@quotes.cloud1: قناتي تيلقرام بالبايو 🤍 #اكسبلور #اقتباسات #تويتر #اكسبلورexplore #دعاء

إقتِبَاسَات 🌿
إقتِبَاسَات 🌿
Open In TikTok:
Region: SA
Tuesday 23 December 2025 21:36:44 GMT
198077
2388
5
485

Music

Download

Comments

asd80555
asd :
الحمد لله
2026-03-01 18:32:22
1
lipru1
أنّ :
ايش الخط اللي استعملتيه من تطبيق صممتي ؟
2026-05-19 13:37:59
0
lolo22.20
ليان🦌 :
الحمدلله
2025-12-31 23:24:17
0
ss_s912
ss_s91 :
😂😂😂
2026-03-04 00:58:29
0
sam141516
sam :
😁😁😁
2026-03-26 06:20:47
0
To see more videos from user @quotes.cloud1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Penjelasan 👇  Ini adalah pertanyaan klasik yang dikenal sebagai Paradoks Omnipotensi. Pertanyaan ini sebenarnya adalah logical trap (jebakan logika) karena dirancang agar jawaban
Penjelasan 👇 Ini adalah pertanyaan klasik yang dikenal sebagai Paradoks Omnipotensi. Pertanyaan ini sebenarnya adalah logical trap (jebakan logika) karena dirancang agar jawaban "Ya" maupun "Tidak" sama-sama terlihat melemahkan konsep Tuhan Yang Maha Kuasa. Berikut adalah bagaimana para teolog, filsuf, dan apologis (pembela iman) biasanya menjawabnya: 1. Jawaban Logis-Filosofis (Paling Umum) "Tuhan tidak dapat melakukan hal yang secara logika mustahil." Banyak filsuf (seperti C.S. Lewis atau Thomas Aquinas) berargumen bahwa "Maha Kuasa" berarti mampu melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk dilakukan. Hal-hal yang kontradiktif secara logika (seperti "lingkaran persegi", "2+2=5", atau "batu yang tak terangkat oleh pengangkat segalanya") bukanlah "sesuatu" yang bisa diciptakan; itu hanyalah kata-kata tanpa makna nyata. Jadi, jawabannya: Ketidakmampuan Tuhan melakukan hal yang logis-nya absurd bukan berarti kelemahan, karena hal tersebut bukan objek kekuasaan yang valid. 2. Jawaban Teologis Alternatif "Tuhan bisa menciptakan batu itu, DAN Dia juga bisa mengangkatnya." Beberapa teolog berargumen bahwa Tuhan berada di atas hukum logika manusia. Bagi Tuhan, kontradiksi bukan masalah. Jadi, Dia bisa menciptakan batu yang tak terangkat, lalu tetap mengangkatnya. Ini terdengar aneh bagi akal manusia, tetapi jika Tuhan benar-benar Maha Kuasa, Dia tidak terikat oleh hukum logika Aristoteles. 3. Jawaban Sederhana untuk Diskusi Kasual "Pertanyaannya cacat logika." Ibaratnya bertanya: "Bisakah kamu membuat warna yang tidak bisa dilihat?" Jika warnanya tidak bisa dilihat, apakah itu masih warna? Begitu pula, jika ada batu yang tidak bisa diangkat oleh Yang Maha Kuasa, maka definisi "Maha Kuasa" sudah dilanggar sejak awal dalam premis pertanyaan. Kesimpulan Singkat: Bagi banyak pemikir, pertanyaan ini bukan bukti ketiadaan Tuhan, melainkan batas bahasa dan logika manusia dalam memahami konsep "Kekekalan" dan "Kemahakuasaan". Namun, bagi ateis/agnostik, pertanyaan ini tetap efektif untuk menunjukkan bahwa konsep "Maha Kuasa" sering kali tidak konsisten jika didefinisikan secara harfiah tanpa batasan logika. #filsafat #viral #Logic #fyp #education

About