@babo_carpenter: الحمدللہ ❤️ ایک خوبصورت کمرہ، ہماری محنت اور کسٹمر کا اعتماد۔ ہم TikTok کے ذریعے اس کام کے لیے آئے اور الحمدللہ کام مکمل کیا۔ آپ کی محبت اور اعتماد ہمارا سرمایہ ہے۔ ❤️ #BabuCarpenter #Carpenter #RoomDecor #InteriorDesign #Peshawar

🛠️babo_carpenter🪚🚪🛏️
🛠️babo_carpenter🪚🚪🛏️
Open In TikTok:
Region: PK
Friday 06 November 2026 01:49:33 GMT
769
57
9
7

Music

Download

Comments

abbas.star.op
ABBAS〆STAR :
❤️❤️❤️
2026-11-06 09:12:30
0
rajubhai5233
🥀 { راجوی Khan } 🥀 :
❤️❤️❤️
2026-11-06 06:26:55
0
f4.fast11
💁🏼F4.FAST〽️ :
❤️❤️❤️
2026-11-06 06:01:09
0
itx__sanan__malik1
MALIK SAIB 🚩 :
👍👍👍
2026-11-06 05:33:19
0
babo.shaib.carpin
Babo Home Decor :
🥰🥰🥰
2026-11-06 05:25:40
0
yarbashalaka47
Gulab Jani :
[Red heart][Red heart][Red heart]
2026-11-06 04:18:56
0
zuraish11
ZURAISH KHAN ❤️❤️❤️ :
❤️❤️❤️
2026-11-06 03:21:02
0
maaz.carpenter
Maaz carpenter :
🥰🥰🥰
2026-11-06 02:52:52
0
umar.star661
Umar Star :
👍👍👍
2026-11-06 11:47:52
0
To see more videos from user @babo_carpenter, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov 10 'Having an affair with him'  Setelah kamu mengucapkan kata maaf dan pengakuan bahwa kamu tak bisa kembali, keheningan menyelimuti ruang tamu apartemen Jake. Sunghoon mendengarkan, matanya meredup karena mengerti. Dari awal, memang hubungan kalian sudah salah, tidak ada cinta, hanya ada keterpaksaan, janji yang terikat, dan sandiwara yang melelahkan.
#pov 10 'Having an affair with him' Setelah kamu mengucapkan kata maaf dan pengakuan bahwa kamu tak bisa kembali, keheningan menyelimuti ruang tamu apartemen Jake. Sunghoon mendengarkan, matanya meredup karena mengerti. Dari awal, memang hubungan kalian sudah salah, tidak ada cinta, hanya ada keterpaksaan, janji yang terikat, dan sandiwara yang melelahkan. "Aku mengerti, Y/N," ujar Sunghoon, suaranya terdengar pasrah dan jauh. Ia menghela napas panjang. "Seandainya waktu bisa diulang, aku ingin memperbaiki semuanya dari awal." Kamu tersenyum getir, air matamu sudah kering, digantikan oleh ketenangan yang menyakitkan. "Maafkan aku, Hoon. Mungkin kalau ada kehidupan kedua, kamu bisa mencobanya." Sunghoon ragu sejenak, menatapmu dengan sorot mata yang penuh harap bercampur takut. "Emm, boleh aku minta sesuatu? Untuk terakhir kali sebelum kita benar-benar bercerai?" Saat itu juga, Jake muncul dari arah kamar, berdiri tak jauh dari kalian, mengamati interaksi itu dengan tenang. "Permintaan apa?" tanyamu. "Aku ingin memelukmu—sekali saja," ucap Sunghoon, suaranya bergetar. Ia menundukkan kepala, takut tatapanmu. "Tapi, jika kamu keberatan, kamu boleh menolaknya." Kamu melirik ke arah Jake. Sahabat Sunghoon itu, yang kini menjadi pelindungmu, mengangguk perlahan. Sebuah izin tanpa kata. Kamu kembali menatap Sunghoon. Kamu merentangkan kedua tangan dan tersenyum lembut kepada pria yang sebentar lagi akan berpisah denganmu selamanya. "Kemari lah, Hoon." Sunghoon segera bangkit dan memelukmu erat. Itu bukan pelukan nafsu, melainkan pelukan perpisahan yang penuh penyesalan dan duka mendalam. Isakan tangis lirih miliknya terdengar samar di telingamu, membasahi bahumu. Ia memelukmu seolah ini adalah kali terakhir ia memegang sesuatu yang sangat berharga. Tak lama, dia melepaskan pelukannya. Kembali menatapmu, dengan mata yang merah. "Terima kasih, Y/N. Terima kasih karena dulu kamu mau menerima perjodohan itu, menikah denganku, menikah dengan pria angkuh dan dingin sepertiku, menerima setiap perlakuan buruk ku," Sunghoon berhenti sejenak, menelan ludah. "Dan terima kasih karena pada akhirnya aku mengerti letak kesalahanku." Kamu menangis, sekali lagi, terharu mendengar pengakuan tulusnya. Kamu memegang kedua pipi Sunghoon, membelainya sedikit. Kemudian, kamu berjinjit, mengecup puncak kepala suamimu— sebuah ucapan selamat tinggal terakhir— lalu berbalik dan kembali masuk ke kamar, meninggalkan dua pria itu di ruang tamu. Setelah kamu menghilang di balik pintu kamar, Jake berjalan mendekati Sunghoon. Atmosfer persahabatan mereka, yang sempat hancur, kini kembali muncul, diselimuti kesedihan dan penyesalan. "Aku akan membantu semua keperluan perceraian kalian," kata Jake, nadanya serius dan berwibawa. "Terima kasih, Jake." Sunghoon mengangguk lemah. Jake menepuk bahu sahabatnya. "Sebelum itu, aku juga minta maaf padamu, Hoon. Mencuri milikmu, padahal kau sahabatku." Sunghoon mendongak, menatap Jake, dan tersenyum tipis, sebuah senyum yang penuh kesadaran diri. "Tetapi," lanjut Sunghoon, suaranya serak. "Kalau kamu tidak ada, Y/N mungkin akan menjalani pernikahan yang jauh lebih buruk denganku." Kedua pria itu berdiri dalam diam. Sunghoon telah kehilangan segalanya, istri, kekasih, dan kini ia harus melepaskan sahabatnya untuk menjaga wanita yang ia cintai. Jake, di sisi lain, merasa bersalah telah mengkhianati sahabatnya, namun lega telah menyelamatkan wanita yang ia cintai. Perpisahan itu resmi, dan rasa penyesalan akan menemani Sunghoon. (Lanjutan di komen) #jake #sunghoon #enhypenedit #enhypen

About