@abdi_4431: 🔁 ilaahey☝️kaliyaa baryada iska leh 🤲 - sheekh nuur cali jaamac. #Nasrudiin

Nasrudiin
Nasrudiin
Open In TikTok:
Region: SO
Friday 06 November 2026 18:58:21 GMT
6911
361
22
77

Music

Download

Comments

nasteexomaxamedsi
Isku filan maxamed siyaad :
xasa buna llha 😢😢😢😢
2026-11-07 04:40:15
3
sergio.muse
Sergio muse :
m.a sheik noor Ali
2026-11-07 02:54:19
2
sheikhmohamedbukh6
sheikhmohamedbukhari sheikhmoh :
اللهم احفظ شيخنا الفاضل المفسر شيخ نور علي جامع.
2026-11-07 16:06:23
1
nuur.cragman
Nuur c/ragman :
subxaana Allah
2026-11-07 04:43:07
1
mohamedabdiwahaab8
khaliif abdi :
mashallah
2026-11-07 16:10:38
0
aswaanabdy
ehlu qayr🤍🖤🇱🇺 :
illhyw hana lumin war dadkan xage lowata😥
2026-11-07 05:16:36
0
maxamuud.cali604
Maxamuud Cali :
haaa
2026-11-07 05:40:49
0
fatima.muse73
umu abdalla :
subxana alaaaaaah
2026-11-07 05:25:28
0
khadijoabdullahi6
khadijoabdullahi6 :
Subxaanalaah waa wax waalan alaha soo hanuuniyo wuu Lunsan yahay
2026-11-07 17:41:12
1
ismailmohamedal79
Abrone Mohamed Ali :
Nasiib daro xitaa haddii ay qaldan yihiin oo ay cadahay, Mashaa'iqda suufida runta uma sheegaaan wey iska Aamusaan. Asukuutu calaamatu Ridhaaaa
2026-11-07 14:07:38
1
yussufibrahimuk
Yussuf Ibrahim UK :
asaga waxa kasi daran dadka kusi racsan hadal xumadiisa
2026-11-07 06:19:22
1
bashir.cali.maxam
Bashir Cali Maxamed :
mafiyowo
2026-11-07 05:21:17
0
bashir.cali.maxam
Bashir Cali Maxamed :
wanin walan
2026-11-07 05:21:06
0
mohamadad32
mohamad :
😭😭😭😭😭😭
2026-11-07 16:04:16
0
cabdimahadcalixus0
cabdimahadcalixus0 :
🥰🥰🥰
2026-11-07 06:27:58
0
cabdimahadcalixus0
cabdimahadcalixus0 :
😳😳😳
2026-11-07 06:28:01
0
adam.mustafe.xaaj
Adam mustafe xaaji :
🥰🥰🥰
2026-11-07 05:27:30
0
cabdimahadcalixus0
cabdimahadcalixus0 :
🥰🥰🥰
2026-11-07 06:28:02
0
coding85
qayra TV :
😭😭😭
2026-11-07 17:38:58
0
hamzamedia5
Hamza mohamed :
🥰🥰🥰
2026-11-07 18:22:31
0
hamzamedia5
Hamza mohamed :
😂😂😂
2026-11-07 18:22:42
0
To see more videos from user @abdi_4431, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di kamar,  aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku hampir saja diceraikan oleh suamiku sendiri hanya karena aku sudah tidak berdaya, tidak bisa melayani kebutuhan suami dan mengurus rumah tangga akibat kepalaku pusing hebat tak tertahankan yang ternyata dipicu oleh hipertensi. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles.  Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami,  ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang.  Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa...  raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku hampir saja diceraikan oleh suamiku sendiri hanya karena aku sudah tidak berdaya, tidak bisa melayani kebutuhan suami dan mengurus rumah tangga akibat kepalaku pusing hebat tak tertahankan yang ternyata dipicu oleh hipertensi. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Ibu mengalami Hipertensi Kritis yang memecahkan pembuluh darah di otaknya dan memicu ancaman Stroke Berat! Tekanan setinggi ini merusak sistem saraf, membuat fisik melemah total, dan butuh istirahat total serta pengobatan seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku berubah jadi penjara penderitaan: raga lemas tersiksa menahan sakit, tidak bisa lagi menjalankan kewajiban sebagai istri, dan sebagai puncak dari segala kepedihan, suami yang seharusnya menjadi tempat bersandar justru hampir mendepakku dan melayangkan talak di saat aku paling butuh dukungan hidupnya. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu aku begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik kesibukan harian, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang disiksa, tapi keutuhan rumah tangga, harga diri, dan hati kita ikut dihancurkan tak bersisa. #viral #fyp #darahtinggi #hipertensi #tekanandarahtinggi

About