@emburukenge1:

❤️CYRUS & ELIZA❤️
❤️CYRUS & ELIZA❤️
Open In TikTok:
Region: KE
Thursday 05 November 2026 13:17:15 GMT
22765
2780
64
24

Music

Download

Comments

ericbosire461
sally :
so painful😭😭😭😭😭😭😭
2026-11-05 18:18:06
1
usernamecris8
tinah❤️❤️ :
aigaa mbororo gaki nkieke bono 😭😭😭😭
2026-11-05 14:46:01
1
molanta.gesare
Molanta Gesare hubby to moffa :
hii nayo inauma sana
2026-11-05 17:09:32
2
user1093796213242
Ekudupa Oyoo 254 :
Rip 🥲
2026-11-05 20:29:37
0
user6092291349660
Happy 254 :
uuuuuuwiiiiiiiiiiiiii😭😭😭😭😭😭
2026-11-05 19:23:00
1
rohosafi568
Aggy 💞 BOSY💞 :
Rip Ogatwoni 😭😭😭😭
2026-11-05 18:29:23
1
fay.mpole945
fay mpole :
Gaki ogatwoni 😭😭😭😭😭😭😭
2026-11-05 18:43:11
1
user9429538987374
Sebastian master :
rest easy champion 😭😭😭😭😭😭😭😭
2026-11-05 17:43:30
1
user5203452772441
Naomi Naomi :
ogatwoni 😭😭😭😭
2026-11-05 17:21:14
1
user98111777409555
Brevvy Brevian :
Rip champee 💔💔💔😭😭😭😭😭
2026-11-05 16:39:23
1
mamakeprincess42
Hellen Kerubo :
rip ogatwon😭😭😭😭😭😭
2026-11-05 17:42:18
1
jgjh755
jgjh755 :
rest in peace
2026-11-05 16:24:27
1
euniceke222
💞euniceke💕💕💕 :
Aki gaki Ogatwoni😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
2026-11-05 20:10:33
1
.caro400
❣️❣️ caro💕💕 :
rest in peace gakiiiiii😭😭😭😭😭
2026-11-05 16:50:58
1
moraawinny254
💍🎀🦋🦋Babyghurl🦋🦋 :
😭😭😭
2026-11-05 14:26:45
1
caroline.kwamboka45
Caroline Kwamboka :
Yaya gakii😭😭😭😭
2026-11-05 15:27:41
1
ajumaxigz7k
Eugene :
sorry 😭😭😭😭😭😭
2026-11-05 20:03:39
0
rosemarytom347
Dalphine nyaboke :
😭😭😭😭
2026-11-05 20:08:06
0
user7020179862108
Echabu :
jowiii😭
2026-11-05 19:55:27
0
classic.beb
Emeldah Namunyak 🥰♥️😘 :
rest in peace ogatwoni
2026-11-05 18:13:37
1
lilly.beib4
mamake :
gaki 😭😭😭😭😭
2026-11-05 18:17:27
1
mirry0244
Mirrymaya :
Gaki mbororo rest in peace champe
2026-11-05 16:25:20
1
faith.mmboneh
Faith mmbone :
😂😂😂
2026-11-05 18:15:19
1
emmilianoh1234
Milly ontop💋♥️ :
😭😭
2026-11-05 17:45:00
1
To see more videos from user @emburukenge1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bab 1       POV Giana   “Ini istriku,” ucap Novan Prasetya Anggara, suamiku, di depan puluhan tamu yang hadir di acara selamatan perusahaan.   Aku membeku, mulutku meng anga; tepukan riuh dan sorot lampu tak mengarah kepadaku, melainkan pada Aleysia, sekretaris suamiku.   “Perkenalkan, ini Aleysia Wulandari, istriku. Dia yang selama ini mendampingiku sehingga perusahaan ini menjadi besar,” ucap Novan sekali lagi dengan senyum lebar pada hadirin, dan sekali lagi tangannya menunjuk ke arah Aleysia dengan senyum lembut, lalu dibalas senyum manja oleh Aleysia. “Sini, sayang,” Novan melambai ke arah Aleysia, dan perempuan yang berpenampilan se ksi itu mendekat kepadanya. Tangan Novan langsung mem eluk ping gang rampingnya; Aleysia tersenyum lebar, tepuk tangan para tamu bergemuruh, mereka berdecak kagum melihat kedua pasangan itu — cantik dan tampan, sangat serasi di mata mereka.   Dan aku masih membeku di tempat, tubuhku mendadak pa nas, da daku menye sak, tanganku menceng kram baju gamis hitamku — gamis panjang dengan hijab.   Pantesan Novan tak mengajakku ke acara selamatan perusahaan dengan alasan aku repot punya bayi, dan saat aku menanyakan baju mana yang harus kupakai, dia juga nggak merespons.   “Mas, aku bagus pakai baju ini atau ini?” Aku menunjukan dua buah gamis warna hitam, dua-duanya tapi dengan detail berbeda.   “Terserah kamu mau pakai baju mana pun,” jawabnya sambil berlalu keluar ka mar karena dia sudah selesai berdandan.   Sakit hatiku terasa diiris sem bilu; Mas Novan tak pernah merespons pertanyaanku, padahal sekali saja aku ingin dia memperhatikan penampilanku.   “Kamu tidak usah ikut, Giana. Ini cuma selamatan biasa, kamu di rumah saja urus ba yi. Lagi pula, penampilanmu itu bikin malu — masa istri direktur seperti itu, tidak bisa mengurus diri?” Ibu mertua tiba-tiba berdiri di pintu ka mar menatapku yang sedang memegang baju gamis, menambah lu ka hatiku; ucapannya selalu ket us dan merendahkan.   Dad aku meny esak, air mata hampir saja mau tumbpah, tapi ku tahan — aku harus kuat di depan mereka.   Saat inipun aku hanya bisa mence ngkram gamis hitamku, mataku bu ram karena genangan air mata. Kontras sekali penampilanku dengan Aleysia.   Aleysia mengenakan gaun merah menyala dengan bagian da da terb uka memperlihatkan kulit dad anya yang putih bersih, rambut dibiarkan terurai berwarna kemerahan.   Semua tamu satu per satu mulai menyalami mereka untuk memberi selamat, sementara aku berdiri bagai patung, tak ada yang menoleh sedikit pun padaku, hingga tubuhku hampir jatuh disenggol seorang ibu-ibu.   “Mbak, malah bengong — malu ya, salah kostum?” Ucap ibu-ibu yang menyenggolku. Aku meraba da daku karena sangat kaget.   “Salah kostum?” Aku menatap na nar, dan ibu-ibu itu menatapku dari ujung kaki sampai ujung kepala, sementara dirinya — meskipun sudah ibu-ibu — mengenakan gaun berwarna oren dengan detail brokat di tangan dan da da, rambutnya disanggul modern.   “Nggak ada yang memberi tahu kalau ini acara selamatan perusahaan dan acara ulang tahun pernikahan pertama Pak Novan dan Bu Aleysia,” ucap ibu-ibu itu sambil terus menatapku dari ujung kaki sampai ujung kepala, lalu tersenyum meremehkan. “Kamu cantik, tapi kamu ge muk dan pakaianmu ja dul, mirip pemb antu,” ucap ibu itu, tapi sebelum aku membuka mulut untuk menjawab, ibu-ibu itu pergi menyusul temannya ke podium untuk mengucapkan selamat.   Aku terdiam dengan tubuh gemetar; ucapan ibu-ibu barusan seperti palu godam yang menimpa da daku, sehingga da daku terasa makin sesak.   ‘Ge muk, salah kostum, mirip pembantu? Kenapa ibu-ibu itu mengatakan itu?’ Tega sekali. Dengan pakaian ini aku menutupi auratku, melaksanakan kewajiban sebagai muslimah — apa mereka tidak tahu?   Aku semakin mere mas bajuku, celingukan seperti orang bo doh, tak ada seorang pun yang peduli. Mungkin benar yang dikatakan ibu-ibu itu, kalau aku dikira seorang pembantu, hingga tak ada yang peduli.   Judul : Dikhianati Suami Kuambil Kembali Perusahaanku Penulis : LoveNadifa Apk KBM App #masukberanda  #trending
Bab 1 POV Giana “Ini istriku,” ucap Novan Prasetya Anggara, suamiku, di depan puluhan tamu yang hadir di acara selamatan perusahaan. Aku membeku, mulutku meng anga; tepukan riuh dan sorot lampu tak mengarah kepadaku, melainkan pada Aleysia, sekretaris suamiku. “Perkenalkan, ini Aleysia Wulandari, istriku. Dia yang selama ini mendampingiku sehingga perusahaan ini menjadi besar,” ucap Novan sekali lagi dengan senyum lebar pada hadirin, dan sekali lagi tangannya menunjuk ke arah Aleysia dengan senyum lembut, lalu dibalas senyum manja oleh Aleysia. “Sini, sayang,” Novan melambai ke arah Aleysia, dan perempuan yang berpenampilan se ksi itu mendekat kepadanya. Tangan Novan langsung mem eluk ping gang rampingnya; Aleysia tersenyum lebar, tepuk tangan para tamu bergemuruh, mereka berdecak kagum melihat kedua pasangan itu — cantik dan tampan, sangat serasi di mata mereka. Dan aku masih membeku di tempat, tubuhku mendadak pa nas, da daku menye sak, tanganku menceng kram baju gamis hitamku — gamis panjang dengan hijab. Pantesan Novan tak mengajakku ke acara selamatan perusahaan dengan alasan aku repot punya bayi, dan saat aku menanyakan baju mana yang harus kupakai, dia juga nggak merespons. “Mas, aku bagus pakai baju ini atau ini?” Aku menunjukan dua buah gamis warna hitam, dua-duanya tapi dengan detail berbeda. “Terserah kamu mau pakai baju mana pun,” jawabnya sambil berlalu keluar ka mar karena dia sudah selesai berdandan. Sakit hatiku terasa diiris sem bilu; Mas Novan tak pernah merespons pertanyaanku, padahal sekali saja aku ingin dia memperhatikan penampilanku. “Kamu tidak usah ikut, Giana. Ini cuma selamatan biasa, kamu di rumah saja urus ba yi. Lagi pula, penampilanmu itu bikin malu — masa istri direktur seperti itu, tidak bisa mengurus diri?” Ibu mertua tiba-tiba berdiri di pintu ka mar menatapku yang sedang memegang baju gamis, menambah lu ka hatiku; ucapannya selalu ket us dan merendahkan. Dad aku meny esak, air mata hampir saja mau tumbpah, tapi ku tahan — aku harus kuat di depan mereka. Saat inipun aku hanya bisa mence ngkram gamis hitamku, mataku bu ram karena genangan air mata. Kontras sekali penampilanku dengan Aleysia. Aleysia mengenakan gaun merah menyala dengan bagian da da terb uka memperlihatkan kulit dad anya yang putih bersih, rambut dibiarkan terurai berwarna kemerahan. Semua tamu satu per satu mulai menyalami mereka untuk memberi selamat, sementara aku berdiri bagai patung, tak ada yang menoleh sedikit pun padaku, hingga tubuhku hampir jatuh disenggol seorang ibu-ibu. “Mbak, malah bengong — malu ya, salah kostum?” Ucap ibu-ibu yang menyenggolku. Aku meraba da daku karena sangat kaget. “Salah kostum?” Aku menatap na nar, dan ibu-ibu itu menatapku dari ujung kaki sampai ujung kepala, sementara dirinya — meskipun sudah ibu-ibu — mengenakan gaun berwarna oren dengan detail brokat di tangan dan da da, rambutnya disanggul modern. “Nggak ada yang memberi tahu kalau ini acara selamatan perusahaan dan acara ulang tahun pernikahan pertama Pak Novan dan Bu Aleysia,” ucap ibu-ibu itu sambil terus menatapku dari ujung kaki sampai ujung kepala, lalu tersenyum meremehkan. “Kamu cantik, tapi kamu ge muk dan pakaianmu ja dul, mirip pemb antu,” ucap ibu itu, tapi sebelum aku membuka mulut untuk menjawab, ibu-ibu itu pergi menyusul temannya ke podium untuk mengucapkan selamat. Aku terdiam dengan tubuh gemetar; ucapan ibu-ibu barusan seperti palu godam yang menimpa da daku, sehingga da daku terasa makin sesak. ‘Ge muk, salah kostum, mirip pembantu? Kenapa ibu-ibu itu mengatakan itu?’ Tega sekali. Dengan pakaian ini aku menutupi auratku, melaksanakan kewajiban sebagai muslimah — apa mereka tidak tahu? Aku semakin mere mas bajuku, celingukan seperti orang bo doh, tak ada seorang pun yang peduli. Mungkin benar yang dikatakan ibu-ibu itu, kalau aku dikira seorang pembantu, hingga tak ada yang peduli. Judul : Dikhianati Suami Kuambil Kembali Perusahaanku Penulis : LoveNadifa Apk KBM App #masukberanda #trending

About