Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@viralukasianfunny: #BalliBotMogis #TrendingReels #TrendingReels #Foryoupage ##FYP #FYP #ViralTikTok #MillionViews #TechMagic #SmartBot #AITrend #RobotVibes #innovation
viralukasianfunny
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 05 November 2026 20:04:10 GMT
37
0
0
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.77MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.77MB
)
Watermark .mp4 (
1.83MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @viralukasianfunny, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Completely blacked out during the exam btw😭💀 @Juiceditup #college #student #studentlife #collegelife #engineering
Mọi người tham khảo nha #xitkhumui #beufresh #hoinach
Luar biasa 150++ yg dateng hari ini😭🔥
🤤 The fizzing action is oddly satisfying! 💙 Deep cleaning power in a tiny tablet. You need to see this magic! ✨ #asmrcleaning #oddlysatisfying #cleaningproducts #fyp #viral
Bab 6 POV Bara Aku memasuki rumah setelah beberapa hari pergi. Kutatap ruang tamu, tempat terakhir kali aku meninggalkan Rinjani dengan kebingungan. Aku pulang untuk mengurus semua. Aku harus menjelaskan semuanya pada Rinjani. Mungkin setelah ini aku akan keluar dari rumah ini dan membiarkan Rinjani tinggal di sini bersama Bu Ida dan suaminya. Untuk semua kebutuhannya, tetap dari aku. Walaupun bagaimanapun, Rinjani adalah tanggung jawabku. Rinjani sudah dewasa, tak pantas lagi dirinya tinggal di tempat yang sama dengan yang bukan mahramnya~yaitu aku. Karena di antara kami tidak ada hubungan d a r a h sama sekali, hatiku rasanya perih. Banyak yang bilang Rinjani tidak mirip denganku, ternyata karena tak ada d a r a h ku yang mengalir di t u b u h nya. Aku juga tak menyangka, di usiaku yang sudah 43 tahun, aku masih p e r j a k a. Kadang aku merasa bodoh. Kenapa tidak dari dulu membaca catatan Sofia, sehingga aku tak perlu setia sampai puluhan tahun. Denyut nyeri itu selalu datang setiap kubayangkan istriku b e r g u m u l dengan pria lain, sedangkan aku ada di sebelahnya. Aku sudah melakukan tes DNA, hasilnya akan keluar minggu depan. Aku juga sudah pergi ke kampung halamanku untuk bertanya bagaimana baiknya pada Pak Ustadz yang sudah mengenal kami sejak Rinjani b a y i. Beliau meminta aku untuk pindah dan hidup terpisah dari Rinjani. Karena kami bukan mahram, apalagi aku tak pernah ber h u bu n ga n dengan ibunya Rinjani. Jadi kami harus berpisah. Walaupun berat, aku memilih untuk menjaga Rinjani dari jauh. Aku juga sudah mengurus kartu keluarga kami agar terpisah. Mungkin aku sangat jahat, tapi itu lebih baik daripada nanti saat dia akan menikah, banyak pertanyaan dari keluarga suaminya. Supaya dia bisa bilang jika aku papa angkatnya. Itu sebabnya kartu keluarga kami berbeda. Biarlah semua menganggap dia yatim piatu. "Ya Allah, Den akhirnya pulang juga. Kenapa Ibu telepon pakai nomor Non Jani enggak diangkat sih, Den? ini Ibu malah kelupaan HP setelah terima kabar," omel Bu Ida setelah melihatku di ruang tamu. "Ada apa, Bu?" Aku tahu ada dua puluh panggilan dari nomor Rinjani yang sudah tak aku namai. Kupikir seperti biasanya dia menelpon. Aku tidak ingin meluapkan emosiku pada Rinjani atas perbuatan Sofia. Itu sebabnya tak kugubris teleponnya. "Non Jani ke c el ak a an, Den," ucap Bu Ida. "A~apa??" tanyaku kaget. "Iya, Den. Tadi dia bilang mau cari angin, tapi sekitar satu jam kemudian dia telepon. Ternyata polisi, den. Karena menelepon Aden tidak diangkat, lalu menelpon saya," jelas Bu Ida. "Gimana keadaannya? Rumah sakit mana, Bu?" tanyaku beruntun. Aku yang masih memegang kunci mobil langsung berlari keluar. "Rumah sakit Bakti Husada," jawab Bu Ida. "Ibu berangkat dengan Bapak," Perintah ku. "Iya, Den," jawabnya. Aku memasuki mobil dan langsung melesat keluar dengan kecepatan tinggi. Hatiku berkecamuk mendengar Rinjani ke cela ka an. Aku tentu masih sangat me n ci n t ainya. Mana mungkin aku membencinya? Aku yang mengurusnya dari lahir. Mana mungkin rasa itu bisa hilang dalam sekejap? Apalagi malam sebelumnya kami masih saling bermanja. Aku sampai di rumah sakit dan langsung menuju IGD. "Ners, pasien k e ce la ka an bernama Rinjani?" tanyaku pada seorang perawat. "Masih di ruang gawat darurat, dia memerlukan d a r a h, Pak," ucap perawat itu. "Apa golongan d a ra h nya, Dokter?" tanyaku. "Golongan d ar ah nya A, Pak," jawab perawat itu. Kembali sebuah batu besar menghantam j a nt un g ku. Judul:RINJANI (Menikahi anak hasil perselingkuhan istriku) Penulis Isti_090114 Platform KBM #rinjanimenikahianakhasilperselingkuhanistriku
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy