@dilaaprily:

Dilaaprily
Dilaaprily
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 06 November 2026 12:30:57 GMT
112353
24913
57
1980

Music

Download

Comments

_cconutzz
Coconutz🤙 :
gw bingung antara Dine atau dilaapry
2026-11-06 18:22:32
4
maisonberl
berlyne :
spill celananya kaa
2026-11-07 03:28:32
1
dindaputripurnama
Lolipop🍭 :
manteppp bangetttt kk, kayaaa akuuu😋😋😋
2026-11-07 14:37:51
1
hanyacover
Hanya Cover :
cakepnya dilla 😁
2026-11-07 18:14:42
1
kcdeni7
usernamee :
mau iPhone 18 pro max ga
2026-11-06 12:36:47
9
onepieceluffy0088
Monkey D'Luffy :
jual apa
2026-11-07 03:22:08
3
amell40076
amell :
Hari ini gw ulang tahun🥰
2026-11-07 15:55:30
2
dewisagita469
Gitaa :
Spill celana nya teh
2026-11-07 13:18:17
1
senaarg1
Sena A :
mantapp
2026-11-07 04:45:50
1
yyyyyyyabcde
abcd :
2026-11-07 13:44:36
1
j4.d1.a8.6s.m4.ne9
mie ayam selalu dihati :
aku saranin yg vt eksklusif kasih watermark kak 🥰
2026-11-07 10:19:40
2
naylaaa_254
naylaaa :
pura pura bersuara padahal gak kerasa
2026-11-06 14:20:33
4
keylacntik6
keyla :
99% cowookk gabakalan skippppp😭🙏🏻
2026-11-07 08:23:11
1
ulannangw_
ulansbrlna :
cara besar gituu gimanaa plisss ka 😭🙏🏻
2026-11-07 05:02:39
2
kizea202
Kizea²Larazo💃👸 :
apa gw harus gini biar fyp
2026-11-06 16:21:45
2
aldiansyah_aldii1
Aldi :
idaman banget ini ❤️manisss
2026-11-07 02:47:25
1
satrialfi_
Alfiansyah :
2026-11-07 03:04:48
1
sambairr_
sambairr_ :
2026-11-06 16:55:06
2
cahyo123234
Cahyo :
🥰
2026-11-06 14:34:05
1
withmy_amoyyy
moonthbby :
yang segacor aku gaada lagi
2026-11-06 18:07:09
1
penggunahilang16_
D'🪬 :
2026-11-07 08:51:39
0
ars9ar
Ars :
2026-11-07 15:36:08
0
poetra_adap07
Poetra Adap👑 :
2026-11-07 10:30:15
0
kesyaimutttt2
kesyaiumutttttt :
pngennn bngtt segede ituu plisss🥺
2026-11-07 14:34:41
2
zasukay
aceng C :
2026-11-07 14:18:49
0
To see more videos from user @dilaaprily, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di sudut kamar tanpa ada yang membela,  aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku baru saja dimarahi habis-habisan dan dicaci maki oleh suamiku sendiri hanya karena aku menolak ajakannya untuk berhubungan badan, padahal saat itu kepalaku sedang pusing hebat, berdenyut luar biasa, dan belum sembuh dari serangan hipertensi yang menyiksaku! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles.  Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh.Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli.  Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang.  Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di sudut kamar tanpa ada yang membela, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku baru saja dimarahi habis-habisan dan dicaci maki oleh suamiku sendiri hanya karena aku menolak ajakannya untuk berhubungan badan, padahal saat itu kepalaku sedang pusing hebat, berdenyut luar biasa, dan belum sembuh dari serangan hipertensi yang menyiksaku! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh.Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Ibu mengalami Hipertensi Kritis yang memecahkan pembuluh darah di otaknya dan memicu ancaman Stroke Berat! Tekanan setinggi ini merusak sistem saraf, membuat fisik melemah total, dan butuh istirahat total serta pengobatan seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku berubah jadi penjara penderitaan: raga lemas tersiksa menahan pusing luar biasa, tidak bisa lagi memenuhi tuntutan suami, dan sebagai puncak dari segala kepedihan, suami yang seharusnya mengayomi dan merawatku justru tega memarahiku di saat aku sedang berjuang bertahan hidup melawan maut. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu aku begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik kesibukan harian, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang disiksa, tapi keutuhan rumah tangga, harga diri, dan hati kita ikut dihancurkan tak tersisa. #viral #darahtinggi #hipertensi #tekanandarahtinggi #fyp

About