@waqf.aktau: ❤️‍🩹 «көздер соқыр болмайды, Жүректер соқыр болады» ⚜️ Ұстаз Ерсін Әміре @waqf.kz ҚМДБ УАҚЫП КОРПОРАТИВТІК ҚАЙЫРЫМДЫЛЫҚ ҚОРЫ

Waqf.Aktau
Waqf.Aktau
Open In TikTok:
Region: KZ
Thursday 05 November 2026 15:32:42 GMT
3501
454
8
65

Music

Download

Comments

meirambek.sultanb
Meirambek Sultanbekov :
Мәә шәә Алла
2026-11-06 03:56:42
0
user879627998563
Батихан Жиенкулов :
Я Раббым Алла кешір Мені... Мен әлі тәжуидті аяқтай алмай жүрмін...
2026-11-06 00:31:04
0
qazaq_show_official
Оңғар Қазақ :
Әумин
2026-11-06 03:28:22
0
userukqk6lbrvm
Даулет Үсенұлы :
Аллахым барлық мақтаулар, мадақтар өзіңе тән, сансыз шүкірлер болсын.Пайғамбарымыз Мұхаммед (с.ғ.с) сансыз салауаттар болсын. Аллах өзің күш қуат берші, Құранды оқи алатын, амал ете алатын құлдарыңнан етші. Өзің разы болған құлдарыңнан етші, екі дүние бақытын нәсіп етші. Елімізге, жерімізге адал қызмет ететін адамдар қатары көп болсын.
2026-11-06 04:02:01
0
24.mart.1996
ОО6 :
Әмин әмин...
2026-11-05 16:18:20
0
user6125616130240
тик ток тик ток :
Ассалаумағалейкум МашшАллаһ Аллаһ Тағала разы болсын!
2026-11-05 16:38:03
1
user4600886117547
Abai :
.
2026-11-06 00:53:20
0
tirliktetuigenderim
Тірлікте түйгендерім[ТТ] :
❤️❤️❤️
2026-11-06 01:22:56
0
To see more videos from user @waqf.aktau, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

​Semangat Pagi Sobat Sukses! 🔥 ​Sampai hari ini, bayangan dan teladan Papa Mama masih begitu lekat di hati saya. Mengingat kembali perjalanan merintis Avian di tahun 1978, perjuangan beliau benar-benar luar biasa. ​Setiap hari, Papa berangkat subuh dan pulang malam, naik bus umum sambil menenteng bekal makanan lengkap untuk sarapan, makan siang, hingga makan malam. Papa sengaja memilih naik bus demi menekan sekecil-kecilnya biaya operasional menghindari pengeluaran bensin dan perawatan kendaraan demi satu tujuan besar: membangun pertumbuhan bisnis. ​Hingga suatu hari di bulan Desember 1982, Papa mengajak saya bergabung untuk membesarkan Avian. Dalam benak saya, “Wah, nanti kita bakal naik bus bareng.” ​Tapi di luar dugaan, Papa justru berkata: “Kita naik Peugeot aja.” (Mobil tahun 1974 yang saat itu usianya sudah 12 tahun). ​Saya sempat bertanya, “Kenapa nggak naik bus lagi, Pa?” ​Dengan penuh kasih, Papa menjawab: “Jangan, Papa khawatir nanti kamu nggak kerasan di Avian.” ​Hal sederhana itu tidak pernah lekang oleh waktu. Papa begitu memikirkan kenyamanan anaknya, padahal untuk dirinya sendiri, beliau terbiasa hidup sangat disiplin dan hemat luar biasa. ​Dari situlah saya melihat besarnya mimpi seorang Soetikno Tanoko. Saat itu dengan 18 karyawan Avian saja, Papa sudah memiliki visi yang begitu besar yakin dan bertekad Avian akan menjadi pabrik cat nomor 1 di Indonesia. ​Dari Papa dan Mama, saya belajar dua hal besar yang tidak akan pernah luntur: ​Mimpi besar harus disertai komitmen kerja keras, kerja smart, disiplin, dan pengorbanan nyata. ​Di tengah kesibukan membangun bisnis, jangan pernah lupa untuk memperhatikan keluarga. ​Terima kasih, Pa, Ma. Seluruh cucuran keringat, pengorbanan, dan cinta kasihmu akan selamanya menjadi kompas hidup saya. Rindu ini tak bertepi, namun semangatmu akan terus menyala di setiap langkah kami. ❤️🙏🏻 . ​Stay Humble, Stay Positive, Stay ON FIRE!!! 🔥🔥🔥 . ​#HermantoTanoko #KenanganPapa #PerjuanganOrangTua #FamilyValues #Leadership
​Semangat Pagi Sobat Sukses! 🔥 ​Sampai hari ini, bayangan dan teladan Papa Mama masih begitu lekat di hati saya. Mengingat kembali perjalanan merintis Avian di tahun 1978, perjuangan beliau benar-benar luar biasa. ​Setiap hari, Papa berangkat subuh dan pulang malam, naik bus umum sambil menenteng bekal makanan lengkap untuk sarapan, makan siang, hingga makan malam. Papa sengaja memilih naik bus demi menekan sekecil-kecilnya biaya operasional menghindari pengeluaran bensin dan perawatan kendaraan demi satu tujuan besar: membangun pertumbuhan bisnis. ​Hingga suatu hari di bulan Desember 1982, Papa mengajak saya bergabung untuk membesarkan Avian. Dalam benak saya, “Wah, nanti kita bakal naik bus bareng.” ​Tapi di luar dugaan, Papa justru berkata: “Kita naik Peugeot aja.” (Mobil tahun 1974 yang saat itu usianya sudah 12 tahun). ​Saya sempat bertanya, “Kenapa nggak naik bus lagi, Pa?” ​Dengan penuh kasih, Papa menjawab: “Jangan, Papa khawatir nanti kamu nggak kerasan di Avian.” ​Hal sederhana itu tidak pernah lekang oleh waktu. Papa begitu memikirkan kenyamanan anaknya, padahal untuk dirinya sendiri, beliau terbiasa hidup sangat disiplin dan hemat luar biasa. ​Dari situlah saya melihat besarnya mimpi seorang Soetikno Tanoko. Saat itu dengan 18 karyawan Avian saja, Papa sudah memiliki visi yang begitu besar yakin dan bertekad Avian akan menjadi pabrik cat nomor 1 di Indonesia. ​Dari Papa dan Mama, saya belajar dua hal besar yang tidak akan pernah luntur: ​Mimpi besar harus disertai komitmen kerja keras, kerja smart, disiplin, dan pengorbanan nyata. ​Di tengah kesibukan membangun bisnis, jangan pernah lupa untuk memperhatikan keluarga. ​Terima kasih, Pa, Ma. Seluruh cucuran keringat, pengorbanan, dan cinta kasihmu akan selamanya menjadi kompas hidup saya. Rindu ini tak bertepi, namun semangatmu akan terus menyala di setiap langkah kami. ❤️🙏🏻 . ​Stay Humble, Stay Positive, Stay ON FIRE!!! 🔥🔥🔥 . ​#HermantoTanoko #KenanganPapa #PerjuanganOrangTua #FamilyValues #Leadership

About