shofanmohammad :
Pak Jokowi, akhlaknya meniru ajaran Nabi---sebagaimana beliau diutus untuk memperbaiki akhlak. Menurut saya, ulama Indonesia, anak anak bangsa harus belajar dan berguru kepada manusia langkah ini. Jokowi adalah teladan terbaik.
Kehormatan seseorang tidak diukur seberapa bersih ia dari prasangka, seberapa menguasai ia akan keilmuan dan gelar yang diperolehnya (Prof, Dr, Kyai, Syekh), melainkan seberapa berani ia menghadapi ujian tanpa harus bersembunyi. Kehadiran beliau di panggung pesakitan, menjadi tamparan sunyi bahwa hukum ditaati dengan tindakan, bukan dengan retorika.
Jokowi hanya manusia biasa. Ia bukan Nabi. Bukan Dewa. Sekali lagi ia manusia biasa yang lahir dari orang biasa. Tapi jiwa ksatria dan keteladanan yang ia ajarkan menusuk semua orang. Kehadirannya di depan meja hukum adalah cermin tertinggi dari kerendahan hati dan keteguhan jiwa.
Lima belas abad lalu, seorang Nabi ditantang kaum jahiliyah untuk membuktikan kenabian-nya dengan mukjizat. Ketika dibuktikan mereka menolak dan mengejek, menertawakan, menghina, mencemooh, serta mengatakan bahwa itu adalah sihir. Nabi yang saya maksud adalah Muhammad SAW. Manusia yang akhlaknya dipuji oleh Tuhan.
Jokowi adalah manusia biasa. Tapi keteladanan dan akhlaknya mengikuti teladan Sang Nabi.
Mark Twain, seorang penulis abad 18 mengatakan: Tak ada bukti yang bisa meyakinkan orang bodoh.
2026-11-06 07:47:47