@muglageyik: #muğla

Muğla Geyik
Muğla Geyik
Open In TikTok:
Region: TR
Friday 06 November 2026 21:08:05 GMT
14768
635
5
66

Music

Download

Comments

e.ayisigi
𓆩 E. Ayışığı 𓆪 :
Bence baligi bekliyor gibi..
2026-11-07 00:08:23
3
ebru.yavuz.44
ebru.yavuz44 :
Ülkenin kedisi bile akşam güneşini izleme fırsatı buldu ben bulamadım 👍
2026-11-07 09:00:23
0
denizzsu1
💛DENİZ42💙🇹🇷 :
bunca kötünün arasında bizim ne işimiz var diye düşünüyordur.
2026-11-07 09:26:24
0
ismailerdogan112
İsmail Erdoğan :
balık bekliyor adamdan kedi
2026-11-07 09:18:41
0
_damar_c
Kadir Can :
kim bilir ne derdi var
2026-11-07 07:09:57
0
albayim2834
albayim2834 :
Ne derdi balıkçıyı bekliyo
2026-11-07 07:34:51
0
burcualtamula
burcualtaşMuğla :
Kedimiz bile entel...
2026-11-06 21:59:05
0
To see more videos from user @muglageyik, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Lihatlah ke luar, Di celah-celah jalanan yang berdebu, ada seorang yang menua menuntun langkahnya yang reot, memikul bakul kering demi segenggam beras untuk esok pagi. Di sudut lain, orang-orang kecil terus memeras keringat di bawah terik, mencari perlindungan di tengah sengatan hidup yang kian menghimpit. Di layar dan panggung-panggung, ayat-ayat suci terus dihamburkan seperti kembang api. Kerapian jubah dan fasihnya lidah memantulkan barisan firman, namun baunya setawar air yang tak pernah menyirami dahaga siapa pun. Kutipan melangit saban hari diucap, tetapi tak satu pun hinggap menjadi peneduh bagi mereka yang gemetar di akar rumput. Sungguh, mengumbar dalil tanpa membumikannya dalam laku tak ubahnya menabur gandum di atas batu. Agama yang sejati tidak tinggal di dalam deretan dalil yang dipamerkan, melainkan pada tangan yang sudi membantu anak-anak miskin, pada mata yang mau menatap iba pada mereka yang terpinggirkan, dan pada rasa kemanusiaan yang hadir tanpa menanyakan asal-usul. Memperlakukan manusia dengan adil jauh lebih dirindukan langit daripada pengakuan kesucian yang kosong. Di hadapan Allahﷻ, bukan seberapa ayat yang kau lolongkan di depan kamera, melainkan seberapa kehadiranmu menjadi pelindung bagi sesamamu. Membaca
Lihatlah ke luar, Di celah-celah jalanan yang berdebu, ada seorang yang menua menuntun langkahnya yang reot, memikul bakul kering demi segenggam beras untuk esok pagi. Di sudut lain, orang-orang kecil terus memeras keringat di bawah terik, mencari perlindungan di tengah sengatan hidup yang kian menghimpit. Di layar dan panggung-panggung, ayat-ayat suci terus dihamburkan seperti kembang api. Kerapian jubah dan fasihnya lidah memantulkan barisan firman, namun baunya setawar air yang tak pernah menyirami dahaga siapa pun. Kutipan melangit saban hari diucap, tetapi tak satu pun hinggap menjadi peneduh bagi mereka yang gemetar di akar rumput. Sungguh, mengumbar dalil tanpa membumikannya dalam laku tak ubahnya menabur gandum di atas batu. Agama yang sejati tidak tinggal di dalam deretan dalil yang dipamerkan, melainkan pada tangan yang sudi membantu anak-anak miskin, pada mata yang mau menatap iba pada mereka yang terpinggirkan, dan pada rasa kemanusiaan yang hadir tanpa menanyakan asal-usul. Memperlakukan manusia dengan adil jauh lebih dirindukan langit daripada pengakuan kesucian yang kosong. Di hadapan Allahﷻ, bukan seberapa ayat yang kau lolongkan di depan kamera, melainkan seberapa kehadiranmu menjadi pelindung bagi sesamamu. Membaca "dengan nama Tuhan" berarti membaca dunia dengan kacamata kasih sayang, keadilan, dan kesetaraan. Karena di hadapan Sang Pencipta, kita semua berawal dari segumpal darah yang sama, dan hanya kesadaran yang membuat kita bernilai. 💾 SAVE sebagai pengingat pikiranmu 📨 SHARE untuk menyalakan kembali kesadaran teman-temanmu. #reminder #muslim #islamic_video #viral #fyp

About