@jaggte: Barse Naina 🧊 #jagte #chayan #rumii #hindisong #bollywood

Jagte
Jagte
Open In TikTok:
Region: AU
Sunday 23 November 2025 09:51:54 GMT
23190
1342
10
36

Music

Download

Comments

niaaaa2603
niaaaa2603 :
Damn u sound amazing
2025-11-23 09:56:41
2
emanchoudhary._
🦢 :
So gooddd
2025-11-23 10:04:51
1
raabbiiiii
Rabi ✨ :
🤍🤍
2025-11-23 10:35:43
0
zubizubi714
🖤🖤🖤 :
💖
2025-11-24 09:06:19
0
To see more videos from user @jaggte, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#POV #Jeonghan  Beberapa bulan berlalu. Dan hidup gue akhirnya terasa normal lagi. Aneh ya. Dulu gue pikir kalau Jeonghan pergi, hidup gue bakal kosong. Ternyata nggak. Ada banyak hal yang tetap jalan. Ada Mira yang tiap hari masih gangguin gue. Ada Mingyu yang entah kenapa sekarang jadi bagian dari rutinitas gue. Awalnya cuma sering ketemu karena satu gedung. Terus jadi sering makan bareng. Terus jadi orang yang selalu nanya gue udah makan atau belum. Dan tanpa gue sadar...Dia jadi orang yang bikin semuanya terasa lebih gampang. Hari itu gue baru keluar dari apartemen. Mingyu udah nunggu di bawah.
#POV #Jeonghan Beberapa bulan berlalu. Dan hidup gue akhirnya terasa normal lagi. Aneh ya. Dulu gue pikir kalau Jeonghan pergi, hidup gue bakal kosong. Ternyata nggak. Ada banyak hal yang tetap jalan. Ada Mira yang tiap hari masih gangguin gue. Ada Mingyu yang entah kenapa sekarang jadi bagian dari rutinitas gue. Awalnya cuma sering ketemu karena satu gedung. Terus jadi sering makan bareng. Terus jadi orang yang selalu nanya gue udah makan atau belum. Dan tanpa gue sadar...Dia jadi orang yang bikin semuanya terasa lebih gampang. Hari itu gue baru keluar dari apartemen. Mingyu udah nunggu di bawah. "Lu lama." Gue lihat jam. "Baru lima menit." "Ya lima menit itu lama." Gue ketawa kecil. "Lebay." "Lu baru sadar?" Gue geleng. Dan mungkin dari luar semuanya kelihatan biasa. Sampai...Gue lihat seseorang berdiri nggak jauh dari sana. Langkah gue langsung berhenti. Jeonghan. Dia berdiri di depan gedung. Lama. Kayak udah nunggu dari tadi. Ekspresinya beda. Bukan Jeonghan yang dulu. Bukan Jeonghan yang suka bercanda. Bukan Jeonghan yang selalu sok santai. Sekarang dia kelihatan capek. Dan marah. Mingyu langsung sadar. "Y/N." Gue nggak jawab. Jeonghan jalan mendekat. "Lu bahagia?" Suaranya pelan. Tapi bikin gue diam. "Lu..." "Jawab gue." Gue tarik napas. "Jeonghan, jangan mulai." Dia ketawa kecil. Tapi nggak ada lucunya. "Jangan mulai?" Dia lihat Mingyu. "Lu sekarang sama dia?" Gue diam. Dan diam gue kayak jawaban buat dia. Ekspresinya langsung berubah. "Serius?" "Setelah semua yang kita lewatin?" "Lu bisa langsung ganti gue?" Gue langsung mengernyit. "Lu ga ngerti." "Ga ngerti?" Suaranya naik. "Terus apa?" "Gue kehilangan semuanya gara-gara satu kesalahan." "Gue udah minta maaf." "Gue udah nyari lu." "Tapi lu malah..." Dia lihat Mingyu. "Lu malah milih dia." Gue mulai nggak nyaman. "Jeonghan, cukup." Tapi dia nggak berhenti. "Lu tahu nggak berapa lama gue mikirin lu?" "Berapa kali gue nunggu lu balas chat?" "Berapa kali gue datang ke tempat lu?" "Gue cuma minta satu kesempatan." Gue lihat dia. "Jeonghan" Suara gue mulai kecil. "Kita udah selesai." Kalimat itu bikin dia diam. Beberapa detik. Terus dia ketawa pelan. "Selesai?" "..." "Lu gampang banget ngomong itu." Gue mundur sedikit. "Karena gue udah capek." Dan mungkin itu kalimat yang paling bikin dia hancur. Karena selama ini...Jeonghan selalu yakin gue bakal tetap ada. Selalu yakin gue bakal balik. Tapi sekarang...Gue nggak. "Lu berubah." Dia ngomong pelan. "Gue berubah karena gue harus." Jeonghan ngedeket. "Jangan pergi dari gue." Gue langsung diam. "..." "Please" Suaranya mulai bergetar. "Gue nggak bisa." "Lu nggak ngerti." "Gue udah kehilangan lu sekali." "Gue nggak bakal biarin itu kejadian lagi." Gue mulai takut. Bukan karena dia ngomong keras. Tapi karena cara dia lihat gue. Kayak dia udah nggak dengar apa pun selain pikirannya sendiri. "Jeonghan, lepasin." Baru gue sadar...Tangannya udah pegang pergelangan tangan gue. Nggak keras. Tapi cukup bikin gue panik. "Lu ikut gue." "Ga mau." "Y/N." "Nggak." Untuk pertama kalinya gue benar-benar takut sama dia. "Lu sakit ya?" Kalimat itu keluar begitu aja. Dan ekspresinya berubah. Seolah kata-kata gue kena banget. "Gue cuma cinta sama lu." "Tapi cara lu cinta gue bikin gue takut." "Y/N." Suara Mingyu terdengar. Jeonghan langsung nengok. "Jangan ikut campur." Mingyu jalan ngdeket. "Cara lu ngomong ga gentle." Jeonghan ketawa kecil. "Lu pikir lu siapa?" "Orang yang sekarang ada di samping dia." Jawaban Mingyu tenang. Dan itu malah bikin Jeonghan makin emosi. "Lu datang pas semuanya udah selesai." "Lu nggak tahu apa-apa tentang gue sama dia." Mingyu lihat dia. "Iya." "Gue nggak tahu semuanya." "Tapi gue tahu satu hal." "Dia takut sama lu sekarang." Kalimat itu bikin Jeonghan diam. Karena itu benar. Dan mungkin itu yang paling sakit. Beberapa detik kemudian semuanya berubah cepat. Jeonghan yang udah kehilangan kontrol maju. Mingyu langsung narik gue ke belakangnya. "Y/N, mundur." Tapi Jeonghan nggak dengar. Emosinya udah menang. Sampai akhirnya...Ada benda kecil yang keluar dari tangannya. Seketika suasana berubah. [💬] #seventeen #FYP #xyzbca

About