@billionaireblueprintclip: Warga Iran membakar spanduk bergambar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance. Aksi ini dilakukan setelah Partai Republik mengalami kekalahan dalam pemilihan paruh waktu AS. Spanduk tersebut juga menampilkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Utusan Khusus AS Steve Witkoff. Pembakaran berlangsung di Lapangan Enghelab dalam demonstrasi yang digelar pemerintah Iran. Unjuk rasa itu sekaligus memperingati 47 tahun pengambilalihan Kedutaan Besar AS di Teheran pada 1979. Saat itu, mahasiswa radikal menyandera 52 warga Amerika selama 444 hari. Pemerintah Iran menyambut hasil pemilu AS sebagai bentuk penolakan pemilih terhadap perang yang dilancarkan Trump. Meski begitu, Teheran tetap waspada terhadap kemungkinan serangan militer baru dari Washington. Dua sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa para pemimpin negara tersebut khawatir Trump bisa merespons kekalahan politiknya dengan meningkatkan tekanan militer. Karena itu, Iran masih mempertahankan status siaga tinggi. Follow untuk berita menarik lainnya. Sc: Akademicryptocom #akademicryptonews #iran #trump #pemilu #usa