@megianghi1: Đau đâu dán đó giảm đau ngay tức thì, ấm nóng suốt 12h #xuhuong #viral #thinhhanh #miengdangiamdau #eguoo

Mẹ Gia Nghi
Mẹ Gia Nghi
Open In TikTok:
Region: VN
Tuesday 25 November 2025 03:00:13 GMT
5403
20
9
4

Music

Download

Comments

chonniemnha
Niệm Nhã :
Nóng nhiều ko chị
2025-11-25 14:35:21
0
dung.nhi227
Dung Nhi :
tiện lắm shop
2025-11-25 12:48:51
0
oanh.kuun6
🐎Oanah👀 :
Xài hiệu quả lắm c
2025-11-25 05:15:47
0
thuythichmuado.020
Thùy Mua Rồi Review ✨ :
Xài đỡ lắm nha bà
2025-11-25 04:44:43
0
changchang.1995
Chang 995 :
tui đau lưng quá chắc cũg thử
2025-11-25 05:58:28
0
ppphanhuuloc
BinPhan :
Em cũng mua cho mẹ sài, mẹ khen quá tr
2025-11-25 03:24:08
0
lethimylan97
Lê Thị Mỹ Lan :
xài hiệu quả lắm ak
2025-11-25 06:16:26
0
tuyettuyet292
Tuyết Tuyết :
Giảm đau hiệu quả lắm nè
2025-11-25 04:13:27
0
halanne06
tuổi 23 :
Trải nghiệm khá ổn, đáng để thử]
2025-11-25 03:24:03
0
To see more videos from user @megianghi1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

‎ ‎Udara di ruangan terasa lebih dingin. ‎ ‎Ramiris menggigil kecil. ‎ ‎{Itu menyeramkan...} ‎ ‎Mirror Rimuru melanjutkan. ‎ ‎{White Numbers bukan pasukan biasa.} ‎ ‎{Mereka bukan monster.} ‎ ‎{Mereka bukan roh.} ‎ ‎{Mereka adalah orang-orang yang pernah hidup... lalu ditulis ulang.} ‎ ‎Ciel langsung menandai kalimat itu. ‎ ‎《Ditulis ulang?》 ‎ ‎{Information Core mereka diubah.} ‎ ‎Rimuru membeku. ‎ ‎Sebagai seseorang yang memahami betapa pentingnya Information Core, ia langsung menyadari arti ucapan itu. ‎ ‎{Itu berarti... jiwa mereka masih ada?} ‎ ‎Mirror Rimuru tidak langsung menjawab. ‎ ‎{Fragmennya.} ‎ ‎Hanya satu kata. ‎ ‎Namun cukup membuat suasana menjadi jauh lebih berat. ‎ ‎Di langit, mata putih itu perlahan bergerak. ‎ ‎Bukan mendekat. ‎ ‎Melainkan... menoleh ke arah timur. ‎ ‎《Master!》 ‎ ‎Suara Ciel terdengar cepat. ‎ ‎《Retakan ruang baru terdeteksi di wilayah timur Tempest!》 ‎ ‎{Apa?!} ‎ ‎Benimaru langsung berdiri. ‎ ‎{Jarak?} ‎ ‎《Sekitar 42 kilometer dari ibu kota.》 ‎ ‎Guy menyipitkan mata. ‎ ‎{Dia mengalihkan perhatian kita?} ‎ ‎Mirror Rimuru langsung menggeleng. ‎ ‎{Tidak.} ‎ ‎Ekspresinya berubah pucat. ‎ ‎{Itu bukan pengalihan.} ‎ ‎Rimuru menatapnya tajam. ‎ ‎{Kau tahu apa itu?} ‎ ‎Mirror Rimuru mengepalkan tangan. ‎ ‎Beberapa detik ia tampak ragu. ‎ ‎Lalu akhirnya, dengan suara pelan ia berkata— ‎ ‎{Kontak pertama.} ‎ ‎BOOOOM!!! ‎ ‎Tanah bergetar hebat. ‎ ‎Cahaya putih meledak di kejauhan. ‎ ‎Peta sihir di tengah ruangan langsung berubah. ‎ ‎Satu titik putih muncul. ‎ ‎Kemudian— ‎ ‎titik kedua. ‎ ‎Ketiga. ‎ ‎Keempat. ‎ ‎Semuanya bergerak menuju Tempest. ‎ ‎Ciel berbicara cepat. ‎ ‎《Empat keberadaan terdeteksi.》 ‎ ‎《Tekanan energi sangat tinggi.》 ‎ ‎《Setiap individu diperkirakan berada pada level True Dragon.》 ‎ ‎Ramiris menjerit. ‎ ‎{EMPAT SEKALIGUS?!} ‎ ‎Milim malah tersenyum tegang. ‎ ‎{Baru mulai menarik.} ‎ ‎Namun Mirror Rimuru tidak tersenyum. ‎ ‎Sama sekali. ‎ ‎Ia menatap titik-titik putih itu dengan tatapan yang dipenuhi ketakutan dan penyesalan. ‎ ‎Lalu berbisik pelan— ‎ ‎{Tidak mungkin...} ‎ ‎{Kenapa mereka datang secepat ini...?} ‎ ‎Rimuru mendekat. ‎ ‎{Siapa mereka?} ‎ ‎Mirror Rimuru menutup mata sejenak. ‎ ‎Kemudian membukanya kembali dengan tatapan yang sangat berat. ‎ ‎{Kalau aku benar...} ‎ ‎{Salah satu dari mereka adalah...} ‎ ‎Ia berhenti. ‎ ‎Seolah bahkan mengucapkan namanya terasa menyakitkan. ‎ ‎Di luar, langit timur kembali retak. ‎ ‎Dan dari dalam cahaya putih... ‎ ‎terdengar suara seorang gadis. ‎ ‎Lembut. ‎ ‎Ceria. ‎ ‎Sangat familiar. ‎ ‎{Rimuru...?} ‎ ‎Seluruh tubuh Rimuru membeku. ‎ ‎Karena ia mengenali suara itu. ‎ ‎Milim. ‎
‎ ‎Udara di ruangan terasa lebih dingin. ‎ ‎Ramiris menggigil kecil. ‎ ‎{Itu menyeramkan...} ‎ ‎Mirror Rimuru melanjutkan. ‎ ‎{White Numbers bukan pasukan biasa.} ‎ ‎{Mereka bukan monster.} ‎ ‎{Mereka bukan roh.} ‎ ‎{Mereka adalah orang-orang yang pernah hidup... lalu ditulis ulang.} ‎ ‎Ciel langsung menandai kalimat itu. ‎ ‎《Ditulis ulang?》 ‎ ‎{Information Core mereka diubah.} ‎ ‎Rimuru membeku. ‎ ‎Sebagai seseorang yang memahami betapa pentingnya Information Core, ia langsung menyadari arti ucapan itu. ‎ ‎{Itu berarti... jiwa mereka masih ada?} ‎ ‎Mirror Rimuru tidak langsung menjawab. ‎ ‎{Fragmennya.} ‎ ‎Hanya satu kata. ‎ ‎Namun cukup membuat suasana menjadi jauh lebih berat. ‎ ‎Di langit, mata putih itu perlahan bergerak. ‎ ‎Bukan mendekat. ‎ ‎Melainkan... menoleh ke arah timur. ‎ ‎《Master!》 ‎ ‎Suara Ciel terdengar cepat. ‎ ‎《Retakan ruang baru terdeteksi di wilayah timur Tempest!》 ‎ ‎{Apa?!} ‎ ‎Benimaru langsung berdiri. ‎ ‎{Jarak?} ‎ ‎《Sekitar 42 kilometer dari ibu kota.》 ‎ ‎Guy menyipitkan mata. ‎ ‎{Dia mengalihkan perhatian kita?} ‎ ‎Mirror Rimuru langsung menggeleng. ‎ ‎{Tidak.} ‎ ‎Ekspresinya berubah pucat. ‎ ‎{Itu bukan pengalihan.} ‎ ‎Rimuru menatapnya tajam. ‎ ‎{Kau tahu apa itu?} ‎ ‎Mirror Rimuru mengepalkan tangan. ‎ ‎Beberapa detik ia tampak ragu. ‎ ‎Lalu akhirnya, dengan suara pelan ia berkata— ‎ ‎{Kontak pertama.} ‎ ‎BOOOOM!!! ‎ ‎Tanah bergetar hebat. ‎ ‎Cahaya putih meledak di kejauhan. ‎ ‎Peta sihir di tengah ruangan langsung berubah. ‎ ‎Satu titik putih muncul. ‎ ‎Kemudian— ‎ ‎titik kedua. ‎ ‎Ketiga. ‎ ‎Keempat. ‎ ‎Semuanya bergerak menuju Tempest. ‎ ‎Ciel berbicara cepat. ‎ ‎《Empat keberadaan terdeteksi.》 ‎ ‎《Tekanan energi sangat tinggi.》 ‎ ‎《Setiap individu diperkirakan berada pada level True Dragon.》 ‎ ‎Ramiris menjerit. ‎ ‎{EMPAT SEKALIGUS?!} ‎ ‎Milim malah tersenyum tegang. ‎ ‎{Baru mulai menarik.} ‎ ‎Namun Mirror Rimuru tidak tersenyum. ‎ ‎Sama sekali. ‎ ‎Ia menatap titik-titik putih itu dengan tatapan yang dipenuhi ketakutan dan penyesalan. ‎ ‎Lalu berbisik pelan— ‎ ‎{Tidak mungkin...} ‎ ‎{Kenapa mereka datang secepat ini...?} ‎ ‎Rimuru mendekat. ‎ ‎{Siapa mereka?} ‎ ‎Mirror Rimuru menutup mata sejenak. ‎ ‎Kemudian membukanya kembali dengan tatapan yang sangat berat. ‎ ‎{Kalau aku benar...} ‎ ‎{Salah satu dari mereka adalah...} ‎ ‎Ia berhenti. ‎ ‎Seolah bahkan mengucapkan namanya terasa menyakitkan. ‎ ‎Di luar, langit timur kembali retak. ‎ ‎Dan dari dalam cahaya putih... ‎ ‎terdengar suara seorang gadis. ‎ ‎Lembut. ‎ ‎Ceria. ‎ ‎Sangat familiar. ‎ ‎{Rimuru...?} ‎ ‎Seluruh tubuh Rimuru membeku. ‎ ‎Karena ia mengenali suara itu. ‎ ‎Milim. ‎

About