Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@dearstoredua: #ponds #pondsagemiracle
DearStore_dua
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 06 November 2026 00:34:51 GMT
164
0
0
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
5.39MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
5.39MB
)
Watermark .mp4 (
5.39MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @dearstoredua, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Papan tulisan siram toilet setelah dipakai. Desain simpel, bahan akrilik anti air dan pemasangannya praktis #PapanToilet #AkrilikAntiAir #PerlengkapanToilet #KamarMandi
POV: Menitih karier dari nol tidak mudah bagi siapa pun, tak terkecuali kamu. Masa berlaku seorang fresh graduate hampir kedaluwarsa di penghujung tahun dan kamu masih diambang ketidakjelasan masa depan. Jam dinding menunjukkan pukul sebelas malam. Kamu melepas kacamata bening yang sejak tadi menemani bekerja, lalu melemparnya keras ke atas meja. Banyak sobekan kertas yang bersepah di sana, menunjukkan bahwa nihil hasil memuaskan. Pikiranmu buntu. Kamu butuh ide baru untuk meluncurkan gebrakan baru. Sudah hampir satu tahun ini studio busanamu tidak menyelenggarakan pameran apapun, bahkan kerja sama dengan brand tak sanggup menjangkau satu. “(Y/N), aku rasa kita perlu referensi lain. Mau jalan-jalan nggak?” Kamu mendongakkan kepala pada Siena yang duduk di meja seberang. Ia pemilik studio yang merekrutmu sejak kelulusan. “Kak? Kayaknya ini bukan waktu yang pas buat bahas jalan-jalan,” balasmu cepat setengah frustrasi. Berbekal tekad dan modal utang dari bank, kamu bersama kakak tingkat satu almamater mencoba peruntungan kiprah desain. Namun tidak semudah itu ternyata. Saingan bisnis amat mencekik. Banyak kompetitor desainer legendaris. “Ini. Tanggalnya bareng sama jadwal sidang tesisku. Kamu berangkat sendiri gimana? Akomodasi dan lain sebagainya bakal aku siapkan,” ucap Siena menggeser tablet ke arahmu. Sebuah undangan digital acara peragaan busana terbesar di New York membuatmu membulatkan mata. “Hah? Kok bisa?” “Portofolio kita lolos. Nah, mumpung brandnya bisa masuk kita dapat slotnya pagi alias bagian pembuka. Ya, siapa tahu lewat acara ini ada perubahan besar, (Y/N).” Kamu sontak berdiri semangat. “Kak! Aku mau banget berangkat. Nanti aku briefing tim, ya,” sahutmu antusias yang membuat Siena tersenyum senang. “Semoga beruntung, (Y/N). Aku nggak bisa bayangin kalau tempat ini tutup-“ “Nggak bakal tutup! Udah ah jangan ngomong yang nggak-nggak. Serahin semuanya ke aku, oke? Aku yakin pulang nanti brand kita jadi omongan publik,” sergahmu tegas. Siena yang mendapati bagaimana ambisimu membara tergelak pelan. Setidaknya malam ini ada secercah asa untuk melanjutkan masa. Kala hari silih berganti, kamu tidak menyangka bahwa ucapanmu berubah menjadi kenyataan. Meski sedikit meleset dari lisan awal. “Sial… apa-apaan?” desismu tak menyangka memperhatikan sekeliling ruangan. Kepalamu memutar ulang rekaman memori beberapa jam lalu. Kamu ingat betul bahwa lewat dini hari masih berdiri setengah sadar di pagar pembatas pesta. Acara after-party kawasan New York berlangsung penuh dentuman. Sebagai manusia introvert, kamu mengasingkan diri di lantai atas, memperhatikan orang-orang menari sebegitu bebasnya. Di mana kamu sendiri tidak sadar bahwa ada seorang pria yang sedari tadi memperhatikanmu di sofa panjang. Melihat bagaimana wajahmu merah padam, ia melangkah mendekat. “Nona, kamu mabuk berat.” “Hm? Aku? Aku kenapa? Aku baik-baik aja. Awas,” ucapmu sedikit tak teratur ketika gelas minuman diambilnya paksa. “Sendirian? Haruskah aku temani?” tanyanya culas. Ia meletakkan gelasmu ke atas meja tanpa mengalihkan pandangan. Tangan kirinya bahkan sigap menahan pinggangmu yang sempat limbung. “Kamu…” Tanganmu menunjuk-nunjuk wajahnya dengan mata sendu. “Kamu tampan,” pujimu asal menepuk pipi kirinya. Benar-benar tidak ada rasa segan. Namun bukannya marah, yang bersangkutan tertawa pelan. Entah kenapa ia menyukai pribadimu yang baru baginya. “Ingin menciumnya? Aku tidak akan marah,” sahutnya yang tidak kamu tangkap dengan jelas. Dengan wajah khas mabuk berat, kamu menggelengkan kepala pelan. Kedua tanganmu meraih pundaknya tiba-tiba sebab kembali limbung. “Bukan di situ, tapi di sini.” Tanpa banyak pikir kamu mempertemukan bibir tepat di permukaan bibirnya. Anehnya, pria itu tidak menolak. Selang satu detik saja ia memiringkan kepala lalu menggerakkan cecapan. Tarikan tanganmu di kerah kemejanya seolah menuntut untuk memperdalam cumbu. “Nona… ini area publik,” panggilnya di sela napas yang memburu. Pinggangmu erat direngkuh, udaramu langsung diraup. (+(1-4))
biệt đội áo trắng.
#cops #patt #hunterxhunter #viral #police
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy