@anhpaiday: Một nghiên cứu còn cho thấy chơi Puzzle giúp tăng thêm 4 điểm IQ. Vậy tại sao không nhỉ 🔆 #anhPaiday #parenting #puzzle #toddlersoftiktok #CapCut

Mẹ Pai đây 🍍
Mẹ Pai đây 🍍
Open In TikTok:
Region: VN
Wednesday 29 October 2025 00:52:08 GMT
2309
13
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @anhpaiday, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ulah hayang ka alem, ulah hayang di anggap ku jalma, ulah hayang di bere ku jalma, kudu inget dunia teh hina jeung hirup teh moal lila. — Abuya Uci Turtusi Ini wejangan tasawuf/akhlak yang intinya: Jangan beramal, kerja, atau bersikap baik dengan tujuan biar dipuji, dihargai, disebut hebat. - Amal jadi riya’ = ibadah yang pahalanya hangus karena niatnya buat manusia, bukan Allah. - Hati jadi gampang sakit. Dipuji dikit senang, dicuekin dikit kecewa. Hidupmu dikontrol sama omongan orang. --> Lakukan kebaikan meski nggak ada yang lihat. Kalau ada pujian, anggap itu ujian supaya nggak sombong. 2. Ulah hayang di anggap ku jalma = Jangan cari pengakuan/status di mata manusia. >Jangan ngejar "diakui", "dianggap penting", "dihormati" sama orang. Jangan hidup buat ngejaga citra. - Jatuh ke penyakit *sum’ah* dan *ujub*= ingin didengar dan merasa lebih tinggi. - Kamu jadi nggak berani jujur, takut salah, takut nggak disukai. Akhirnya munafik sama diri sendiri. --> Fokus ke "tashihun niyyah" - lurusin niat. Yang penting Allah tahu, bukan 1000 orang tahu. 3. Ulah hayang di bere ku jalma = Jangan menggantungkan diri pada pemberian manusia. >Jangan jadikan manusia sebagai pusat harapan, sandaran rezeki, dan sumber kebahagiaan. Jangan jadi peminta-minta secara hati. - Hati jadi hina, gampang dikecewakan, gampang diperbudak orang yang punya kuasa/uang. - Hilang sifat *qana’ah* dan *tawakal*. Padahal rezeki itu dari Allah. --> Usaha maksimal, tapi hati tetap nyandar ke Allah. Diberi manusia syukur, nggak diberi juga nggak benci. 4. Kudu inget dunia teh hina jeung hirup teh moal lila = Harus ingat dunia itu rendah dan hidup nggak lama. Ini alasan kenapa 3 poin di atas penting. 'Dunia itu hina' = nilainya kecil di sisi Allah. Nabi ﷺ bilang, "Kalau dunia ini punya nilai di sisi Allah sebesar sayap nyamuk, niscaya orang kafir nggak akan diberi minum seteguk air pun." 'Hidup nggak lama' = umur terbatas, nggak ada waktu buat buang-buang energi ngejar hal fana. Kalau kamu sadar ini, otomatis hati jadi ringan. Ngapain capek-capek ngejar pujian manusia kalau hidup cuma 60-70 tahun? Mending dipakai buat hal yang dibawa mati: amal ikhlas, ilmu manfaat, akhlak baik. --- Kesimpulan inti: Abuya Uci mau kita latihan "ikhlas" dan "istiqnah" - cukup dengan Allah. Bebasin diri dari 3 belenggu: pujian manusia, pengakuan manusia, dan pemberian manusia. Karena selama hati masih ngarep ke manusia, dia nggak akan tenang. Ini berat, makanya disebut ->tirakat hati. Tapi kalau kebiasa, hidup jadi jauh lebih tenang dan nggak gampang goyah. #abuyauciturtusi #nasihatdiri #fypp #kalamguru" width="135" height="240">
Ulah hayang ka alem, ulah hayang di anggap ku jalma, ulah hayang di bere ku jalma, kudu inget dunia teh hina jeung hirup teh moal lila. — Abuya Uci Turtusi Ini wejangan tasawuf/akhlak yang intinya: "bersihin niat dan lepasin ketergantungan hati dari manusia". Kalau dibedah rinci: 1. Ulah hayang ka alem = Jangan cari pujian. >Jangan beramal, kerja, atau bersikap baik dengan tujuan biar dipuji, dihargai, disebut hebat. - Amal jadi riya’ = ibadah yang pahalanya hangus karena niatnya buat manusia, bukan Allah. - Hati jadi gampang sakit. Dipuji dikit senang, dicuekin dikit kecewa. Hidupmu dikontrol sama omongan orang. --> Lakukan kebaikan meski nggak ada yang lihat. Kalau ada pujian, anggap itu ujian supaya nggak sombong. 2. Ulah hayang di anggap ku jalma = Jangan cari pengakuan/status di mata manusia. >Jangan ngejar "diakui", "dianggap penting", "dihormati" sama orang. Jangan hidup buat ngejaga citra. - Jatuh ke penyakit *sum’ah* dan *ujub*= ingin didengar dan merasa lebih tinggi. - Kamu jadi nggak berani jujur, takut salah, takut nggak disukai. Akhirnya munafik sama diri sendiri. --> Fokus ke "tashihun niyyah" - lurusin niat. Yang penting Allah tahu, bukan 1000 orang tahu. 3. Ulah hayang di bere ku jalma = Jangan menggantungkan diri pada pemberian manusia. >Jangan jadikan manusia sebagai pusat harapan, sandaran rezeki, dan sumber kebahagiaan. Jangan jadi peminta-minta secara hati. - Hati jadi hina, gampang dikecewakan, gampang diperbudak orang yang punya kuasa/uang. - Hilang sifat *qana’ah* dan *tawakal*. Padahal rezeki itu dari Allah. --> Usaha maksimal, tapi hati tetap nyandar ke Allah. Diberi manusia syukur, nggak diberi juga nggak benci. 4. Kudu inget dunia teh hina jeung hirup teh moal lila = Harus ingat dunia itu rendah dan hidup nggak lama. Ini alasan kenapa 3 poin di atas penting. 'Dunia itu hina' = nilainya kecil di sisi Allah. Nabi ﷺ bilang, "Kalau dunia ini punya nilai di sisi Allah sebesar sayap nyamuk, niscaya orang kafir nggak akan diberi minum seteguk air pun." 'Hidup nggak lama' = umur terbatas, nggak ada waktu buat buang-buang energi ngejar hal fana. Kalau kamu sadar ini, otomatis hati jadi ringan. Ngapain capek-capek ngejar pujian manusia kalau hidup cuma 60-70 tahun? Mending dipakai buat hal yang dibawa mati: amal ikhlas, ilmu manfaat, akhlak baik. --- Kesimpulan inti: Abuya Uci mau kita latihan "ikhlas" dan "istiqnah" - cukup dengan Allah. Bebasin diri dari 3 belenggu: pujian manusia, pengakuan manusia, dan pemberian manusia. Karena selama hati masih ngarep ke manusia, dia nggak akan tenang. Ini berat, makanya disebut ->tirakat hati. Tapi kalau kebiasa, hidup jadi jauh lebih tenang dan nggak gampang goyah. #abuyauciturtusi #nasihatdiri #fypp #kalamguru

About