@flyfishingislife26: #Meme #MemeCut #CapCut

Hunting and Fishing is life 26
Hunting and Fishing is life 26
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 07 November 2026 18:58:02 GMT
1322
24
2
6

Music

Download

Comments

dollcash8
Dollcash8 :
It’s me
2026-11-08 13:04:32
0
maxson.troiano
Maxson Troiano :
Omg
2026-11-07 20:08:32
0
To see more videos from user @flyfishingislife26, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di balik penampilannya yang tak biasa, dengan tubuh penuh tato dan rambut gondrong, ada hati yang memilih untuk mengabdikan hidupnya bagi mereka yang kerap terlupakan. la adalah Agus Sutikno, seorang pendeta jalanan asal Probolinggo yang telah bertahun-tahun mendampingi masyarakat marginal di Semarang, Jawa Tengah. Berangkat dari pengalaman hidup yang tidak mudah, Agus justru menjadikan masa lalunya sebagai alasan untuk menghadirkan harapan bagi orang lain. Sejak 2005, Agus mulai memperjuangkan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, anak jalanan, hingga mereka yang tumbuh dalam lingkungan penuh keterbatasan. Melalui Yayasan Hati Bagi Bangsa yang didirikannya pada 2015, ia memberikan tempat tinggal, pendampingan, dan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak. Hingga diberitakan pada Desember 2024, Agus telah membantu menyekolahkan hampir 200 anak. Salah satunya adalah Rafael, seorang mantan penjual nasi yang sempat kesulitan melanjutkan sekolah, hingga akhirnya mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi. Kisah Agus Sutikno mengingatkan kita bahwa kebaikan tidak selalu datang dari sosok yang terlihat sempurna, dan perubahan besar tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, satu kepedulian sederhana mampu membuka jalan bagi masa depan seseorang. Sebab, bagi anak-anak yang pernah kehilangan kesempatan, pendidikan bukan sekadar tentang bangku sekolah dan ijazah, melainkan tentang harapan bahwa kehidupan mereka masih bisa berubah. Karena pada akhirnya, sebaik-baiknya manusia bukanlah mereka yang hanya berbicara tentang kebaikan, melainkan mereka yang bersedia menghadirkannya dalam kehidupan orang lain. Source,@zonaberteduh
Di balik penampilannya yang tak biasa, dengan tubuh penuh tato dan rambut gondrong, ada hati yang memilih untuk mengabdikan hidupnya bagi mereka yang kerap terlupakan. la adalah Agus Sutikno, seorang pendeta jalanan asal Probolinggo yang telah bertahun-tahun mendampingi masyarakat marginal di Semarang, Jawa Tengah. Berangkat dari pengalaman hidup yang tidak mudah, Agus justru menjadikan masa lalunya sebagai alasan untuk menghadirkan harapan bagi orang lain. Sejak 2005, Agus mulai memperjuangkan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, anak jalanan, hingga mereka yang tumbuh dalam lingkungan penuh keterbatasan. Melalui Yayasan Hati Bagi Bangsa yang didirikannya pada 2015, ia memberikan tempat tinggal, pendampingan, dan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak. Hingga diberitakan pada Desember 2024, Agus telah membantu menyekolahkan hampir 200 anak. Salah satunya adalah Rafael, seorang mantan penjual nasi yang sempat kesulitan melanjutkan sekolah, hingga akhirnya mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi. Kisah Agus Sutikno mengingatkan kita bahwa kebaikan tidak selalu datang dari sosok yang terlihat sempurna, dan perubahan besar tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, satu kepedulian sederhana mampu membuka jalan bagi masa depan seseorang. Sebab, bagi anak-anak yang pernah kehilangan kesempatan, pendidikan bukan sekadar tentang bangku sekolah dan ijazah, melainkan tentang harapan bahwa kehidupan mereka masih bisa berubah. Karena pada akhirnya, sebaik-baiknya manusia bukanlah mereka yang hanya berbicara tentang kebaikan, melainkan mereka yang bersedia menghadirkannya dalam kehidupan orang lain. Source,@zonaberteduh

About