@toktoralieva_m: #токтогул #жетиген #кыргызстан🇰🇬 🏔️

🦭
🦭
Open In TikTok:
Region: SE
Sunday 09 November 2025 03:48:17 GMT
196068
8176
42
546

Music

Download

Comments

bishkek708
Erlan :
Биз үчүн биринде кең, биринде тар, Өмүрдүн жылдар, айлар, мүнөтү бар
2025-11-09 07:21:39
36
user8082969942105
..... :
Үч-терек Айылымды сагындым Барып келгендей болдум чооң рахмат 🥰🥰🥰🥰
2025-11-09 18:30:28
5
e15ursova
e15ursova :
Уч Терек 😍
2025-11-10 15:31:45
1
user92885230625702
тигр :
эхх бул жолдо далай издер калды.
2025-11-10 09:19:01
1
tilekova_n5
tilekova_n :
Жаш болсонда коопту тушунчусун. Жазгы гулдой 🦋
2025-11-11 12:00:46
3
aidai.bolotbekovna1
Айдош❤️ :
Токтогул баары бир Токтогулда😍
2025-11-12 20:40:32
0
akjnvna
🤍 :
Жетиген сагындым❤️
2025-11-09 14:53:05
1
_5707331
_ :
Можно текст
2026-01-02 13:40:26
0
user84486659367922
Кариночка 💘 :
Я красивенькая?) 🫡
2025-11-11 03:32:14
0
abdinurova13
abdinurova13 :
Уч-Терек😍
2025-11-10 17:39:30
3
bakytbekova.010
a.... :
@~а @S/A @•𝓐𝓵.𝓴𝓰•
2025-11-10 16:20:33
1
kaniblanc
kaniblanc :
……💔
2025-11-18 21:58:02
0
user3861172031624
Б.К. :
☝️😊🍀👍🏻☺️🌸🖐🏽✊🏼😎
2025-11-11 08:43:44
0
vesta01.05
🍃🍃 :
👍
2025-11-11 05:35:53
0
damirabekenovna
Дамира :
🤔
2025-11-11 05:24:10
0
solopltbul
Thomas Andre :
😂
2025-11-27 04:19:31
0
aiaaidh2891919182881
⚡⚡⚡⚡ :
🥰
2025-11-10 13:05:21
0
di242522
🌸🌸🌸 БЕКЖАНОВА 🌸🌸🌸 :
😞😞😞
2025-11-10 05:35:46
0
user15151515152323
user15151515152323 :
💔
2025-11-09 13:20:44
0
stanbekalmazbekov
stanbekalmazbekov :
Уч Терек
2025-11-09 12:31:56
3
0555.s7
0555.s7 :
Жетиген👍🏻
2025-11-09 12:56:30
3
amantur_bayken
Амантур :
рахмат ай биздин Уч-терек, соонун чыгыптыр
2025-11-09 13:10:11
3
avera068
kanbolotov_444 :
эх жаштык ошорден откоргон кундор жакшы болчу😍😍❤️
2025-11-09 15:29:28
2
user93081944191025
жашоо бар жашаш керек :
токтогул озунчо кетмен тообо орону уч Терек
2025-11-09 16:25:50
1
To see more videos from user @toktoralieva_m, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sebagian orang menangis karena dosanya. Namun para ahli makrifat menangis karena sesuatu yang lebih halus daripada dosa. Mereka menangis ketika melihat dalam hatinya masih ada rasa bangga terhadap diri sendiri. Karena dosa yang disadari sering kali melahirkan taubat. Sedangkan ujub membuat seseorang merasa tidak perlu bertaubat. Ia merasa amalnya cukup. Ilmunya cukup. Ibadahnya cukup. Padahal sejak saat itulah hijab mulai turun menutupi hati. Dalam Al-Hikam, Ibnu Athaillah as-Sakandari mengisyaratkan bahwa salah satu tanda kebodohan seorang hamba adalah ketika ia melihat amal sebagai sebab keselamatannya, lalu lupa bahwa semua amal itu sendiri adalah karunia Allah. Para ulama tasawuf menyebutnya sebagai hijab an-nafs — tabir diri. Bukan tabir yang menghalangi mata melihat dunia. Tetapi tabir yang menghalangi hati melihat Allah. Seseorang mungkin telah meninggalkan banyak maksiat. Namun selama ia masih melihat dirinya lebih baik daripada orang lain, perjalanan ruhnya belum selesai. Dalam Ihya Ulumuddin, Abu Hamid al-Ghazali menjelaskan bahwa ujub adalah pohon yang akarnya tertanam dalam kebodohan terhadap hakikat diri sendiri. Sebab jika manusia benar-benar mengenal dirinya, ia akan menyadari bahwa setiap kebaikan berasal dari Allah, sedangkan kekurangan berasal dari dirinya. Allah berfirman: > فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ "Seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan menggantikan kalian dengan suatu kaum yang berbuat dosa lalu mereka memohon ampun kepada Allah, kemudian Allah mengampuni mereka." (HR. Muslim) Hadis ini bukan mengajarkan meremehkan dosa. Tetapi menunjukkan bahwa Allah mencintai hamba yang kembali kepada-Nya dengan kerendahan hati. Sementara kesombongan adalah sifat yang pertama kali menjatuhkan Iblis. Ia tidak jatuh karena berzina. Tidak pula karena mencuri. Tetapi karena merasa dirinya lebih baik. Para arif billah mengatakan: "Dosa yang melahirkan kehinaan diri lebih dekat kepada keselamatan daripada ketaatan yang melahirkan kesombongan." Sebab orang yang menangisi dosanya masih mengetuk pintu Allah. Sedangkan orang yang sibuk mengagumi dirinya sering kali tidak sadar bahwa ia telah berdiri jauh dari pintu itu. Maka ketika engkau melihat amalmu banyak, lihatlah terlebih dahulu berapa banyak nikmat Allah yang belum mampu engkau syukuri. Ketika engkau melihat ilmumu luas, lihatlah betapa luasnya ilmu Allah yang tidak akan pernah mampu engkau jangkau. Dan ketika engkau merasa lebih baik daripada orang lain, ingatlah bahwa penutup hidup seseorang masih menjadi rahasia Allah. Boleh jadi orang yang hari ini kau pandang penuh dosa akan menjadi kekasih Allah sebelum ajal menjemputnya. Dan boleh jadi orang yang hari ini bangga dengan amalnya justru terjatuh oleh rasa bangga itu sendiri. Hijab yang paling tebal bukanlah dosa yang terlihat oleh manusia. Hijab yang paling tebal adalah ketika seorang hamba mulai melihat dirinya, lalu berhenti melihat Allah sebagai sumber segala kebaikan. Al faqirul Ilmi Al hallajz #fy #sunyi #tasawuf #marifat #renungandiri " width="135" height="240">
Sebagian orang menangis karena dosanya. Namun para ahli makrifat menangis karena sesuatu yang lebih halus daripada dosa. Mereka menangis ketika melihat dalam hatinya masih ada rasa bangga terhadap diri sendiri. Karena dosa yang disadari sering kali melahirkan taubat. Sedangkan ujub membuat seseorang merasa tidak perlu bertaubat. Ia merasa amalnya cukup. Ilmunya cukup. Ibadahnya cukup. Padahal sejak saat itulah hijab mulai turun menutupi hati. Dalam Al-Hikam, Ibnu Athaillah as-Sakandari mengisyaratkan bahwa salah satu tanda kebodohan seorang hamba adalah ketika ia melihat amal sebagai sebab keselamatannya, lalu lupa bahwa semua amal itu sendiri adalah karunia Allah. Para ulama tasawuf menyebutnya sebagai hijab an-nafs — tabir diri. Bukan tabir yang menghalangi mata melihat dunia. Tetapi tabir yang menghalangi hati melihat Allah. Seseorang mungkin telah meninggalkan banyak maksiat. Namun selama ia masih melihat dirinya lebih baik daripada orang lain, perjalanan ruhnya belum selesai. Dalam Ihya Ulumuddin, Abu Hamid al-Ghazali menjelaskan bahwa ujub adalah pohon yang akarnya tertanam dalam kebodohan terhadap hakikat diri sendiri. Sebab jika manusia benar-benar mengenal dirinya, ia akan menyadari bahwa setiap kebaikan berasal dari Allah, sedangkan kekurangan berasal dari dirinya. Allah berfirman: > فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ "Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia lebih mengetahui siapa yang bertakwa." (QS. An-Najm: 32) Ayat ini bukan hanya larangan memuji diri dengan lisan. Tetapi juga larangan memuji diri dalam hati. Karena ada orang yang diam dari pujian manusia, namun dalam hatinya ia masih memuji dirinya sendiri. Inilah hijab yang sangat halus. Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda: > "Seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan menggantikan kalian dengan suatu kaum yang berbuat dosa lalu mereka memohon ampun kepada Allah, kemudian Allah mengampuni mereka." (HR. Muslim) Hadis ini bukan mengajarkan meremehkan dosa. Tetapi menunjukkan bahwa Allah mencintai hamba yang kembali kepada-Nya dengan kerendahan hati. Sementara kesombongan adalah sifat yang pertama kali menjatuhkan Iblis. Ia tidak jatuh karena berzina. Tidak pula karena mencuri. Tetapi karena merasa dirinya lebih baik. Para arif billah mengatakan: "Dosa yang melahirkan kehinaan diri lebih dekat kepada keselamatan daripada ketaatan yang melahirkan kesombongan." Sebab orang yang menangisi dosanya masih mengetuk pintu Allah. Sedangkan orang yang sibuk mengagumi dirinya sering kali tidak sadar bahwa ia telah berdiri jauh dari pintu itu. Maka ketika engkau melihat amalmu banyak, lihatlah terlebih dahulu berapa banyak nikmat Allah yang belum mampu engkau syukuri. Ketika engkau melihat ilmumu luas, lihatlah betapa luasnya ilmu Allah yang tidak akan pernah mampu engkau jangkau. Dan ketika engkau merasa lebih baik daripada orang lain, ingatlah bahwa penutup hidup seseorang masih menjadi rahasia Allah. Boleh jadi orang yang hari ini kau pandang penuh dosa akan menjadi kekasih Allah sebelum ajal menjemputnya. Dan boleh jadi orang yang hari ini bangga dengan amalnya justru terjatuh oleh rasa bangga itu sendiri. Hijab yang paling tebal bukanlah dosa yang terlihat oleh manusia. Hijab yang paling tebal adalah ketika seorang hamba mulai melihat dirinya, lalu berhenti melihat Allah sebagai sumber segala kebaikan. Al faqirul Ilmi Al hallajz #fy #sunyi #tasawuf #marifat #renungandiri

About