@alixlapri: now who tf said that????

Alix Lapri
Alix Lapri
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 16 July 2025 22:20:33 GMT
123760
6677
72
82

Music

Download

Comments

rhyenbrown
SHE_RHYEN_NICOLE :
That was definitely Effie 🥰🥰😂😂😂
2025-07-17 00:27:15
80
itzjakob.ee
￴ ￴ ￴￴￴ ￴￴￴ ￴ ￴ ￴ ￴￴ ￴ ￴ ￴￴￴ :
Ms. Alix……
2025-07-17 06:27:08
7
zaydastar123
ZAY⭐️ :
I’m still stuck on you getting married and my heart❤️‍🩹 will never be the same 😪🙃
2025-07-19 04:26:39
2
lamborghinileeskiiii
lamborghinileeskiiii🍸🐆🌸 :
I’ve actually started so
2025-07-25 01:16:45
0
debonairleflair
Debonair Le’Flair :
Alix who said that? 😭😂😂😂
2025-07-18 23:54:10
0
janaiwrighttv
Ja Nai WrightTV :
Oh my God 😦….. hello?
2025-07-19 13:38:20
1
yayornai_
yayornai_ :
uhh uuh Effie !
2025-07-18 02:41:03
4
tbr_vdot
Vedal Se'Van :
Oop
2025-07-17 16:35:04
1
kaymattox
Kay Bae 🫶🏾 :
one i don’t have a MAN.. two who you yelling at?!? 🙂
2025-07-17 16:03:38
20
1mc_438
🥇MC_records :
😂😂😅😂 Wife 👑😈
2025-08-08 18:33:27
0
donelldraper
Donell Draper :
Pretty eyes 👀
2025-12-26 17:09:54
0
tshehofatso_noko
Tsheho Legend :
the beautiful Effie ☺️
2025-07-22 06:58:38
1
abdallah.bouliwell
Abdallah bouliwell sow :
really beautiful
2025-08-16 01:02:31
0
user8434538059919
user8434538059919 :
ever thought of visiting south Africa 🥰?
2025-07-23 08:49:11
0
elhaje.domere.dia
Elhaje Domere Diallo :
Tariq
2025-07-24 19:15:05
0
theoriginalcurly
Lenaaa💋🌹 :
Alixxx 😍😍😍
2025-07-16 23:36:45
0
ulasi_val
Ulasi Valentine Chukwuebuka :
I love this girl like mad
2025-07-22 16:20:33
1
brighttuvado07
B. T. V. :
My fav 😘😘
2025-07-19 22:19:45
1
chuck_da_infinite9
Chuck_da_infinite9 :
Well damn Lmaoo
2025-07-18 12:47:24
0
str8.sm0k3
Str8Sm0k3 :
I done did a deep dive lol fine as hell
2026-02-11 18:18:46
0
reeeskii
Ree’ :
Ily
2025-07-20 00:12:12
0
the_brada
BradAndrewsOne :
👏🏼 👏🏼 👏🏼 YESSS
2025-07-20 09:16:52
0
tchalale
Tchalale :
you are very biutfull
2025-07-19 17:29:26
0
djtoturntablesmaster
VLT :
Wow beautiful 🌹🌹🌹🌹
2025-07-17 02:09:45
0
To see more videos from user @alixlapri, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sejak hari penjemputan di bandara itu, dinamika di antara kalian berubah drastis. Jay yang selalu hangat, penuh perhatian, dan pandai mencairkan suasana seolah menjadi tempat berlindung baru bagimu. Berbeda dengan Sunghoon yang penuh benteng pertahanan, bersama Jay kamu bisa kembali menjadi dirimu yang dulu—tanpa perlu merasa menjadi beban atau pengikis harga diri seseorang. Siang itu, kamu duduk di sebuah kafe. Di depanmu, Jay sedang sibuk memotong kue red velvet lalu menggeser piringnya mendekat ke arahmu.
Sejak hari penjemputan di bandara itu, dinamika di antara kalian berubah drastis. Jay yang selalu hangat, penuh perhatian, dan pandai mencairkan suasana seolah menjadi tempat berlindung baru bagimu. Berbeda dengan Sunghoon yang penuh benteng pertahanan, bersama Jay kamu bisa kembali menjadi dirimu yang dulu—tanpa perlu merasa menjadi beban atau pengikis harga diri seseorang. Siang itu, kamu duduk di sebuah kafe. Di depanmu, Jay sedang sibuk memotong kue red velvet lalu menggeser piringnya mendekat ke arahmu. "Cobain deh, ini manisnya pas. Gak kayak espresso yang biasa diminum Sunghoon," gurau Jay dengan senyum khasnya yang menawan. Kamu tertawa pelan, mengambil suapan kecil. "Enak! Makasih ya, Jay. Kamu selalu tahu cara bikin suasana hatiku membaik." "Tugas utamaku kan memang bikin kamu senyum lagi," Balas Jay tulus. Matanya menatapmu lembut, ada selapis perhatian mendalam yang tak pernah ia sembunyikan sejak ia kembali. "Aku gak tahu pasti apa yang terjadi antara kamu dan Sunghoon selama aku di luar negeri. Tapi yang aku tahu, aku gak suka liat kamu sedih kayak kemarin." Jemarimu memegang cangkir teh lebih erat. Kalimat Jay begitu menenangkan, menghangatkan bagian dadamu yang sempat membeku akibat penolakan Sunghoon. Namun, ketenangan itu tak bertahan lama. Suara denting pintu kafe berbunyi, disusul aura dingin yang mendadak memenuhi ruangan. Sunghoon melangkah masuk. Pria itu mengenakan kemeja hitam formal, tampak baru saja menyelesaikan urusan bisnis keluarga. Pandangan Sunghoon langsung terkunci pada meja kalian—pada posisimu yang duduk sangat dekat dengan Jay, dan pada tangan Jay yang baru saja terulur untuk merapikan helai rambut di pipimu. Langkah Sunghoon terhenti sejenak. Rahangnya mengeras rapat, kilat di matanya begitu tajam hingga mampu menusuk siapapun yang menatapnya. "Sunghoon? Sini gabung!" Panggil Jay santai sambil melambaikan tangan, sama sekali tak terpengaruh oleh raut menyeramkan kembarannya. Sunghoon melangkah mendekat, namun ia tidak duduk. Ia berdiri menjulang di samping meja kalian, menatapmu yang reflek menunduk dan menarik diri dari jangkauan Jay. "Papa nyariin lo di kantor, Jay. Ada berkas ekspansi yang harus lo tanda tangani sekarang," Ucap Sunghoon dengan suara dingin, sedikit bergetar menahan emosi. Jay menaikkan sebelah alisnya, lalu melirik jam tangan mewahnya. "Oh ya? Yaudah kalau gitu. Y/n, aku antar kamu pulang dulu ya sebelum ke kantor?" "Gak usah!" Potong Sunghoon cepat sebelum kamu sempat menjawab. Tatapan matanya berpindah menghunusmu. "Dia pulang sama gue." "Bukannya, lagi marahan ya?" Tanya Jay tenang namun tajam, seolah sengaja memancing reaksi kembarannya. "Biar gue aja yang antar Y/n. Kasihan dia kalau harus di mobil sama orang yang selalu pasang muka judes." Suasana di meja itu mendadak hening dan mencekik. Sunghoon mengepalkan tangannya kuat-kuat di sisi tubuh, menatap Jay dengan penuh permusuhan, lalu beralih menatapmu yang masih membisu—menunggu keputusanmu yang berada dalam kebimbangan. "Aku pulang sama kamu aja," Ucapmu pelan akhirnya, sambil memalingkan wajah dari Sunghoon. Jemarimu terulur meraih ujung lengan kemeja Jay, menggenggamnya erat seolah meminta perlindungan. Sentuhan jarimu di lengan Jay menjadi sumbu yang memicu ledakan di dada Sunghoon. Mata gelap pria itu melebar seperkian detik, menatap jemarimu yang memegang kemeja kembarannya—sebuah gestur yang dulu selalu menjadi hak miliknya. Udara di sekitar kalian mendadak terasa begitu dingin dan mencekik. Rahang Sunghoon mengeras, membendung luapan amarah, cemburu, dan rasa kehilangan yang datang menghantamnya tanpa ampun. Jay melirik pegangan tanganmu di lengannya, lalu tersenyum tipis—sebuah senyuman penuh kemenangan yang tersembunyi halus. Ia menepuk punggung tanganmu lembut sebelum kembali menatap Sunghoon yang berdiri kaku bagai patung. "Dengar sendiri kan, Hoon?" ucap Jay tenang, suaranya mengalun santai namun menusuk. "Biar gue yang antar Y/n pulang. Lo bisa duluan ke kantor, nanti gue nyusul." Comsec++ #Sunghoon #jay #enhypen #pov

About