@fatih09.s:

mezarcı
mezarcı
Open In TikTok:
Region: TR
Sunday 08 November 2026 09:16:18 GMT
425
42
1
5

Music

Download

Comments

havaayr
havaayr :
kalbimi paramparça ettikten sonramı😭😭😭
2026-11-08 11:17:13
0
To see more videos from user @fatih09.s, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pagi ini banyak yang kaget. Di satu sisi 35 negara minta warganya siap siaga, di sisi lain data FortiGuard Labs mencatat Indonesia dihantam ratusan ribu serangan siber ke sektor keuangan. Kok bisa barengan? Apakah bank kita aman? *FAKTA TERBARU - 7 NOVEMBER 2026* FortiGuard Labs, lembaga pemantau serangan siber global, mencatat dalam 24 jam terakhir (menuju 7 Nov): - *Total serangan siber di Indonesia: 350.600 kali* - *Yang mengarah ke bank & lembaga keuangan: 214.000 kali (61%)* - Rata-rata: 4 serangan per detik *Penting dicatat:* 214 ribu itu adalah _upaya serangan yang terdeteksi dan diblokir_, bukan 214 ribu bank bobol. Sampai laporan ini ditulis, *belum ada konfirmasi satu bank besar pun yang jebol di 24 jam itu.* Tapi angkanya nunjukin satu hal: Indonesia lagi jadi target utama. Kenapa? Karena transaksi digital kita meledak. Data Bank Indonesia bilang pembukaan rekening digital naik 34% tahun ini. Makin banyak transaksi, makin enak buat hacker coba-coba. *POLA BARU YANG BIKIN OJK WASPADA* OJK bilang, pelakunya sekarang bukan lagi anak iseng di kamar. Tapi udah *terorganisir kayak perusahaan.* Ada yang bagian bikin link phising, ada yang bagian bobol, ada yang bagian cuci uang pakai kripto. Bukti paling nyata: *Kasus Bank Jambi Februari 2026 lalu.* 6.609 rekening nasabah dibobol, kerugian *Rp144,82 miliar.* Modusnya, pelaku rekrut orang buat buka rekening, lalu datanya dipake buat tampung uang curian dan langsung diubah jadi kripto dan dikirim ke luar negeri dalam hitungan jam. Kasus lain yang masih diinvestigasi: Payment processor di Jakarta yang layani 3 bank besar kebobolan lewat update software vendor pihak ketiga, 2 juta data nasabah bocor. *HUBUNGANNYA SAMA 35 NEGARA SIAP SIAGA?* Salah satu alasan 35 negara itu nyuruh warganya siapin tas darurat adalah *serangan siber.* Bayangin kalau sistem bank diserang dan mobile banking, ATM, QRIS mati 1-2 hari kayak kasus BSI 2023 yang lumpuh 4 hari. Kalau kita nggak punya uang tunai receh, nggak bisa beli makan. Makanya Jerman nyaranin siap 10 hari, bukan cuma karena perang, tapi karena sistem digital bisa lumpuh. *JADI KITA HARUS NGAPAIN? JANGAN PANIK, TAPI HARUS SIAP.* *FISIK SIAP, DIGITAL JUGA SIAP.* *Untuk Rekening & HP:* 1. *Aktifkan 2FA / Verifikasi 2 Langkah.* Jangan cuma pakai password. Pakai OTP dari aplikasi, bukan SMS kalau bisa. 2. *STOP Klik Link OTP.* Bank asli TIDAK PERNAH kirim link minta OTP atau minta pindahin dana karena
Pagi ini banyak yang kaget. Di satu sisi 35 negara minta warganya siap siaga, di sisi lain data FortiGuard Labs mencatat Indonesia dihantam ratusan ribu serangan siber ke sektor keuangan. Kok bisa barengan? Apakah bank kita aman? *FAKTA TERBARU - 7 NOVEMBER 2026* FortiGuard Labs, lembaga pemantau serangan siber global, mencatat dalam 24 jam terakhir (menuju 7 Nov): - *Total serangan siber di Indonesia: 350.600 kali* - *Yang mengarah ke bank & lembaga keuangan: 214.000 kali (61%)* - Rata-rata: 4 serangan per detik *Penting dicatat:* 214 ribu itu adalah _upaya serangan yang terdeteksi dan diblokir_, bukan 214 ribu bank bobol. Sampai laporan ini ditulis, *belum ada konfirmasi satu bank besar pun yang jebol di 24 jam itu.* Tapi angkanya nunjukin satu hal: Indonesia lagi jadi target utama. Kenapa? Karena transaksi digital kita meledak. Data Bank Indonesia bilang pembukaan rekening digital naik 34% tahun ini. Makin banyak transaksi, makin enak buat hacker coba-coba. *POLA BARU YANG BIKIN OJK WASPADA* OJK bilang, pelakunya sekarang bukan lagi anak iseng di kamar. Tapi udah *terorganisir kayak perusahaan.* Ada yang bagian bikin link phising, ada yang bagian bobol, ada yang bagian cuci uang pakai kripto. Bukti paling nyata: *Kasus Bank Jambi Februari 2026 lalu.* 6.609 rekening nasabah dibobol, kerugian *Rp144,82 miliar.* Modusnya, pelaku rekrut orang buat buka rekening, lalu datanya dipake buat tampung uang curian dan langsung diubah jadi kripto dan dikirim ke luar negeri dalam hitungan jam. Kasus lain yang masih diinvestigasi: Payment processor di Jakarta yang layani 3 bank besar kebobolan lewat update software vendor pihak ketiga, 2 juta data nasabah bocor. *HUBUNGANNYA SAMA 35 NEGARA SIAP SIAGA?* Salah satu alasan 35 negara itu nyuruh warganya siapin tas darurat adalah *serangan siber.* Bayangin kalau sistem bank diserang dan mobile banking, ATM, QRIS mati 1-2 hari kayak kasus BSI 2023 yang lumpuh 4 hari. Kalau kita nggak punya uang tunai receh, nggak bisa beli makan. Makanya Jerman nyaranin siap 10 hari, bukan cuma karena perang, tapi karena sistem digital bisa lumpuh. *JADI KITA HARUS NGAPAIN? JANGAN PANIK, TAPI HARUS SIAP.* *FISIK SIAP, DIGITAL JUGA SIAP.* *Untuk Rekening & HP:* 1. *Aktifkan 2FA / Verifikasi 2 Langkah.* Jangan cuma pakai password. Pakai OTP dari aplikasi, bukan SMS kalau bisa. 2. *STOP Klik Link OTP.* Bank asli TIDAK PERNAH kirim link minta OTP atau minta pindahin dana karena "terdeteksi anomali". Kalau dapat SMS/WA kayak gitu, tutup. Buka aplikasi bank langsung dari ikon, bukan dari link. 3. *Cek Mutasi Tiap Pagi.* Luangkan 1 menit pagi cek mutasi. Kalau ada transaksi Rp 0, Rp 1, atau Rp 10.000 yang nggak kenal, itu biasanya percobaan. Langsung ganti password dan lapor CS resmi bank. 4. *Jangan Pakai PIN yang Sama.* PIN m-banking jangan sama dengan PIN HP, tanggal lahir, atau 123456. 5. *Update Aplikasi Bank.* Jangan tunda update, biasanya itu nutup celah keamanan. *Untuk Jaga-Jaga Kalau Sistem Down:* 1. *Sisihkan Uang Tunai 1-2 Hari.* Cukup untuk beli makan, bensin, obat. Taruh di tempat aman di rumah. Ini persis kayak isi Tas Siaga Bencana. 2. *Punya 2 Rekening di Bank Beda.* Jangan taruh semua uang di satu bank. Kalau satu bank maintenance karena serangan, masih ada cadangan. 3. *Simpan Dokumen Penting di Map Plastik.* Fotokopi KTP, KK, buku tabungan. Kalau HP hilang atau nomor dibajak, proses blokir lebih cepat. *KESIMPULANNYA* 214.000 serangan dalam 24 jam itu angka besar. Tapi itu juga tanda sistem pertahanan kita bekerja - karena terdeteksi dan diblokir. Yang bahaya bukan serangannya, tapi kita yang lengah dan masih klik link sembarangan. Siap itu tenang. Panik itu karena nggak siap. Sama kayak kita siapin Tas Siaga Bencana buat gempa dan banjir, sekarang kita juga harus siapin "Tas Siaga Digital" buat rekening kita. #CyberAttack #KeamananSiber #waspada #nanexnesta #BankIndonesia

About