@rebwartaha7: #محافظ_كركوك_السيد_ريبوار_طه #kirkuk #kirkuky #كركوك #كركوك_محافظه #شۆرجە #ڕێبوارتەها #محافظ #كركوك_مدينتي #ريبوارطه

پارێزگاری کەرکوک ڕێبوار تەها
پارێزگاری کەرکوک ڕێبوار تەها
Open In TikTok:
Region: IQ
Friday 27 September 2024 09:57:32 GMT
62329
3535
70
280

Music

Download

Comments

dadw_nail
dadw_nail :
Bzhit 😍
2024-11-20 20:48:07
0
wrdela.xan3
Wrdela Xan :
كاك ريبوار بژيت به خوا پياويكي مه ردي🥰
2024-11-11 23:18:44
2
mohamadmhamad27
Eng.mohamad :
کەرکوک لەهەموو تەمەنی محافز وای نەبوو🥰🥰
2024-11-20 10:57:44
0
user83178554733330
ابو منتضر :
الله يحفظك أن شاء الله
2024-12-11 18:18:00
0
user8387332141002
جمعه كركوكي :
كاكا كول
2024-12-06 18:34:13
0
rasharasha1210
Rasha Rasha :
💚💚💚💚
2024-10-02 23:27:01
2
rahman24368
Rah man :
🫀🫀🫀🤍🤍🤍🤍
2024-11-20 08:29:10
2
hiwa8310
hiwa abd :
💪💪💪💪❤❤❤
2024-09-27 18:44:27
1
ibrahimsharif813
Ibrahim shwany :
🥰🥰🥰🥰
2024-11-20 10:23:59
1
aram.r99
Aram Rokan :
💚💚💚
2024-11-20 08:26:56
1
sarwatzangana7
sarwat Zangana :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2024-11-20 13:13:39
0
aro_decor99
ئاراز شـــوانـی 🍁 :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2024-11-20 21:21:46
0
tasawuf_7
💚 𝑺𝑼𝑭𝑰 𝑮𝑨𝑹 💚 :
🥰
2024-11-21 14:47:33
0
shef.muhanad
مطعم كباب هيوا احمد :
🌹🌹🌹
2024-12-12 18:20:13
0
ronald123321gzhsh
Ronaldo edit :
❤️❤️❤️
2024-12-13 13:02:46
0
hewaodawde
Hewadawde :
🥰🥰🥰🥰🥰
2024-11-20 11:06:06
0
rasha_gyan299
HaMa Zangana :
❤️❤️❤️🥰🥰
2024-12-18 10:08:45
0
sardarhamed1
Sardar Hamed :
🥰🥰🥰
2024-11-20 12:46:52
0
omed.k0cher
Omed.kocher :
🥰
2024-11-20 12:44:15
0
ibrahem_ghazi
💚ibrahem__ghazi💚 :
احسن محافظ بالعالم والنعم منك واحد على كركوك ويا كل الشعب زين 💚💚🦅🦅سڵاولە کاک ڕێبوار 💚💚🦅🦅 بژيت كا كه ريبوار ده ست خو ش💚💚🦅🦅
2024-11-12 22:01:09
2
marines_96
𐬛ܤߺܩߺ :
قطع اراضي لمنتسبي الدفاع ليش ماتنطون
2024-09-29 11:43:38
0
hussein_gaming7
hussein_gaming :
چۆن ڕەقەمی موبایلی کاک ڕێبوارم دەسکەوێت
2024-12-17 14:10:52
1
userqg98252wjh
userqg98252wjh :
شیخ 🥰
2024-11-11 22:37:39
0
shvan.qaysar
shvan.qaysar :
شیرت پاکە قوم بە قوم 🫡
2024-11-20 11:50:59
0
To see more videos from user @rebwartaha7, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bayangkan kita adalah seorang anak kecil yang sedang berjalan sambil menggenggam tangan Tuhan. Sampai suatu ketika, kita melihat sebuah lumpur hisap. Karena penasaran, kita ingin mendekatinya. Namun, Tuhan berkata, “Jangan ke sana, Nak. Tetaplah berjalan bersama-Ku.” Sayangnya, kita merasa penasaran dan berpikir bahwa tidak ada salahnya mencoba. Kita pun melepaskan tangan Tuhan dan berjalan mendekati lumpur itu. Hingga akhirnya, kita benar-benar terperosok ke dalamnya. Kita panik dan mulai meronta. Tuhan datang dan berkata, “Tenang, Nak. Aku akan menolongmu.” Tetapi kita terus berusaha menyelamatkan diri dengan kekuatan sendiri. Semakin kita panik dan meronta, semakin dalam kita tenggelam. Hingga akhirnya, kita kehabisan tenaga dan menyerahkan diri kepada pertolongan Tuhan. Tuhan mengulurkan tangan-Nya untuk mengangkat kita. Namun, ketika melihat tubuh kita penuh lumpur, kita justru berkata, “Tuhan, jangan pegang aku. Aku kotor. Aku tidak mau mengotori tangan-Mu.” Tetapi Tuhan tidak meninggalkan kita. Dengan sabar, Ia membersihkan kita hingga kembali bersih, lalu memeluk kita dengan erat. Saudara, bukankah terkadang kita seperti anak kecil itu? Kita sudah tahu mana yang benar dan mana yang salah. Firman Tuhan sudah memperingatkan kita, tetapi kita tetap memilih melakukan apa yang kita kehendaki. Kita merasa masih bisa mengendalikan semuanya, sampai akhirnya terjebak dalam konsekuensi dari pilihan kita sendiri. Ketika jatuh, kita panik dan berusaha memperbaiki semuanya dengan kekuatan sendiri. Bahkan, kita terkadang menjauh dari Tuhan karena malu dan merasa tidak layak datang kepada-Nya. Padahal, 1 Yohanes 1:9 berkata,
Bayangkan kita adalah seorang anak kecil yang sedang berjalan sambil menggenggam tangan Tuhan. Sampai suatu ketika, kita melihat sebuah lumpur hisap. Karena penasaran, kita ingin mendekatinya. Namun, Tuhan berkata, “Jangan ke sana, Nak. Tetaplah berjalan bersama-Ku.” Sayangnya, kita merasa penasaran dan berpikir bahwa tidak ada salahnya mencoba. Kita pun melepaskan tangan Tuhan dan berjalan mendekati lumpur itu. Hingga akhirnya, kita benar-benar terperosok ke dalamnya. Kita panik dan mulai meronta. Tuhan datang dan berkata, “Tenang, Nak. Aku akan menolongmu.” Tetapi kita terus berusaha menyelamatkan diri dengan kekuatan sendiri. Semakin kita panik dan meronta, semakin dalam kita tenggelam. Hingga akhirnya, kita kehabisan tenaga dan menyerahkan diri kepada pertolongan Tuhan. Tuhan mengulurkan tangan-Nya untuk mengangkat kita. Namun, ketika melihat tubuh kita penuh lumpur, kita justru berkata, “Tuhan, jangan pegang aku. Aku kotor. Aku tidak mau mengotori tangan-Mu.” Tetapi Tuhan tidak meninggalkan kita. Dengan sabar, Ia membersihkan kita hingga kembali bersih, lalu memeluk kita dengan erat. Saudara, bukankah terkadang kita seperti anak kecil itu? Kita sudah tahu mana yang benar dan mana yang salah. Firman Tuhan sudah memperingatkan kita, tetapi kita tetap memilih melakukan apa yang kita kehendaki. Kita merasa masih bisa mengendalikan semuanya, sampai akhirnya terjebak dalam konsekuensi dari pilihan kita sendiri. Ketika jatuh, kita panik dan berusaha memperbaiki semuanya dengan kekuatan sendiri. Bahkan, kita terkadang menjauh dari Tuhan karena malu dan merasa tidak layak datang kepada-Nya. Padahal, 1 Yohanes 1:9 berkata, "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." Seperti anak kecil yang tidak mampu membersihkan dirinya sendiri dari lumpur, kita juga membutuhkan Tuhan untuk mengampuni dan menyucikan kita dari dosa. Kita tidak perlu berpura-pura bersih sebelum datang kepada-Nya. Kita perlu mengakui dosa, bertobat, dan menerima pengampunan-Nya. Namun, jangan sampai kita meremehkan kasih itu. Roma 2:4 mengingatkan kita bahwa kemurahan Allah bertujuan untuk menuntun kita kepada pertobatan. Artinya, Tuhan memberi kita kesempatan bukan supaya kita bisa terus mengulangi kesalahan tanpa merasa bersalah, melainkan supaya kita sadar, bertobat, dan kembali kepada-Nya. Jangan pernah berpikir, “Tidak apa-apa berbuat dosa, nanti Tuhan juga mengampuni.” Kasih Tuhan memang besar, tetapi bukan berarti kita boleh mempermainkan pengampunan-Nya. Jika hari ini kamu merasa sedang tenggelam dalam lumpur akibat keputusanmu sendiri, jangan terus meronta dengan kekuatanmu sendiri. Jangan pula menjauh dari Tuhan karena merasa terlalu kotor untuk datang kepada-Nya. Akuilah dosamu, datanglah dengan hati yang bertobat, dan percayalah bahwa Tuhan sanggup mengampuni serta memulihkanmu. Dan ketika Tuhan telah mengangkatmu keluar dari lumpur itu, jangan kembali ke tempat yang sama seolah-olah kamu lupa betapa dalamnya kamu pernah tenggelam. Genggamlah tangan-Nya kembali. Dengarkan tuntunan-Nya dan belajarlah berjalan dalam ketaatan. #KasihYesus #Pengampunan #RenunganHarian #PemudaKristen #Amin

About