementara sebagian dana yang dialihkan telah berhasil diblokir. Otoritas Prancis kini menyelidiki kasus tersebut untuk mengungkap pelaku dan menghitung kerugian akhir. Insiden ini sekaligus menyoroti risiko keamanan digital di sektor perbankan, ketika celah pada sistem pihak ketiga dapat membuka akses terhadap dana bernilai triliunan rupiah. sumber: CNN #Bank #France #Hack #Ekonomi #GlobalNews