@evneysouth99: Nipa || Mehedi Night💛✨ Behind The Scene Wedding Bright Photography📸✅ WBP Vlogs : 08 #wedding #wbp #wedding_bright #evney_south #photography

Wedding Bright BD( সাউথ ভাই )
Wedding Bright BD( সাউথ ভাই )
Open In TikTok:
Region: BD
Saturday 07 November 2026 01:34:39 GMT
8571
294
14
56

Music

Download

Comments

niro..poma
Alisha :
Biyer video ace
2026-11-07 12:07:45
1
robiuls.wife00
Robiul's Wife 🫶🫶 :
🥰🥰🥰
2026-11-07 16:51:53
1
junayedkawsersaju
Junayed Kawser SaJu :
🤍🤍
2026-11-07 17:25:45
1
gsisguahx
༒︎ 𝙷 𝚊 𝚜 𝚒 𝚋 ༒︎ :
🥰🥰🥰
2026-11-07 08:23:11
1
famous.beauty.parl
Famous beauty parlour :
🥰🥰🥰
2026-11-07 07:29:01
2
afiyajahan466
নিকাবী আপু :
[Heartwarming][Heartwarming][Heartwarming][Red heart][Red heart][Red heart][Heartwarming][Heartwarming][Heartwarming]
2026-11-07 03:27:17
1
To see more videos from user @evneysouth99, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

В Атырау сотрудники Комитета национальной безопасности (КНБ) задержали 10 человек, которых подозревают в попытке насильственного изменения основ конституционного строя в западном регионе Казахстана, передает QaraMedia.  Операцию провели 30 октября 2026 года при координации органов прокуратуры. Всех десятерых подозреваемых задержали одновременно в рамках досудебного расследования. По версии следствия, участники группировки создали экстремистское объединение, занимались пропагандой терроризма и разжиганием религиозной розни. Как утверждают в КНБ, целью подозреваемых было насильственное изменение основ конституционного строя на западе Казахстана. Во время обысков по местам проживания фигурантов сотрудники спецслужбы обнаружили и изъяли огнестрельное оружие, наркотики, религиозную атрибутику, литературу и другие вещественные доказательства. Кроме того, КНБ пресек деятельность трех подпольных учебных центров для детей и подростков, которые, по данным ведомства, организовали участники группировки.  В спецслужбе также сообщили, что некоторые задержанные ранее уже были осуждены за террористические и общеуголовные преступления. Другие подробности расследования в КНБ не раскрывают, ссылаясь на статью 201 Уголовно-процессуального кодекса Казахстана. #Атырау #КНБ #Экстремизм
В Атырау сотрудники Комитета национальной безопасности (КНБ) задержали 10 человек, которых подозревают в попытке насильственного изменения основ конституционного строя в западном регионе Казахстана, передает QaraMedia. Операцию провели 30 октября 2026 года при координации органов прокуратуры. Всех десятерых подозреваемых задержали одновременно в рамках досудебного расследования. По версии следствия, участники группировки создали экстремистское объединение, занимались пропагандой терроризма и разжиганием религиозной розни. Как утверждают в КНБ, целью подозреваемых было насильственное изменение основ конституционного строя на западе Казахстана. Во время обысков по местам проживания фигурантов сотрудники спецслужбы обнаружили и изъяли огнестрельное оружие, наркотики, религиозную атрибутику, литературу и другие вещественные доказательства. Кроме того, КНБ пресек деятельность трех подпольных учебных центров для детей и подростков, которые, по данным ведомства, организовали участники группировки. В спецслужбе также сообщили, что некоторые задержанные ранее уже были осуждены за террористические и общеуголовные преступления. Другие подробности расследования в КНБ не раскрывают, ссылаясь на статью 201 Уголовно-процессуального кодекса Казахстана. #Атырау #КНБ #Экстремизм
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengadukan empat akun TikTok yang menggunakan nama Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, ke Kepolisian Daerah (Polda) Riau. Konten tersebut dinilai memuat informasi tidak benar dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Pengaduan resmi disampaikan melalui Biro Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Riau pada Jumat (6/11/2026). Kepala Biro Hukum Setdaprov Riau, Yan Dharmadi, mengatakan pengaduan tersebut dilakukan menyusul beredarnya sejumlah konten TikTok yang memuat pernyataan seolah-olah berasal dari SF Hariyanto. Padahal, menurutnya, Plt Gubernur Riau tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang dimuat dalam konten tersebut. Yan menilai penyebaran informasi itu dikhawatirkan dapat menimbulkan kesalahpahaman, memicu perpecahan, hingga mengganggu ketertiban masyarakat.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengadukan empat akun TikTok yang menggunakan nama Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, ke Kepolisian Daerah (Polda) Riau. Konten tersebut dinilai memuat informasi tidak benar dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Pengaduan resmi disampaikan melalui Biro Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Riau pada Jumat (6/11/2026). Kepala Biro Hukum Setdaprov Riau, Yan Dharmadi, mengatakan pengaduan tersebut dilakukan menyusul beredarnya sejumlah konten TikTok yang memuat pernyataan seolah-olah berasal dari SF Hariyanto. Padahal, menurutnya, Plt Gubernur Riau tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang dimuat dalam konten tersebut. Yan menilai penyebaran informasi itu dikhawatirkan dapat menimbulkan kesalahpahaman, memicu perpecahan, hingga mengganggu ketertiban masyarakat. "Beberapa hari belakangan ada upaya-upaya memecah belah dan berpotensi mengganggu ketertiban di tengah masyarakat. Hal ini juga berkaitan dengan wibawa pimpinan dan representasi Bapak Plt Gubernur sebagai kepala daerah dari Pemprov Riau. Karena itu, sudah kita laporkan pagi ini," ujar Yan, Jumat (6/11/2026). Ia menjelaskan, terdapat empat akun TikTok yang diadukan Pemprov Riau karena dinilai memuat informasi tidak benar. Konten tersebut di antaranya membahas isu perang dingin antara SF Hariyanto dengan Kapolda Riau, dugaan penyadapan terhadap Presiden, serta klarifikasi terkait pernyataan mengenai Listyo Sigit Prabowo. Selain itu, terdapat pula konten mengenai penerbitan surat penolakan intervensi proyek dan larangan titipan paket dari aparat penegak hukum (APH). Yan menegaskan SF Hariyanto tidak pernah menyampaikan pernyataan-pernyataan tersebut. Bahkan, menurutnya, tidak ada pihak yang menghubungi maupun meminta klarifikasi kepada Plt Gubernur Riau terkait informasi yang beredar. "Pertanyaan yang dimuat tersebut merupakan tuduhan ataupun fitnah, karena Bapak Plt Gubernur sama sekali tidak dihubungi ataupun memberikan klarifikasi seperti yang diberitakan. Pemberitaan tersebut berpotensi memecah belah antar instansi serta mengganggu kondusivitas di tengah masyarakat," tegasnya. Pemprov Riau menilai penyebaran konten tersebut perlu ditindaklanjuti karena diduga berkaitan dengan pelanggaran hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pengaduan itu disampaikan melalui surat Sekretariat Daerah Provinsi Riau Nomor 773/100.3/Hk-Bantuan/2026 tertanggal 6 November 2026 dengan perihal Penyampaian Pengaduan atas Informasi Hoaks. Yan menyebutkan, surat pengaduan tersebut telah diterima oleh staf Polda Riau. Pemprov Riau berharap pengaduan itu dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku #fyppppppppppppppppppppppp #viralvideotiktok #viral #pekanbaru #riau @AgungNugroho @markariusanwar990 @Abdullah Riau @@H. Paisal Fanbase @Zulkarnain Kadir @MISHARTI @Afni.Z @Ade Agus Hartanto @Ichwanul Ihsan @LIAN

About