@kodyortner: Dad V @ROA #ct5vblackwing

Kody
Kody
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 15 March 2025 18:15:37 GMT
45791
7984
25
842

Music

Download

Comments

5.2daniel
Daniel Viveros :
I need one fr fr
2025-03-15 19:58:44
43
3am.whiteboi
3am.whiteboi :
I can’t afford a ct5v bw but at least I can afford a ct4 v bw even though that v8 sounds amazing
2025-04-27 10:30:20
3
tedkos7
tedkos7 :
probably my favorite car
2025-04-19 18:57:50
10
shillangatang
colby :
Mac and Cheese
2025-03-16 03:48:03
2
certifiedluvaagirl
jayleen :
Beauty
2025-04-25 01:53:07
0
el._.josh
El-Josh :
😩 I know what I’m going to buy
2025-05-15 01:14:48
0
katxcastro
kat :
one day😔
2025-05-13 16:17:50
1
iridescentsol
Ra :
Dream car right here
2025-05-16 20:32:44
0
mikaylavarela
mikaylaaa :
Me after nursing school 😮‍💨
2025-05-08 04:00:07
0
dajuice_1
Juice :
Romantic
2025-03-17 17:51:10
1
rawyoungincam
Cam :
One day
2025-05-09 18:24:11
0
mr.slabb
Evan :
Tuhhh
2025-03-15 19:03:38
1
amarrizaaa
Amarrizaaa :
@Christopher Lynch
2025-04-23 22:14:12
0
queens_queen11
✨fly girl shyt✨ :
❤️❤️❤️
2025-05-15 12:26:01
0
xaviersalazar488
xaviersalazar488 :
🔥🔥🔥
2025-05-10 13:09:49
0
arnulfopoblano
arnulfopoblano :
......👍💯👍......
2025-05-06 12:00:08
0
andthensomelove
GoodStuFFOnly :
They should’ve came with that hood 😬
2025-04-19 06:19:02
1
.pitmann
Dalton Pitman :
Who gave this guy an osmo
2025-03-15 20:34:41
2
waymker1
Miller. :
Hunter killer
2025-04-23 18:38:30
0
robertadams173
Robert Adams :
link for hood.
2025-03-17 21:27:05
3
lexioddo
lexi oddo :
Stop reminding me I don’t have one
2025-05-08 10:42:39
1
rustynutz1340
Digsey :
13 MPG.....$120,000
2025-04-28 00:17:29
0
To see more videos from user @kodyortner, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Despedida - Netinho, um dos principais cantores do axé music, morreu nesta terça-feira, aos 60 anos, em um hospital de Salvador. O artista enfrentava um câncer do sistema linfático há mais de um ano. O g1 tenta contato com a assessoria do artista. Ainda não há informações sobre velório e enterro. O artista anunciou que foi diagnosticado com câncer do sistema linfático em 22 de março de 2025, após ser internado no Hospital Aliança Star, na capital baiana, com fortes dores nas pernas. Ele mostrou as etapas do tratamento pela internet. Netinho nasceu em Santo Antônio de Jesus, no Recôncavo baiano, em 12 de julho de 1966. Aos 10 anos, se mudou com a família para a capital baiana. Na cidade, entrou em contato com a música e começou cedo a sua carreira. Aos 14 anos, ganhou de presente da mãe o primeiro violão e, aos 16, ingressou no curso de Engenharia Civil, na Universidade Católica do Salvador (Ucsal). Naquela época, conciliava os estudos com pequenos shows em escolas até que começou a tocar profissionalmente em bares, com o repertório de MPB e bossa nova. Em 1988, Netinho estreou como cantor da Banda Beijo no Carnaval de Salvador e, no mesmo ano, estourou em todo o país com o sucesso
Despedida - Netinho, um dos principais cantores do axé music, morreu nesta terça-feira, aos 60 anos, em um hospital de Salvador. O artista enfrentava um câncer do sistema linfático há mais de um ano. O g1 tenta contato com a assessoria do artista. Ainda não há informações sobre velório e enterro. O artista anunciou que foi diagnosticado com câncer do sistema linfático em 22 de março de 2025, após ser internado no Hospital Aliança Star, na capital baiana, com fortes dores nas pernas. Ele mostrou as etapas do tratamento pela internet. Netinho nasceu em Santo Antônio de Jesus, no Recôncavo baiano, em 12 de julho de 1966. Aos 10 anos, se mudou com a família para a capital baiana. Na cidade, entrou em contato com a música e começou cedo a sua carreira. Aos 14 anos, ganhou de presente da mãe o primeiro violão e, aos 16, ingressou no curso de Engenharia Civil, na Universidade Católica do Salvador (Ucsal). Naquela época, conciliava os estudos com pequenos shows em escolas até que começou a tocar profissionalmente em bares, com o repertório de MPB e bossa nova. Em 1988, Netinho estreou como cantor da Banda Beijo no Carnaval de Salvador e, no mesmo ano, estourou em todo o país com o sucesso "Beijo na Boca". Em seguida, emplacou outros hits, como "Estrela primeira", "Barracos" e "A vida é festa". O maior dos sucessos na voz do músico foi "Mila", símbolo do axé music lançado em 1996, três anos após ele começar a carreira solo. O cantor se tornou ídolo nacional e ajudou a difundir o axé music pelo mundo, com apresentações em países como Itália e Chile. Leia mais sobre a trajetória dele no #g1 #despedida #netinho #axémusic #tiktoknotícias
BATAM — Pemadaman listrik massal atau blackout yang melumpuhkan Batam, Bintan, dan Tanjungpinang sejak Senin (12/10/2026) pagi diduga dipicu masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan. Gangguan tersebut berdampak pada sekitar 411.219 pelanggan dan mengacaukan aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Kepulauan Riau. Berdasarkan informasi awal yang disampaikan PT PLN Batam dan diberitakan sejumlah media pada Selasa (13/10/2026), gangguan terjadi sekitar pukul 06.37 WIB. Insiden di Gardu Induk Sungai Harapan itu memicu gangguan pada sistem kelistrikan hingga menyebabkan pasokan listrik terputus secara meluas. Meski demikian, dugaan masuknya hewan liar belum dapat dinyatakan sebagai penyebab final sebelum hasil investigasi teknis diumumkan secara resmi. Bukan Sekadar Listrik Padam Dampak blackout tidak berhenti pada gelapnya rumah dan bangunan. Terputusnya pasokan listrik turut mengganggu layanan dasar masyarakat, mulai dari operasional pompa air bersih hingga jaringan komunikasi dan sinyal di sejumlah wilayah. Situasi ini memperlihatkan besarnya ketergantungan aktivitas masyarakat terhadap kestabilan sistem kelistrikan. Ketika pasokan listrik terhenti dalam skala luas, dampaknya merambat ke berbagai sektor dan menghambat kegiatan warga maupun pelayanan publik. Pemadaman yang berlangsung berjam-jam juga memunculkan pertanyaan mengenai ketahanan sistem kelistrikan, terutama dalam menghadapi gangguan pada infrastruktur vital. Dalam Siaran Pers Nomor 0041/STH/SETPER/2026 tertanggal 12 Oktober 2026, PLN Batam menyatakan telah mengerahkan tim teknis dan operasional untuk menangani gangguan, mengidentifikasi titik masalah, serta memulihkan sistem secara bertahap. Manager Komunikasi PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak. “Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas terganggunya pasokan listrik pada pagi hari ini. Saat ini, seluruh tim PLN Batam tengah bekerja secara maksimal untuk mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan,” ujar Yoga dalam keterangan resmi perusahaan. Ia menegaskan, penormalan dilakukan secara aman dan terukur sembari investigasi untuk mengetahui penyebab gangguan terus berlangsung. Hingga Selasa (13/10/2026) pagi, informasi yang tersedia menyebut sebagian besar gardu induk dan jaringan transmisi telah kembali dinormalkan. Pemulihan pasokan listrik kepada pelanggan dilaporkan telah melampaui 98 persen. Namun, persentase pemulihan tersebut tidak serta-merta memastikan seluruh pelanggan telah kembali menikmati listrik secara normal. Kondisi di masing-masing wilayah masih perlu dipastikan melalui pembaruan resmi PLN Batam. Perusahaan mengimbau masyarakat mengikuti perkembangan penanganan melalui kanal komunikasi resmi, termasuk Instagram @ptplnbatam, Facebook PT PLN Batam, serta Contact Center PLN Batam di nomor 0778 5702 123. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam materi pemberitaan terkait insiden ini, PLN Batam menyatakan kompensasi akan diberikan secara otomatis melalui tagihan bulan berikutnya. Besarannya disebut mencapai 10 persen bagi pelanggan reguler sesuai Pergub Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017, serta 15–25 persen bagi pelanggan layanan keandalan. Ketentuan, dasar perhitungan, cakupan pelanggan, dan besaran akhir kompensasi tetap perlu dipastikan melalui pengumuman resmi PLN Batam. Jika dugaan masuknya hewan liar terbukti, PLN perlu menjelaskan bagaimana gangguan tersebut dapat memengaruhi sistem dalam skala luas dan tindakan pengamanan apa yang akan diperkuat di fasilitas kelistrikan. Publik juga membutuhkan kejelasan mengenai evaluasi sistem proteksi, pengamanan area gardu induk, dan mekanisme penanganan gangguan agar risiko pemadaman serupa dapat ditekan. . Sumber: PT PLN Batam, Siaran Pers Nomor 0041/STH/SETPER/2026, 12 Oktober 2026; keterangan Manager Komunikasi PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama; serta informasi pemberitaan CNBC Indonesia, Kompas.com, Batamnews, dan Batamtoday.com, 12–13 Oktober 2026.
BATAM — Pemadaman listrik massal atau blackout yang melumpuhkan Batam, Bintan, dan Tanjungpinang sejak Senin (12/10/2026) pagi diduga dipicu masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan. Gangguan tersebut berdampak pada sekitar 411.219 pelanggan dan mengacaukan aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Kepulauan Riau. Berdasarkan informasi awal yang disampaikan PT PLN Batam dan diberitakan sejumlah media pada Selasa (13/10/2026), gangguan terjadi sekitar pukul 06.37 WIB. Insiden di Gardu Induk Sungai Harapan itu memicu gangguan pada sistem kelistrikan hingga menyebabkan pasokan listrik terputus secara meluas. Meski demikian, dugaan masuknya hewan liar belum dapat dinyatakan sebagai penyebab final sebelum hasil investigasi teknis diumumkan secara resmi. Bukan Sekadar Listrik Padam Dampak blackout tidak berhenti pada gelapnya rumah dan bangunan. Terputusnya pasokan listrik turut mengganggu layanan dasar masyarakat, mulai dari operasional pompa air bersih hingga jaringan komunikasi dan sinyal di sejumlah wilayah. Situasi ini memperlihatkan besarnya ketergantungan aktivitas masyarakat terhadap kestabilan sistem kelistrikan. Ketika pasokan listrik terhenti dalam skala luas, dampaknya merambat ke berbagai sektor dan menghambat kegiatan warga maupun pelayanan publik. Pemadaman yang berlangsung berjam-jam juga memunculkan pertanyaan mengenai ketahanan sistem kelistrikan, terutama dalam menghadapi gangguan pada infrastruktur vital. Dalam Siaran Pers Nomor 0041/STH/SETPER/2026 tertanggal 12 Oktober 2026, PLN Batam menyatakan telah mengerahkan tim teknis dan operasional untuk menangani gangguan, mengidentifikasi titik masalah, serta memulihkan sistem secara bertahap. Manager Komunikasi PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak. “Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas terganggunya pasokan listrik pada pagi hari ini. Saat ini, seluruh tim PLN Batam tengah bekerja secara maksimal untuk mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan,” ujar Yoga dalam keterangan resmi perusahaan. Ia menegaskan, penormalan dilakukan secara aman dan terukur sembari investigasi untuk mengetahui penyebab gangguan terus berlangsung. Hingga Selasa (13/10/2026) pagi, informasi yang tersedia menyebut sebagian besar gardu induk dan jaringan transmisi telah kembali dinormalkan. Pemulihan pasokan listrik kepada pelanggan dilaporkan telah melampaui 98 persen. Namun, persentase pemulihan tersebut tidak serta-merta memastikan seluruh pelanggan telah kembali menikmati listrik secara normal. Kondisi di masing-masing wilayah masih perlu dipastikan melalui pembaruan resmi PLN Batam. Perusahaan mengimbau masyarakat mengikuti perkembangan penanganan melalui kanal komunikasi resmi, termasuk Instagram @ptplnbatam, Facebook PT PLN Batam, serta Contact Center PLN Batam di nomor 0778 5702 123. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam materi pemberitaan terkait insiden ini, PLN Batam menyatakan kompensasi akan diberikan secara otomatis melalui tagihan bulan berikutnya. Besarannya disebut mencapai 10 persen bagi pelanggan reguler sesuai Pergub Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017, serta 15–25 persen bagi pelanggan layanan keandalan. Ketentuan, dasar perhitungan, cakupan pelanggan, dan besaran akhir kompensasi tetap perlu dipastikan melalui pengumuman resmi PLN Batam. Jika dugaan masuknya hewan liar terbukti, PLN perlu menjelaskan bagaimana gangguan tersebut dapat memengaruhi sistem dalam skala luas dan tindakan pengamanan apa yang akan diperkuat di fasilitas kelistrikan. Publik juga membutuhkan kejelasan mengenai evaluasi sistem proteksi, pengamanan area gardu induk, dan mekanisme penanganan gangguan agar risiko pemadaman serupa dapat ditekan. . Sumber: PT PLN Batam, Siaran Pers Nomor 0041/STH/SETPER/2026, 12 Oktober 2026; keterangan Manager Komunikasi PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama; serta informasi pemberitaan CNBC Indonesia, Kompas.com, Batamnews, dan Batamtoday.com, 12–13 Oktober 2026.

About