@jacqueline_phillips2: My new favorite app md vinyl #postmalone #musictok #vinyl

Jacqueline Phillips
Jacqueline Phillips
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 04 January 2025 14:00:44 GMT
14599
118
1
67

Music

Download

Comments

kllo121
. :
😂😂😂
2025-11-13 16:21:01
0
To see more videos from user @jacqueline_phillips2, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

AGAM - Koperasi Desa Merah Putih yang dibangun di tepi bantaran sungai kawasan Ngarai Sianok, Nagari Sianok Anam Suku, Kabupaten Agam, viral di media sosial dan langsung mendapat sorotan dari kalangan ahli geologi. Ahli Geologi Ade Edwar menegaskan terdapat dua persoalan serius pada bangunan tersebut. Pertama, bangunan berdiri di kawasan sempadan sungai yang secara regulasi tidak diperbolehkan untuk bangunan permanen. “Untuk bangunan permanen sebenarnya tidak diperbolehkan. Ketentuannya ada dalam aturan Kementerian PUPR mengenai sempadan sungai,” ujarnya, Selasa (7/7/2026). Kedua, lokasi bangunan berada di kawasan yang masuk peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) BPBD Kabupaten Agam dengan risiko tinggi mencakup banjir, banjir bandang, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan gempa bumi. “Kalau melihat peta KRB Marapi dan peta risiko bencana BPBD Agam, kawasan itu termasuk daerah yang rawan banjir bandang. Kalau hujan terus-menerus, potensi banjir bandang tetap ada,” tegasnya. Ade menekankan bahwa sebelum pembangunan dilakukan, pemerintah seharusnya lebih dahulu memastikan kelayakan lokasi dengan berkonsultasi kepada instansi teknis seperti Dinas PUPR, BPBD, maupun dinas yang menangani tata ruang. Pembangunan fasilitas publik, menurutnya, tidak boleh hanya mempertimbangkan ketersediaan lahan, akan tetapi aspek keselamatan jangka panjang harus menjadi prioritas utama. Di sisi lain, Komandan Distrik Militer 0304/Agam Letkol Inf. Dwi Santoso menyatakan lokasi tersebut aman dari banjir dan longsor. Ia mengacu pada kenyataan bahwa saat banjir melanda sejumlah wilayah sebelumnya, lokasi pembangunan Kopdes tidak terdampak. Konstruksi bangunan pun disebut dibuat lebih tinggi sebagai langkah antisipasi. Dandim juga memastikan penentuan lokasi bukan keputusan Kodim, melainkan berdasarkan usulan pemerintah nagari dan Kerapatan Adat Nagari. Perbedaan pandangan antara ahli geologi dan pihak militer ini menyisakan pertanyaan penting, apakah kajian teknis kebencanaan sudah benar-benar dilakukan sebelum pembangunan dimulai, mengingat kawasan Ngarai Sianok adalah salah satu kawasan paling ikonik sekaligus paling rawan bencana di Sumatera Barat.
AGAM - Koperasi Desa Merah Putih yang dibangun di tepi bantaran sungai kawasan Ngarai Sianok, Nagari Sianok Anam Suku, Kabupaten Agam, viral di media sosial dan langsung mendapat sorotan dari kalangan ahli geologi. Ahli Geologi Ade Edwar menegaskan terdapat dua persoalan serius pada bangunan tersebut. Pertama, bangunan berdiri di kawasan sempadan sungai yang secara regulasi tidak diperbolehkan untuk bangunan permanen. “Untuk bangunan permanen sebenarnya tidak diperbolehkan. Ketentuannya ada dalam aturan Kementerian PUPR mengenai sempadan sungai,” ujarnya, Selasa (7/7/2026). Kedua, lokasi bangunan berada di kawasan yang masuk peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) BPBD Kabupaten Agam dengan risiko tinggi mencakup banjir, banjir bandang, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan gempa bumi. “Kalau melihat peta KRB Marapi dan peta risiko bencana BPBD Agam, kawasan itu termasuk daerah yang rawan banjir bandang. Kalau hujan terus-menerus, potensi banjir bandang tetap ada,” tegasnya. Ade menekankan bahwa sebelum pembangunan dilakukan, pemerintah seharusnya lebih dahulu memastikan kelayakan lokasi dengan berkonsultasi kepada instansi teknis seperti Dinas PUPR, BPBD, maupun dinas yang menangani tata ruang. Pembangunan fasilitas publik, menurutnya, tidak boleh hanya mempertimbangkan ketersediaan lahan, akan tetapi aspek keselamatan jangka panjang harus menjadi prioritas utama. Di sisi lain, Komandan Distrik Militer 0304/Agam Letkol Inf. Dwi Santoso menyatakan lokasi tersebut aman dari banjir dan longsor. Ia mengacu pada kenyataan bahwa saat banjir melanda sejumlah wilayah sebelumnya, lokasi pembangunan Kopdes tidak terdampak. Konstruksi bangunan pun disebut dibuat lebih tinggi sebagai langkah antisipasi. Dandim juga memastikan penentuan lokasi bukan keputusan Kodim, melainkan berdasarkan usulan pemerintah nagari dan Kerapatan Adat Nagari. Perbedaan pandangan antara ahli geologi dan pihak militer ini menyisakan pertanyaan penting, apakah kajian teknis kebencanaan sudah benar-benar dilakukan sebelum pembangunan dimulai, mengingat kawasan Ngarai Sianok adalah salah satu kawasan paling ikonik sekaligus paling rawan bencana di Sumatera Barat.

About