@huemini96:

Nguyễn Huế
Nguyễn Huế
Open In TikTok:
Region: VN
Saturday 07 November 2026 01:00:00 GMT
91
0
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @huemini96, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Jakarta, Aktual.com — Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah petinggi negara mulai menyeret nama-nama aparat yang bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejumlah polisi yang diduga terlibat dalam praktik tersebut disebut masih aktif menjalankan tugas sebagai penyidik di lembaga antirasuah. Informasi ini membuka kemungkinan bahwa perkara penyadapan tidak hanya menjadi persoalan internal Polri, tetapi juga merembet ke lingkungan KPK. Bahkan, sejumlah nama lain yang belum terungkap ke publik disebut masih bertugas di lembaga tersebut. Sumber Afu.id menyebut sejumlah perwira tinggi Polri, yakni Listyo Sigit Prabowo, Slamet Uliandi, Nunung Syaifuddin, Eko Hadi Santoso, dan Ahrie Sonta, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri. Penetapan itu berkaitan dengan dugaan penyadapan terhadap sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Presiden Prabowo dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. “Sudah, sudah resmi dinyatakan sebagai tersangka,” ujar sumber Afu.id, Selasa (3/11/2026). Penyidik KPK Ikut Terseret Selain para perwira tinggi, perkara tersebut disebut turut menyeret seorang perwira menengah berpangkat Komisaris Besar (Kombes) berinisial FR serta empat anggota polisi berpangkat lebih rendah. Sejumlah personel yang disebut terlibat dalam perkara itu dikabarkan merupakan penyidik aktif KPK. Namun, identitas mereka belum seluruhnya terungkap. Informasi mengenai jumlah dan posisi masing-masing personel di lingkungan KPK juga masih membutuhkan penjelasan resmi. Jika informasi tersebut terbukti, perkara ini berpotensi memunculkan persoalan serius terkait integritas dan pengawasan terhadap aparat penegak hukum yang ditempatkan di lembaga antikorupsi. Kasus ini bermula dari penyelidikan internal Mabes Polri yang menemukan dugaan aktivitas penyadapan secara terkoordinasi terhadap sejumlah pejabat tinggi negara. Presiden Prabowo dan Seskab Teddy Indra Wijaya disebut menjadi sasaran penyadapan. Aktivitas tersebut diduga dilakukan dari sebuah rumah di kawasan Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan. Identitas dan Status Penahanan Belum Terbuka Dalam perkembangan sebelumnya, beredar tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang diduga berasal dari lingkungan internal Polri. Pesan tersebut memuat informasi mengenai sejumlah perwira yang disebut telah ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Nama Eko Hadi Santoso dan Ahrie Sonta disebut sebagai perwira yang telah ditahan. Sementara Listyo Sigit Prabowo dan seorang perwira lainnya dikabarkan masih menjalani pemeriksaan. Meski demikian, informasi mengenai status penahanan masing-masing pihak masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut. Beredarnya nama-nama tersebut juga belum dapat diperlakukan sebagai daftar resmi seluruh tersangka. Hingga berita ini disusun, Mabes Polri belum mengumumkan secara terbuka identitas lengkap seluruh tersangka, termasuk personel yang disebut masih bertugas sebagai penyidik KPK, maupun konstruksi perkara dugaan penyadapan tersebut. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir sebelumnya menyatakan pihaknya akan memberikan penjelasan kepada awak media mengenai perkembangan informasi yang beredar. #fyp  #fpy_tiktok  #infojatim  #infojatimterbaru  #fpy
Jakarta, Aktual.com — Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah petinggi negara mulai menyeret nama-nama aparat yang bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejumlah polisi yang diduga terlibat dalam praktik tersebut disebut masih aktif menjalankan tugas sebagai penyidik di lembaga antirasuah. Informasi ini membuka kemungkinan bahwa perkara penyadapan tidak hanya menjadi persoalan internal Polri, tetapi juga merembet ke lingkungan KPK. Bahkan, sejumlah nama lain yang belum terungkap ke publik disebut masih bertugas di lembaga tersebut. Sumber Afu.id menyebut sejumlah perwira tinggi Polri, yakni Listyo Sigit Prabowo, Slamet Uliandi, Nunung Syaifuddin, Eko Hadi Santoso, dan Ahrie Sonta, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri. Penetapan itu berkaitan dengan dugaan penyadapan terhadap sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Presiden Prabowo dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. “Sudah, sudah resmi dinyatakan sebagai tersangka,” ujar sumber Afu.id, Selasa (3/11/2026). Penyidik KPK Ikut Terseret Selain para perwira tinggi, perkara tersebut disebut turut menyeret seorang perwira menengah berpangkat Komisaris Besar (Kombes) berinisial FR serta empat anggota polisi berpangkat lebih rendah. Sejumlah personel yang disebut terlibat dalam perkara itu dikabarkan merupakan penyidik aktif KPK. Namun, identitas mereka belum seluruhnya terungkap. Informasi mengenai jumlah dan posisi masing-masing personel di lingkungan KPK juga masih membutuhkan penjelasan resmi. Jika informasi tersebut terbukti, perkara ini berpotensi memunculkan persoalan serius terkait integritas dan pengawasan terhadap aparat penegak hukum yang ditempatkan di lembaga antikorupsi. Kasus ini bermula dari penyelidikan internal Mabes Polri yang menemukan dugaan aktivitas penyadapan secara terkoordinasi terhadap sejumlah pejabat tinggi negara. Presiden Prabowo dan Seskab Teddy Indra Wijaya disebut menjadi sasaran penyadapan. Aktivitas tersebut diduga dilakukan dari sebuah rumah di kawasan Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan. Identitas dan Status Penahanan Belum Terbuka Dalam perkembangan sebelumnya, beredar tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang diduga berasal dari lingkungan internal Polri. Pesan tersebut memuat informasi mengenai sejumlah perwira yang disebut telah ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Nama Eko Hadi Santoso dan Ahrie Sonta disebut sebagai perwira yang telah ditahan. Sementara Listyo Sigit Prabowo dan seorang perwira lainnya dikabarkan masih menjalani pemeriksaan. Meski demikian, informasi mengenai status penahanan masing-masing pihak masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut. Beredarnya nama-nama tersebut juga belum dapat diperlakukan sebagai daftar resmi seluruh tersangka. Hingga berita ini disusun, Mabes Polri belum mengumumkan secara terbuka identitas lengkap seluruh tersangka, termasuk personel yang disebut masih bertugas sebagai penyidik KPK, maupun konstruksi perkara dugaan penyadapan tersebut. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir sebelumnya menyatakan pihaknya akan memberikan penjelasan kepada awak media mengenai perkembangan informasi yang beredar. #fyp #fpy_tiktok #infojatim #infojatimterbaru #fpy

About