@themr.boxmanshow: In Mathew 21 and Mark 11, Jesus Christ curses a fig tree. The tree, with its leaves but no fruit, represented the Jewish leaders and their lack of genuine faith and righteousness. It foreshadowed the judgment that would come upon Jerusalem and the Temple. #TheChosen #JesusChrist #holy #HolyBible#Bible #God #Godsplan #prayer #prayers #Jesuslovesyou #bibleverse#Godisgood #christianity #Godspired #inspiration #faithjourney #catholic #protestant #orthodox #christianquotes #christ #gospel #saviour #lordjesus #religion #christian #christianliving #mothermary

thebrownlamb
thebrownlamb
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 29 June 2025 03:10:30 GMT
58213
6107
59
333

Music

Download

Comments

medina.wellness.n
Medina Wellness NYC :
Did you not read in scripture for it was written, “He hangered.”
2025-06-29 09:16:31
34
danwigsplitter123
D 😄 :
I love how Christ experienced human stresses and worries and the emotionally charged way we feel things. I believe he learned something about us he didn't fully realize... that as humans with all these God-like emotions, and imperfect.. it is incredibly hard to always control them.
2025-06-29 08:20:15
15
alexcordova714
alexcordova714 :
he was hangry it's normal for people to be hangry it shows his most human side of our father in heaven
2025-06-29 12:21:36
89
sowillsuebear
Sue Bear :
Our Creator 💯 teaches us many things in the physical as an illustration for Spiritual matters 🔥
2025-06-29 09:18:15
26
mariano.figueroa54
Mariano Figueroa :
careful we will be deceived 👁️👃👂🫲🫱
2025-06-29 05:18:20
2
purnell_fmily
The Purnell Family :
Jesus is such an amazing teacher. They way he explains in metaphor’s and other ways to make us think instead of blantanly telling us.
2025-06-29 16:28:51
5
pandaboylt2
Pandaboylt :
What episode is this?
2026-01-13 06:29:02
0
gnarly_36
Gnarly_35 :
what is this song from I just want the sound to fall asleep to
2025-08-01 16:15:09
0
eochris28
T H È Ó :
While watching Season 5, I was like what the hek are you doing disciples?! Jesus is trying to tell them the signs, his words and yet they don’t get it. I was crying and hurt everytime Jesus cry and sad. 😭
2025-07-03 11:09:22
2
d1z27
Denver Choonoo :
thank you jesus Amen 🙏
2025-06-29 09:06:50
1
kyokoyoshimaru
kyoko yoshimaru :
he was stressed...0.o
2025-06-29 04:06:45
4
sj_kiwi3
𝒮𝒶𝓇𝒶𝒽 𝒟𝒶𝓌𝓃 :
Never loose Faith hold on to it
2025-07-04 08:05:37
0
official_martins001
official_martins001 :
Make my life bear fruit for you Rabbi
2025-06-29 09:40:59
1
gothika_2000
Ivonne GOTHIKA🖤🖤🖤 :
I've seen my series 5x already love it💯💯💯💯🖤🖤🖤🖤
2025-06-29 03:40:20
0
johnvantassel3
EVOLUTION :
They seen me survive their attacks and poisoning. Earth Angel JUDGEMENT
2025-06-30 11:24:49
0
princessfrincesss
Baby Rosello :
I believed and I received. Amen 🙏
2025-07-01 09:09:04
0
cisco40920
CiscoAmazinggg🦅 :
Amen 💛💛💛
2025-07-04 03:57:19
0
user6173370797967faith
faithful Blessing :
Amen Amen Amen
2025-07-13 08:42:39
0
moniegogue
Monie Gogue :
Believe and allow him to have your Hearts Pray Daily
2025-06-29 18:01:53
0
mw0292
MW :
What a message .. We should all bear fruit for our Lord. Every season is different some are more difficult than others!
2025-06-30 01:15:55
0
bws1722
B :
I need to get on the new season💪🙏
2025-06-29 22:58:41
0
mary504223
☘️🌈 🫶🏽🌻 :
Amen 🙏🏽
2025-07-01 09:51:31
0
damodw91
Damodw91 :
Amen
2025-06-30 09:44:55
0
mukisa.joseph.266
Jesus's hope foundation :
Amen 🙏
2025-06-30 01:29:32
0
daddykevin_3
Kevin H :
Amen 🙏
2025-06-29 05:18:40
0
To see more videos from user @themr.boxmanshow, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV: Tuan Muda Namamu y/n, usiamu baru menginjak 21 tahun. Kau berasal dari sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk-pikuk kota metropolitan. Sejak ayahmu meninggal beberapa tahun lalu, kau hanya tinggal berdua dengan ibumu. Kehidupan kalian sederhana, bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun terkadang kau harus berpikir keras. Namun, semuanya berubah ketika kondisi kesehatan ibumu semakin memburuk. Ibumu menderita gagal ginjal kronis, penyakit yang membuatnya harus menjalani cuci darah secara rutin agar kondisinya tetap terjaga. Biaya pengobatan, perjalanan ke rumah sakit, serta kebutuhan sehari-hari membuat tabungan kalian perlahan habis. Kau sebenarnya ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah lulus SMA. Sayangnya, keadaan memaksamu mengubur impian itu untuk sementara waktu. Akhirnya, kau memutuskan merantau ke kota. Dengan sebuah koper kecil, sejumlah uang tabungan, dan harapan untuk mendapatkan pekerjaan, kau meninggalkan kampung halaman demi satu tujuan: menyelamatkan ibumu. Setelah beberapa hari mencari pekerjaan, kau menemukan sebuah lowongan yang cukup menjanjikan. Sebuah keluarga kaya sedang mencari pelayan tambahan untuk kediaman mereka. Gaji yang ditawarkan sangat besar, bahkan cukup untuk membantu membiayai pengobatan ibumu setiap bulan. Tanpa membuang waktu, kau segera mengirimkan lamaran. Dan siapa sangka, dua hari kemudian kau mendapatkan panggilan wawancara. Namun, ada satu hal yang belum kau ketahui. Rumah tempatmu melamar pekerjaan itu bukan rumah milik keluarga biasa. Melainkan kediaman seorang pengusaha muda yang namanya dikenal hampir di seluruh penjuru negeri. Lee Heeseung. Pria berusia 28 tahun yang terkenal kaya raya, berwajah rupawan, dan memiliki sifat dingin. Ia jarang tersenyum, tidak suka membuang waktu, serta dikenal sangat tegas terhadap siapa pun yang bekerja untuknya. Dan mulai hari itu, kehidupanmu perlahan akan berubah. Pagi itu, kau berdiri di depan sebuah gerbang besar dengan kedua tangan menggenggam erat map berisi berkas lamaran. Kau bahkan harus mendongak untuk melihat ujung pagar rumah tersebut. 'Astaga, ini rumah atau istana?' Itulah yang pertama kali terlintas dalam pikiranmu. Setelah menyebutkan tujuan kedatangan kepada penjaga, kau dipersilakan masuk. Seorang kepala pelayan mengantarmu menuju ruang kerja majikan rumah itu. Di sana, sudah ada tiga perempuan yang duduk menunggu giliran wawancara. Kau pun duduk di kursi paling ujung, berusaha menenangkan diri. Tak lama kemudian, pintu ruangan terbuka. Seorang pria bertubuh tinggi memasuki ruangan dengan kemeja hitam dan celana bahan senada. Wajahnya tampan, tetapi sorot matanya begitu tajam hingga membuat siapa pun berpikir dua kali sebelum berbicara sembarangan. Ketiga pelamar langsung berdiri. Begitu pula denganmu. Pria itu duduk di kursi kebesarannya, kemudian meletakkan sebuah berkas di atas meja.
POV: Tuan Muda Namamu y/n, usiamu baru menginjak 21 tahun. Kau berasal dari sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk-pikuk kota metropolitan. Sejak ayahmu meninggal beberapa tahun lalu, kau hanya tinggal berdua dengan ibumu. Kehidupan kalian sederhana, bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun terkadang kau harus berpikir keras. Namun, semuanya berubah ketika kondisi kesehatan ibumu semakin memburuk. Ibumu menderita gagal ginjal kronis, penyakit yang membuatnya harus menjalani cuci darah secara rutin agar kondisinya tetap terjaga. Biaya pengobatan, perjalanan ke rumah sakit, serta kebutuhan sehari-hari membuat tabungan kalian perlahan habis. Kau sebenarnya ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah lulus SMA. Sayangnya, keadaan memaksamu mengubur impian itu untuk sementara waktu. Akhirnya, kau memutuskan merantau ke kota. Dengan sebuah koper kecil, sejumlah uang tabungan, dan harapan untuk mendapatkan pekerjaan, kau meninggalkan kampung halaman demi satu tujuan: menyelamatkan ibumu. Setelah beberapa hari mencari pekerjaan, kau menemukan sebuah lowongan yang cukup menjanjikan. Sebuah keluarga kaya sedang mencari pelayan tambahan untuk kediaman mereka. Gaji yang ditawarkan sangat besar, bahkan cukup untuk membantu membiayai pengobatan ibumu setiap bulan. Tanpa membuang waktu, kau segera mengirimkan lamaran. Dan siapa sangka, dua hari kemudian kau mendapatkan panggilan wawancara. Namun, ada satu hal yang belum kau ketahui. Rumah tempatmu melamar pekerjaan itu bukan rumah milik keluarga biasa. Melainkan kediaman seorang pengusaha muda yang namanya dikenal hampir di seluruh penjuru negeri. Lee Heeseung. Pria berusia 28 tahun yang terkenal kaya raya, berwajah rupawan, dan memiliki sifat dingin. Ia jarang tersenyum, tidak suka membuang waktu, serta dikenal sangat tegas terhadap siapa pun yang bekerja untuknya. Dan mulai hari itu, kehidupanmu perlahan akan berubah. Pagi itu, kau berdiri di depan sebuah gerbang besar dengan kedua tangan menggenggam erat map berisi berkas lamaran. Kau bahkan harus mendongak untuk melihat ujung pagar rumah tersebut. 'Astaga, ini rumah atau istana?' Itulah yang pertama kali terlintas dalam pikiranmu. Setelah menyebutkan tujuan kedatangan kepada penjaga, kau dipersilakan masuk. Seorang kepala pelayan mengantarmu menuju ruang kerja majikan rumah itu. Di sana, sudah ada tiga perempuan yang duduk menunggu giliran wawancara. Kau pun duduk di kursi paling ujung, berusaha menenangkan diri. Tak lama kemudian, pintu ruangan terbuka. Seorang pria bertubuh tinggi memasuki ruangan dengan kemeja hitam dan celana bahan senada. Wajahnya tampan, tetapi sorot matanya begitu tajam hingga membuat siapa pun berpikir dua kali sebelum berbicara sembarangan. Ketiga pelamar langsung berdiri. Begitu pula denganmu. Pria itu duduk di kursi kebesarannya, kemudian meletakkan sebuah berkas di atas meja. "Silakan duduk." Suaranya rendah dan terdengar dingin. Satu per satu pelamar menyerahkan berkas mereka. Pria itu memeriksa semuanya dengan ekspresi datar, sesekali mengajukan pertanyaan singkat mengenai pengalaman kerja dan kemampuan mereka. Sampai akhirnya, tibalah giliranmu. Dengan langkah ragu, kau maju dan menyerahkan map yang sejak tadi kau genggam. "Silakan perkenalkan diri." Kau menelan ludah. "Na-nama saya Y/N, Tuan. Usia saya 21 tahun. Saya lulusan SMA dan berasal dari sebuah desa di luar kota." Pria itu membuka berkasmu. Matanya bergerak membaca setiap informasi yang tertera di sana. "Kamu hanya lulusan SMA?" Kepalamu langsung tertunduk. "Iya, Tuan." "Pengalaman kerja?" "Belum pernah bekerja secara resmi, Tuan. Tapi saya terbiasa mengurus rumah, memasak, mencuci, dan melakukan pekerjaan rumah lainnya." Heeseung tidak langsung menjawab. Keheningan itu membuat jemarimu semakin dingin. Kau tahu, dibandingkan ketiga pelamar lainnya, pengalamanmu mungkin tidak ada apa-apanya. Namun, kau tidak punya pilihan lain. (+💬) #pov #heeseung #evan #fyp

About