@allmfut: O dia que Zidane Destruiu o Brasil #zidane #copadomundo #zidanefrance #zinedinezidane #selecaobrasileira #selecaofrancesa #copa2006 #copadomundo2006

All Mfut
All Mfut
Open In TikTok:
Region: BR
Tuesday 07 March 2023 21:11:53 GMT
10160
239
0
64

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @allmfut, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dalam catatan sejarah pendidikan global, banyak orang mungkin akan langsung merujuk pada Universitas Bologna di Italia atau Universitas Oxford di Inggris sebagai institusi pendidikan tertua. Namun, catatan UNESCO dan Guinness World Records memberikan fakta yang berbeda dan sangat membanggakan bagi peradaban Islam. Institusi pendidikan tinggi pemberi gelar pertama di dunia yang masih beroperasi hingga hari ini adalah Universitas Al-Qarawiyyin di Fez, Maroko. Hal yang lebih menakjubkan lagi adalah sosok di balik pendiriannya: seorang wanita Muslim visioner bernama Fatima al-Fihri. Lahir pada awal abad ke-9, Fatima adalah putri dari seorang pedagang kaya bernama Muhammad al-Fihri. Keluarga ini merupakan bagian dari komunitas pendatang dari Kairouan (Tunisia saat ini) yang pindah ke kota Fez. Setelah ayahnya meninggal dunia, Fatima bersama saudara perempuannya, Mariam, mewarisi kekayaan dalam jumlah besar. Alih-alih menghabiskannya untuk gaya hidup mewah, Fatima memilih untuk mewakafkan seluruh warisannya demi kemaslahatan umat. Ia memimpikan sebuah tempat di mana ilmu pengetahuan dapat diakses oleh siapa saja tanpa batasan status sosial. Pada tahun 859 Masehi, pembangunan Masjid Al-Qarawiyyin dimulai. Fatima sendiri yang mengawasi setiap detail pembangunannya dengan penuh ketekunan. Menariknya, catatan sejarah menyebutkan bahwa Fatima berpuasa setiap hari selama proses pembangunan masjid dan pusat pendidikan tersebut sebagai bentuk kesungguhan spiritual. Seiring berjalannya waktu, institusi ini berkembang dari sekadar tempat ibadah menjadi pusat diskusi intelektual yang mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari teologi, astronomi, kedokteran, hingga matematika. Universitas Al-Qarawiyyin menjadi magnet bagi para cendekiawan dari seluruh penjuru dunia. Bukan hanya ilmuwan Muslim seperti Ibnu Khaldun dan Al-Idrisi yang pernah menimba ilmu di sana, tetapi juga tokoh non-Muslim seperti Paus Silvester II yang konon mempelajari angka Arab dan matematika di universitas ini sebelum memperkenalkannya ke Eropa. Hal ini membuktikan bahwa sejak seribu tahun yang lalu, peradaban Islam telah menjadi pionir dalam keterbukaan intelektual dan pendidikan inklusif. Warisan Fatima al-Fihri adalah bukti nyata bahwa wanita dalam Islam memiliki peran sentral dalam memajukan peradaban. Al-Qarawiyyin bukan sekadar tumpukan batu dan perpustakaan kuno, melainkan monumen abadi bagi visi seorang wanita yang percaya bahwa pendidikan adalah kunci utama perubahan dunia. Hingga hari ini, perpustakaan Al-Qarawiyyin masih menyimpan naskah-naskah kuno yang menjadi saksi bisu masa keemasan ilmu pengetahuan yang berawal dari ketulusan hati seorang Fatima.
Dalam catatan sejarah pendidikan global, banyak orang mungkin akan langsung merujuk pada Universitas Bologna di Italia atau Universitas Oxford di Inggris sebagai institusi pendidikan tertua. Namun, catatan UNESCO dan Guinness World Records memberikan fakta yang berbeda dan sangat membanggakan bagi peradaban Islam. Institusi pendidikan tinggi pemberi gelar pertama di dunia yang masih beroperasi hingga hari ini adalah Universitas Al-Qarawiyyin di Fez, Maroko. Hal yang lebih menakjubkan lagi adalah sosok di balik pendiriannya: seorang wanita Muslim visioner bernama Fatima al-Fihri. Lahir pada awal abad ke-9, Fatima adalah putri dari seorang pedagang kaya bernama Muhammad al-Fihri. Keluarga ini merupakan bagian dari komunitas pendatang dari Kairouan (Tunisia saat ini) yang pindah ke kota Fez. Setelah ayahnya meninggal dunia, Fatima bersama saudara perempuannya, Mariam, mewarisi kekayaan dalam jumlah besar. Alih-alih menghabiskannya untuk gaya hidup mewah, Fatima memilih untuk mewakafkan seluruh warisannya demi kemaslahatan umat. Ia memimpikan sebuah tempat di mana ilmu pengetahuan dapat diakses oleh siapa saja tanpa batasan status sosial. Pada tahun 859 Masehi, pembangunan Masjid Al-Qarawiyyin dimulai. Fatima sendiri yang mengawasi setiap detail pembangunannya dengan penuh ketekunan. Menariknya, catatan sejarah menyebutkan bahwa Fatima berpuasa setiap hari selama proses pembangunan masjid dan pusat pendidikan tersebut sebagai bentuk kesungguhan spiritual. Seiring berjalannya waktu, institusi ini berkembang dari sekadar tempat ibadah menjadi pusat diskusi intelektual yang mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari teologi, astronomi, kedokteran, hingga matematika. Universitas Al-Qarawiyyin menjadi magnet bagi para cendekiawan dari seluruh penjuru dunia. Bukan hanya ilmuwan Muslim seperti Ibnu Khaldun dan Al-Idrisi yang pernah menimba ilmu di sana, tetapi juga tokoh non-Muslim seperti Paus Silvester II yang konon mempelajari angka Arab dan matematika di universitas ini sebelum memperkenalkannya ke Eropa. Hal ini membuktikan bahwa sejak seribu tahun yang lalu, peradaban Islam telah menjadi pionir dalam keterbukaan intelektual dan pendidikan inklusif. Warisan Fatima al-Fihri adalah bukti nyata bahwa wanita dalam Islam memiliki peran sentral dalam memajukan peradaban. Al-Qarawiyyin bukan sekadar tumpukan batu dan perpustakaan kuno, melainkan monumen abadi bagi visi seorang wanita yang percaya bahwa pendidikan adalah kunci utama perubahan dunia. Hingga hari ini, perpustakaan Al-Qarawiyyin masih menyimpan naskah-naskah kuno yang menjadi saksi bisu masa keemasan ilmu pengetahuan yang berawal dari ketulusan hati seorang Fatima.

About