@nachosortega:

nachosortega
nachosortega
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 07 November 2026 18:01:59 GMT
188
3
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @nachosortega, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kenaikan harga tepung tapioka di Kota Bandung menjadi perhatian karena berdampak terhadap pelaku usaha kuliner, khususnya pedagang cilok, cimol, dan cireng. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh terhentinya pasokan impor tepung tapioka dari India sehingga kebutuhan pasar kini sepenuhnya bergantung pada produksi dalam negeri. Farhan menyebutkan, Lampung menjadi salah satu daerah pemasok utama tepung tapioka. Namun, produksi singkong di wilayah tersebut belum mengalami peningkatan, sementara kebutuhan pasar harus menggantikan pasokan yang sebelumnya dipenuhi melalui impor. Ketidakseimbangan antara ketersediaan barang dan permintaan tersebut menyebabkan harga tepung tapioka mengalami kenaikan mengikuti mekanisme pasar. Dampak kenaikan harga juga dirasakan pelaku usaha kuliner di Bandung. Berdasarkan keterangan seorang pedagang cireng di kawasan Jalan Taman Citarum, harga tepung tapioka yang sebelumnya Rp350.000 per karung kini mencapai Rp450.000 per karung. Kenaikan sebesar Rp100.000 atau sekitar 28,6 persen tersebut berpotensi menambah beban biaya produksi, terutama bagi pedagang kecil yang bergantung pada tepung tapioka sebagai bahan baku utama. Menanggapi kondisi tersebut, Farhan menyampaikan informasi mengenai rencana Kementerian Pertanian bersama TNI untuk meningkatkan produksi singkong melalui pengelolaan kawasan food estate di Lampung. Peningkatan produksi yang direncanakan berlangsung pada musim kemarau diharapkan dapat memperkuat pasokan bahan baku dalam negeri. Dengan demikian, ketersediaan tepung tapioka di pasar diharapkan kembali mencukupi sehingga harga dapat berangsur normal. Reporter: Kavin Faza
Kenaikan harga tepung tapioka di Kota Bandung menjadi perhatian karena berdampak terhadap pelaku usaha kuliner, khususnya pedagang cilok, cimol, dan cireng. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh terhentinya pasokan impor tepung tapioka dari India sehingga kebutuhan pasar kini sepenuhnya bergantung pada produksi dalam negeri. Farhan menyebutkan, Lampung menjadi salah satu daerah pemasok utama tepung tapioka. Namun, produksi singkong di wilayah tersebut belum mengalami peningkatan, sementara kebutuhan pasar harus menggantikan pasokan yang sebelumnya dipenuhi melalui impor. Ketidakseimbangan antara ketersediaan barang dan permintaan tersebut menyebabkan harga tepung tapioka mengalami kenaikan mengikuti mekanisme pasar. Dampak kenaikan harga juga dirasakan pelaku usaha kuliner di Bandung. Berdasarkan keterangan seorang pedagang cireng di kawasan Jalan Taman Citarum, harga tepung tapioka yang sebelumnya Rp350.000 per karung kini mencapai Rp450.000 per karung. Kenaikan sebesar Rp100.000 atau sekitar 28,6 persen tersebut berpotensi menambah beban biaya produksi, terutama bagi pedagang kecil yang bergantung pada tepung tapioka sebagai bahan baku utama. Menanggapi kondisi tersebut, Farhan menyampaikan informasi mengenai rencana Kementerian Pertanian bersama TNI untuk meningkatkan produksi singkong melalui pengelolaan kawasan food estate di Lampung. Peningkatan produksi yang direncanakan berlangsung pada musim kemarau diharapkan dapat memperkuat pasokan bahan baku dalam negeri. Dengan demikian, ketersediaan tepung tapioka di pasar diharapkan kembali mencukupi sehingga harga dapat berangsur normal. Reporter: Kavin Faza

About