@atv.noticias: V1CTIM4S EN GUERRA POR CUPOS EN LA LIBERTAD. #atvnoticias #atvnoticiasperu #noticiasperu #parati #alerta #lalibertad #peru #cupos #cuidado

ATV Noticias
ATV Noticias
Open In TikTok:
Region: PE
Tuesday 07 January 2025 03:37:37 GMT
78332
1754
23
82

Music

Download

Comments

herreravillar07
Junior Herrera Villa :
para obras grandes se debería sacar al ejército si o si
2025-01-07 04:56:23
18
koo_tuyo2
ruben ronco :
su negativa del nuevo general no da confianza
2025-01-07 08:36:41
7
leo_369123
Leo369 :
Este general no sabe ni dónde está parado,eso fue ajuste de cuentas.
2025-01-07 09:24:22
4
holguin_4k2
Isabel 🐂 :
Acuña dice que todo está controlado
2025-01-07 11:03:10
1
dayrenluis
benjamin :
pero que pueden opinar las autoridades si ellos mismos los cubren 😁😁😁
2025-01-07 10:47:47
7
rav2576
Obra Dinn :
Lo bueno de entrevistar al Jefe de la PNP de la zona es que los nuevos cobradores ya saben a quién llevarle su parte. Ñoño Santivañez dijo que esto pasa cuando hay obras, que mejor es no pasar por ahí
2025-01-07 04:12:12
5
ch3moztini
Noto off White Trujillo :
El general siempre dice lo mismo: ajuste de cuentas o disputas de cupos … Y se acabó las investigaciones.
2025-01-07 13:24:03
0
rommel11923
Rommel Gaviria :
dolo saben dar explicaciones y nada de soluciones
2025-01-09 06:01:29
0
danielitopascual
^_^Daniel🏍️👑🇵🇪👷 :
al final todas las obras tienen su sticker y la policía lo sabe
2025-01-07 13:22:25
0
mary.vega4424
Mary Vega :
los policía saben quienes son ledan su sobre y su cevichon.
2025-01-07 19:49:24
0
linalilianacuadro
Lina Liliana Cuadros Gamarra :
Porque lo permitimos esos genocidios y no tenemos tranquilidad
2025-01-07 23:19:38
0
jav1910
Jv601 :
👍👍👍
2025-01-07 03:41:36
0
jesus.alberto.per408
Jesus alberto Pertuz reales :
😁
2025-01-09 19:55:17
0
ivan.vigo7
Ivan Vigo :
😁
2025-01-11 00:35:16
0
masksilver
masksilver :
El dinero en fisico no debe existir porque se presta para delinquir. Debe existir la aplicacion de leyes que controlen el mal uso del dinero desde antes de delinquir y solo a través del dinero digital
2025-02-03 18:44:07
0
ricardovicuavicua
Ricardo :
y x cobro de cupos ahí queda......solo te escusas ......... cómo general tienes que dar soluciones......dónde está la captura....sino se hace nada es por qué , simplemente no quieres
2025-01-07 13:45:13
1
crrl2910
Christian 😎🎧🎛🎚 :
Son sicarios qué se matan entre ellos
2025-01-07 12:59:32
0
angelupch
AG :
y el ministro delincuente?
2025-01-07 03:56:41
0
dandextro
Danielex Sez :
Cuando no Trujillo
2025-01-07 12:14:55
0
juan.noriega64
Juan noriega :
ayer en laredo asesinaron x confusión a un joven inocente, creo k fue x las obras Sios se apiade y de consuelo a los familiares d la victima
2025-01-30 16:22:17
0
To see more videos from user @atv.noticias, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) terus memproses perusahaan-perusahaan yang diduga menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah. Sedikitnya 19 perusahaan telah dimintai pertanggungjawaban akibat pelanggaran yang mereka lakukan. “Periode 2023 sampai 2025, perkara yang belum selesai total ada 32 perkara, dengan potensi kerugian lingkungan hidup sebesar Rp5,30 triliun,” ujar Deputi Penegakan Hukum KLH/BPLH Irjen Pol Rizal Irawan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (31/8). Rizal mengatakan, penegakan hukum terhadap kasus karhutla dilakukan melalui tiga jalur, yakni sanksi administratif, sengketa lingkungan hidup atau gugatan perdata, dan pidana. “Perkara pidana akan ditangani oleh penyidik dari Polri, mulai dari tingkat Polda, Polres, maupun Mabes Polri,” ungkapnya. Dari 19 perusahaan tersebut, tujuh berada di Kalimantan Barat dengan total area terbakar mencapai 2.260,08 hektare. Selain itu, empat perusahaan berada di Sumatera Selatan dengan total area terbakar 772,72 hektare. Di Kalimantan Selatan, terdapat tiga perusahaan dengan total area terbakar mencapai 6.595,15 hektare, luasan terbesar dibandingkan wilayah lain yang disebutkan KLH/BPLH. Lalu dua perusahaan berada di Kalimantan Tengah dengan total area terbakar 99,40 hektare, salah satunya memiliki area terbakar sekitar lima hektare.  Sementara itu, di Lampung terdapat satu perusahaan dengan area terbakar seluas 202,73 hektare, dan di Riau satu perusahaan tercatat memiliki area terbakar sekitar 7,10 hektare. Secara keseluruhan, 19 perusahaan tersebut tersebar di provinsi-provinsi di Sumatera dan Kalimantan dengan total area terbakar mencapai sekitar 11.046,69 hektare. 📸: Dok. Antara. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ ⁠ 📝: newsupdate | update | news | oneliner | R053 | E023 | E169 ⁠ #bicarafaktalewatberita #kumparan
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) terus memproses perusahaan-perusahaan yang diduga menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah. Sedikitnya 19 perusahaan telah dimintai pertanggungjawaban akibat pelanggaran yang mereka lakukan. “Periode 2023 sampai 2025, perkara yang belum selesai total ada 32 perkara, dengan potensi kerugian lingkungan hidup sebesar Rp5,30 triliun,” ujar Deputi Penegakan Hukum KLH/BPLH Irjen Pol Rizal Irawan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (31/8). Rizal mengatakan, penegakan hukum terhadap kasus karhutla dilakukan melalui tiga jalur, yakni sanksi administratif, sengketa lingkungan hidup atau gugatan perdata, dan pidana. “Perkara pidana akan ditangani oleh penyidik dari Polri, mulai dari tingkat Polda, Polres, maupun Mabes Polri,” ungkapnya. Dari 19 perusahaan tersebut, tujuh berada di Kalimantan Barat dengan total area terbakar mencapai 2.260,08 hektare. Selain itu, empat perusahaan berada di Sumatera Selatan dengan total area terbakar 772,72 hektare. Di Kalimantan Selatan, terdapat tiga perusahaan dengan total area terbakar mencapai 6.595,15 hektare, luasan terbesar dibandingkan wilayah lain yang disebutkan KLH/BPLH. Lalu dua perusahaan berada di Kalimantan Tengah dengan total area terbakar 99,40 hektare, salah satunya memiliki area terbakar sekitar lima hektare. Sementara itu, di Lampung terdapat satu perusahaan dengan area terbakar seluas 202,73 hektare, dan di Riau satu perusahaan tercatat memiliki area terbakar sekitar 7,10 hektare. Secara keseluruhan, 19 perusahaan tersebut tersebar di provinsi-provinsi di Sumatera dan Kalimantan dengan total area terbakar mencapai sekitar 11.046,69 hektare. 📸: Dok. Antara. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ ⁠ 📝: newsupdate | update | news | oneliner | R053 | E023 | E169 ⁠ #bicarafaktalewatberita #kumparan

About