@wah3309: Naresh Bhatt lies and says it’s a Nepalese culture to lie on birth certificate. He is trying to get deported instead of jail. #naresh #mamta #nepal #india #usa

Ahmed
Ahmed
Open In TikTok:
Region: US
Friday 06 November 2026 03:42:25 GMT
611149
16805
518
3349

Music

Download

Comments

sanjuthapa12
Sanju Thapa :
Mf culture!! I am from Nepal and it’s not our culture to lie.
2026-11-06 04:35:05
4491
jkdl18
KT :
He lied, got his paperwork, and works in the White House. This is crazy.
2026-11-06 06:42:05
3136
kritixpaudel
Kriti🇳🇵 :
He must not be Nepali then this isn’t our culture
2026-11-06 04:44:44
1513
teddynelson
Teddy Nelson :
This my new line 😂
2026-11-06 14:13:19
188
amanrai4180
Someone unimportant :
he was born in india and raised in Nepal? that's what I heard from other people
2026-11-06 11:31:06
59
omadnomad2
omadnomad2 :
He got top secret clearance
2026-11-06 11:17:51
191
lowleyleoo
🌹 :
when has a court audience ever been able to be so loud and animated?!😂
2026-11-06 04:36:49
961
madruga.navajo.co
Madruga Navajo Condori :
Where is the rest of his family? This dude is NOT representative of INDIAN nor NEPALI culture.
2026-11-06 05:42:11
519
kb15usa
K Singh :
Where he born then
2026-11-06 04:42:07
38
avenpradhan
Aven Pradhan :
the birth date often changes because in Nepal the date is on a different calendar. it's 2083 right now in Nepal and also record keeping was not as good in the past. many people don't know their "real" birthday
2026-11-06 18:08:14
16
amycasta96
Amy💀🦖 :
This is huggggeee in Mexico as well
2026-11-06 13:58:43
8
deviousdev6
DeviousDev :
i’m indian and it use to be a usual thing to lie on ur birth certificate back in the day in villages. it was a way to get earlier schooling by lying abt ur age
2026-11-06 19:51:15
5
1234554321tikto
Gloria :
Shame still he is smiling 😡😡😡
2026-11-06 08:21:16
70
rijumaharani
Riju Maharani Jue Thakuri :
But it’s not a culture however Many Nepalese his age and over May or May not necessarily have same birthdate in certificates as their real birthday !!
2026-11-06 12:55:03
6
offthekenya
offthkenna :
He not the first and he not the last
2026-11-06 14:16:37
10
samrat.thapa769
Samrat Thapa :
Everything he says is a lie 🙏
2026-11-06 15:40:58
7
livelyacres
itsallama :
does he think this is funny
2026-11-06 06:33:14
25
mrwhatsitt
Mr.Whatsit? :
We don't claim him.
2026-11-06 05:05:52
115
mrmonaco5
mrmonaco5 :
He meant he has Nepalese culture
2026-11-06 05:12:22
15
kaluvioothu
SK :
I don’t think he understood the question.
2026-11-06 06:10:37
18
ksam99228
ksam99228 :
he may be 38
2026-11-06 03:45:16
17
shahjaadi_ashmita
ᴍᵃʜᵃʀᵃɴⁱ 👑 💎 :
Shame on him 🤬🤬
2026-11-06 05:02:47
5
dpkd_01
D E E P A K | DPK D :
Culture of the place where he was born?
2026-11-06 05:01:42
6
andreamariaagnes
Andieee🇺🇸 :
This country allows all evil from migrants
2026-11-06 16:44:22
3
kennethrussell18
Kenneth Russell :
what does that mean
2026-11-06 10:19:14
0
To see more videos from user @wah3309, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh sesak, dan membuatku menangis terisak di sudut kamar seusai melihat keadaannya, aku mau jujur melepaskan beban batin yang menghimpit jiwaku: aku hancur banget melihat istriku tercinta kini tersiksa parah menderita hipertensi dengan angka tensi mencapai 184/91. Yang membuat dadaku serasa mau pecah, ia bahkan sudah tidak bisa berjalan sama sekali karena kepalanya pusing parah, berputar hebat, dan membuatnya lemas tak berdaya di atas tempat tidur. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kami anggap remeh Tiap kali istriku ngeluh leher belakang kerasa kaku banget, tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, atau kepala rasanya cengkrang-cengkrang, kami selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter dia cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang dia tumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Istriku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tanpa henti, nampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suaminya, ditambah pola makan yang hancur leburhobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Kami selalu mikir karena usianya masih muda dan kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat pandangan gelap, kepala rasanya bener-bener mau pecah, dan sekujur tubuhnya langsung lemas tak sanggup menopang kakinya untuk berdiri. Panik setengah mati, aku membawanya buru-buru ke IGD rumah sakit.  Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh sesak, dan membuatku menangis terisak di sudut kamar seusai melihat keadaannya, aku mau jujur melepaskan beban batin yang menghimpit jiwaku: aku hancur banget melihat istriku tercinta kini tersiksa parah menderita hipertensi dengan angka tensi mencapai 184/91. Yang membuat dadaku serasa mau pecah, ia bahkan sudah tidak bisa berjalan sama sekali karena kepalanya pusing parah, berputar hebat, dan membuatnya lemas tak berdaya di atas tempat tidur. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kami anggap remeh Tiap kali istriku ngeluh leher belakang kerasa kaku banget, tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, atau kepala rasanya cengkrang-cengkrang, kami selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter dia cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang dia tumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Istriku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tanpa henti, nampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suaminya, ditambah pola makan yang hancur leburhobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Kami selalu mikir karena usianya masih muda dan kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat pandangan gelap, kepala rasanya bener-bener mau pecah, dan sekujur tubuhnya langsung lemas tak sanggup menopang kakinya untuk berdiri. Panik setengah mati, aku membawanya buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat tinggi di angka 184/91! Ini udah masuk fase krisis!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Istri Anda mengalami Hipertensi Kritis yang mengancam pembuluh darah di otaknya dan memicu risiko stroke berat! Tekanan darah setinggi ini membuat fungsi motoriknya terganggu, tidak bisa berdiri, dan butuh penanganan darurat sekarang juga!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Rumah tangga kami berubah jadi penjara penderitaan: istri terbaring tak berdaya tak bisa berjalan, tabungan habis ludes tak bersisa untuk berobat, dan aku harus menanggung beban mental yang membuatku hampir gila melihat orang yang paling kucintai tersiksa hebat. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu kami begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik aktivitas harian, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang lumpuh tak bisa jalan, tapi isi dompet, masa depan, keutuhan rumah tangga, dan kewarasan kita ikut dihancurkan tak bersisa. #darahtinggi #obatdarahtinggi #fyp #hipertensi #viral

About