@carisaja0l0: Takutlah akan kematian hati, dan gembiralah akan kematian jasad. Sebab, kematian jasad bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, tetapi awal dari akad pernikahan dengan keabadian-Nya. Janganlah kita sibuk menghakimi pakaian atau rupa lahiriah sesama, karena kita tidak pernah tahu sujud mana yang telah diterima oleh-Nya. Mari sejenak menengok kedalam dada kita masing-masing. Waspadalah, barangkali ada tanda-tanda hati yang sedang sekarat dan hampir mati : 1. Hati yang mati rasa : tenang saat berbuat salah, tidur nyenyak setelah menyakiti, tertawa lepas setelah menipu, dan merasa damai setelah merampas hak orang lain. 2. Hati yang beku : tahu tetangganya sedang kesusahan dan kelaparan, namun memilih berpura-pura tuli dan buta. 3. Hati yang kehilangan rasa bersalah : tak lagi bergetar ketika maksiat dilakukan berulang kali, mengabaikan tobat yang telah diucapkan. 4. Hati yang tumpul : kehilangan kepekaan sosial, tak lagi tersentuh melihat tangan-tangan yang membutuhkan disekitarnya. 5. Hati yang terpenjara nafsu : tahu sebuah perbuatan dosa, namun sengaja terus melangkah hanya karena merasa nyaman dan menikmati kelezatan palsu didalamnya. 6. Hati yang terpenjara ego : mudah tersinggung saat diingatkan. Bukan karena nasihatnya kasar, tetapi karena kesombongan yang menolak tunduk, diselimuti bisikan, Aku lebih tahu, aku lebih paham, dan aku lebih mulia dari mereka. 7. Hati yang berpenyakit : menikmati aib sesama, bahagia saat melihat orang lain jatuh, puas ketika sesamanya direndahkan, dan menjadikan tawa diatas penderitaan orang lain sebagai hobi. 8. Hati yang materialistis : mengukur segala sesuatu dengan untung-rugi dunia. Kebenaran tidak lagi ditimbang dengan nurani, tetapi dengan nominal angka dan balas budi. 9. Hati yang merasa suci : selalu merasa dirinya paling benar, hingga mengunci diri dari hidayah. Padahal, hati yang masih memiliki secuil kehidupan adalah yang mampu berbisik lirih, Mungkin, akulah yang salah. Jika salah satu dari sifat itu saat ini bertahta didalam dada kita, janganlah berkecil hati hingga berputus asa. Mengakui rapuhnya hati bukanlah bentuk mengumbar aib, tetapi sebuah kesadaran spiritual, tanda bahwa ketukan hidayah mulai menghidupkan kembali batin yang sempat mati. Tetaplah bersemangat dalam berbenah dan bertumbuh. Teruslah menggali kesalahan diri, arahkan pandangan tajam kedalam batin meski sepasang mata menghadap keluar. Teruslah mengetuk pintu tobat walau langkah kaki kadang masih terpeleset dalam maksiat. Jangan menunggu suci untuk pulang menghadap-Nya. Mari pulang kejalan Allah, agar Dia yang menyucikan kita.

RUMAH ANJING
RUMAH ANJING
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 06 November 2026 07:27:45 GMT
1790
14
0
4

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @carisaja0l0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About