@aini0970: East Asia is infamous for its issue of bullying, with many dramas, webtoons and news reports on it. So how do we explain this data from the 2022 PISA report? In my video, I challenge the common perception we hold of East Asia having the worst rates of bullying in the world and as I look at a different way to consider what we see. 👉 vid link in my bio, and did you guess the answers right? #korea #japan #theglory #lookism #bullying

aini
aini
Open In TikTok:
Region: AU
Saturday 27 April 2024 12:14:29 GMT
102904
3547
443
149

Music

Download

Comments

tulogbukasnalang2
🐈 :
philippines!? ive never seen someone in my school that bullying someone maybe teasing between friends
2024-05-30 09:38:22
323
brltkm
sai :
the bullying here in ph is mostly teasing. halos lahat palaban, pag may nanuntok may resbak agad😭
2024-05-30 01:08:39
603
kyxprince
kyx𐙚 :
theres literally no bully in Philippines it's just teasing and you fell inlove randomly🥰
2024-06-21 05:15:06
1
justsybau06
STΛR ✧ :
excuse me ??? thats completely wrong what kind of defamation is this
2026-05-22 13:47:01
6
only__drarry
Mela 💗 :
NOOO HOW JAPAN AND KOREA IS THE LEAST? THIS IS INSANE ARENT THEY BULLYING EVRRYONE?
2026-01-31 16:04:00
19
mygirlcherry0
sassyfina :
i think bullying in the Philippines vary online but in person or at school i don't think it is
2024-05-04 03:30:16
78
atruims
gimai :
I agree with the Philippines like my self esteem is so dry because they constantly insult me
2024-05-30 11:24:22
4
y__maryam
Maryam :
Philippines?!
2024-04-27 20:46:18
51
virtuallmixstylet
Virtuall Mixstyle To :
based on experience Philippines is not bully student but we know how to fight
2024-05-29 14:23:08
16
nate_967
Nieng :
where they still do bullying in their matured age, you come here the philippines you can't find a person who's age let say 20 or above that do bullying especially to foreigners so please don't not+
2024-06-26 00:56:25
0
foryub1n
바네사🎀 :
from what i know Philippines yes there are some bullies but its like teasing but what i heard in sk the bullying is physical and the bullying is more worse than the kdrama bullying not sure tho-
2024-06-25 06:53:14
6
me_kiffyret
china_doll4sale :
I can't agree about the statement about the Philippines cuz I've experienced bullying since I was in elementary, I have also went to different schools because of bullying but transferring to different
2024-06-09 14:37:26
1
japan1asakusa
Japan1asakusa :
😂😂😂 I'm from Philippines. it's teasing not bullying like fighting and hurting. but more on kidding and having fun. 🤣🤣🤣
2024-06-12 15:37:30
1
busterwolf00
BUSTERWOLF00 :
Studied in the phil, jerks bullies nerds gets along all the time .. so i dont get it
2024-05-29 13:13:18
4
socialistunion000
кио☪️ :
Philippines nah dawg have you seen as getting bullied as always 💀
2024-06-02 14:28:35
0
msmca111
MS_MCA :
yes I got bullied as kid in PH. but It made me stronger
2024-05-29 20:50:53
2
user08037482konlng
shaylaaa :
nah mas malala sa korea physically+ mentally satin mentally lg😭
2024-06-01 15:22:30
5
leyy277
Lea :
depends on the place you lived in because my whole life is just mostly about teasing 😭😭
2024-05-31 12:11:41
4
kochan_070
Ko-chan :
But isn't it because most bullying cases aren't even recorded? in PH, if someone reported it's joever
2024-05-13 00:48:04
9
boredmarionette
boredmarionette :
so not true. 😂 if someone makes fun of another in the philippines, it's called a fight. the supposed bully wouldnt be able to bully anyone.
2024-05-30 08:56:42
5
andying_03
Andii :
UYY PHILIPPINES MENTIONED RAHHHHHH RAHHHHHHHHH!!!!!🗣️🗣️🇵🇭🗣️🇵🇭🇵🇭🇵🇭🇵🇭🇵🇭🇵🇭🇵🇭🇵🇭🇵🇭
2024-07-07 15:20:10
1
yakult_mee
Raaiinnee ₊˚⊹ ᰔ :
Ok I understand why the philippines bc I did here a bunch of stories from my dad and like nothing good really happened…😭😭
2025-12-25 13:13:14
0
tkkonaphart856
buddha :
it's korea Japan china and singapore
2026-02-03 09:50:21
0
huzi2009
huzaaaifa :
I live in Japan bullying is terrible here
2026-02-08 03:27:46
0
cutiegnab
Artemis🏹 :
as someone who studied in Japan I was never bullied some girls did give me dirty look but they don't bully
2025-10-12 21:06:07
0
To see more videos from user @aini0970, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) resmi memulai proses prakualifikasi tender Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) untuk proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban pada 7 Mei 2026. Tender ini terbagi menjadi dua paket utama, yaitu Kilang I dan Kilang II, yang menjadi bagian krusial dari pembangunan fasilitas pengolahan minyak dan petrokimia di Jawa Timur tersebut. Proses prakualifikasi ini terbuka bagi perusahaan nasional maupun asing, baik secara mandiri maupun melalui skema konsorsium, joint venture, atau joint operation. Namun, panitia menetapkan syarat khusus bagi peserta konsorsium untuk menggandeng minimal satu perusahaan nasional. Masa pendaftaran dan pengiriman dokumen dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 26 Mei 2026 secara daring. Proyek bernilai investasi sekitar US$24 miliar atau setara Rp391,9 triliun ini dirancang dengan kapasitas olahan minyak mentah mencapai 300.000 barel per hari. Selain memproduksi 30 juta liter BBM jenis gasoline dan diesel standar Euro V setiap harinya, kilang ini juga akan terintegrasi dengan industri petrokimia yang menghasilkan produk turunan seperti styrene dan polyethylene. Dari sisi dampak ekonomi dan sosial, GRR Tuban diprediksi akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Sebanyak 20.000 orang diperkirakan akan terlibat selama masa konstruksi fisik berlangsung, dan akan menyisakan sekitar 2.500 posisi tetap saat kilang sudah mulai beroperasi secara komersial. Hingga saat ini, proses Final Investment Decision (FID) antara Pertamina dan mitra asal Rusia, Rosneft, masih terus berjalan meskipun mengalami pergeseran jadwal dari target awal akhir 2025. Pemerintah juga memberikan sinyal untuk membuka peluang bagi mitra baru guna mendampingi Rosneft dalam memenuhi kebutuhan belanja modal yang sangat besar. Struktur kepemilikan saham PRPP saat ini masih didominasi oleh Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internasional sebesar 55 persen. Sisanya, sebanyak 45 persen saham, dipegang oleh Rosneft Singapore Pte Ltd. Proyek ini tetap menjadi agenda strategis nasional untuk meningkatkan kemandirian energi dan pemenuhan bahan baku industri dalam negeri. #Repost #Indonesia2045 #IndonesiaEmas2045 | 📰 Bloomberg Technoz, Berita Jejak Fakta, SuaraBanyuurip
PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) resmi memulai proses prakualifikasi tender Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) untuk proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban pada 7 Mei 2026. Tender ini terbagi menjadi dua paket utama, yaitu Kilang I dan Kilang II, yang menjadi bagian krusial dari pembangunan fasilitas pengolahan minyak dan petrokimia di Jawa Timur tersebut. Proses prakualifikasi ini terbuka bagi perusahaan nasional maupun asing, baik secara mandiri maupun melalui skema konsorsium, joint venture, atau joint operation. Namun, panitia menetapkan syarat khusus bagi peserta konsorsium untuk menggandeng minimal satu perusahaan nasional. Masa pendaftaran dan pengiriman dokumen dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 26 Mei 2026 secara daring. Proyek bernilai investasi sekitar US$24 miliar atau setara Rp391,9 triliun ini dirancang dengan kapasitas olahan minyak mentah mencapai 300.000 barel per hari. Selain memproduksi 30 juta liter BBM jenis gasoline dan diesel standar Euro V setiap harinya, kilang ini juga akan terintegrasi dengan industri petrokimia yang menghasilkan produk turunan seperti styrene dan polyethylene. Dari sisi dampak ekonomi dan sosial, GRR Tuban diprediksi akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Sebanyak 20.000 orang diperkirakan akan terlibat selama masa konstruksi fisik berlangsung, dan akan menyisakan sekitar 2.500 posisi tetap saat kilang sudah mulai beroperasi secara komersial. Hingga saat ini, proses Final Investment Decision (FID) antara Pertamina dan mitra asal Rusia, Rosneft, masih terus berjalan meskipun mengalami pergeseran jadwal dari target awal akhir 2025. Pemerintah juga memberikan sinyal untuk membuka peluang bagi mitra baru guna mendampingi Rosneft dalam memenuhi kebutuhan belanja modal yang sangat besar. Struktur kepemilikan saham PRPP saat ini masih didominasi oleh Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internasional sebesar 55 persen. Sisanya, sebanyak 45 persen saham, dipegang oleh Rosneft Singapore Pte Ltd. Proyek ini tetap menjadi agenda strategis nasional untuk meningkatkan kemandirian energi dan pemenuhan bahan baku industri dalam negeri. #Repost #Indonesia2045 #IndonesiaEmas2045 | 📰 Bloomberg Technoz, Berita Jejak Fakta, SuaraBanyuurip

About