@prrosperaa: what the ripples sees, MILI #mili #hsr #hsrtrailer #hsrcreators #HonkaiStarRail

Prospera. 𓏲ּ𝄢 🌘☀️🔆
Prospera. 𓏲ּ𝄢 🌘☀️🔆
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 25 December 2025 17:28:56 GMT
19091
1097
5
128

Music

Download

Comments

miyakiuuu
Miyako // みやこ :
MILIII AND HSR MEMTIONED
2025-12-26 01:24:08
12
nakogaki
Nakogaki :
cerydra 💙😻
2026-01-19 05:33:07
1
ma9icaltime
𔓕 ֗ ׅ 𝓜ayo ּ ᪄ᰥ᪃ ִֶָ :
WHATT NO ONE TOLD ME THIS SONG IS ALREADY RELEASED
2025-12-26 11:03:26
2
miyakiuuu
Miyako // みやこ :
ODJ FUCK NO DUDE DONT MAKE ME CRY
2025-12-26 01:24:22
0
miyakiuuu
Miyako // みやこ :
CYRENE MY WIFE I MISS U SM
2025-12-26 01:24:34
0
To see more videos from user @prrosperaa, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Data on-chain ungkap pola menarik di tengah koreksi harga Ethereum (ETH). Cointelegraph mengutip data Santiment per 28 Mei 2026 melaporkan whale Ethereum, yaitu wallet yang hold minimal 100.000 ETH, telah akumulasi total 17,41 juta ETH. Angka ini adalah level tertinggi dalam 9 minggu terakhir dan setara 22,03% dari total supply ETH yang beredar. Yang menarik, akumulasi ini terjadi justru saat harga ETH turun. Data Santiment juga sebelumnya catat whale aktif borong 140.000 ETH (~US$322 juta) dalam 96 jam awal Mei, di range harga US$2.000-2.140. Total balance wallet whale meningkat dari 13,83 juta ETH ke 13,98 juta ETH per 3 Mei, lanjut akumulasi ke level sekarang. Konteks pasar yang relevan: ETF Ethereum spot udah catat US$356 juta net inflow di April 2026, akhiri streak outflow 5-6 bulan beruntun. Sekitar 30% supply ETH (37 juta ETH) lagi staked, jadi liquidity sell pressure berkurang. Plus, network upgrade Glamsterdam ditarget Juni 2026 yang berpotensi 3x lipat throughput Layer 1. Buat audiens crypto Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati dengan kritis. Pertama, akumulasi whale historis sering jadi indikator menarik karena investor skala besar biasanya beli agresif saat konsolidasi sebelum apresiasi harga. Tapi pattern ini BUKAN garansi harga bakal naik. Whale juga bisa salah, dan eksekusi mereka dengan modal besar punya konteks berbeda dari investor retail. Kedua, situasi market saat ini masih volatile karena perang Iran, AS-Cuba, inflasi AS 3,8%, dan rupiah lemah Rp17.850. Risk-off sentiment masih kuat. Ketiga, strategi yang umum: DCA (Dollar Cost Averaging), tidak FOMO ikut whale, sesuaikan eksposur ETH dengan profil risiko masing-masing, dan hindari leverage tinggi saat market volatile. Pantau katalis utama: ETF flow Ethereum, perkembangan Glamsterdam upgrade, plus sentimen makro global dalam beberapa minggu ke depan.@Konten.Com #kontencom #kontencomxtws  Sumber : TWS #trading #ethereum #CapCut
Data on-chain ungkap pola menarik di tengah koreksi harga Ethereum (ETH). Cointelegraph mengutip data Santiment per 28 Mei 2026 melaporkan whale Ethereum, yaitu wallet yang hold minimal 100.000 ETH, telah akumulasi total 17,41 juta ETH. Angka ini adalah level tertinggi dalam 9 minggu terakhir dan setara 22,03% dari total supply ETH yang beredar. Yang menarik, akumulasi ini terjadi justru saat harga ETH turun. Data Santiment juga sebelumnya catat whale aktif borong 140.000 ETH (~US$322 juta) dalam 96 jam awal Mei, di range harga US$2.000-2.140. Total balance wallet whale meningkat dari 13,83 juta ETH ke 13,98 juta ETH per 3 Mei, lanjut akumulasi ke level sekarang. Konteks pasar yang relevan: ETF Ethereum spot udah catat US$356 juta net inflow di April 2026, akhiri streak outflow 5-6 bulan beruntun. Sekitar 30% supply ETH (37 juta ETH) lagi staked, jadi liquidity sell pressure berkurang. Plus, network upgrade Glamsterdam ditarget Juni 2026 yang berpotensi 3x lipat throughput Layer 1. Buat audiens crypto Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati dengan kritis. Pertama, akumulasi whale historis sering jadi indikator menarik karena investor skala besar biasanya beli agresif saat konsolidasi sebelum apresiasi harga. Tapi pattern ini BUKAN garansi harga bakal naik. Whale juga bisa salah, dan eksekusi mereka dengan modal besar punya konteks berbeda dari investor retail. Kedua, situasi market saat ini masih volatile karena perang Iran, AS-Cuba, inflasi AS 3,8%, dan rupiah lemah Rp17.850. Risk-off sentiment masih kuat. Ketiga, strategi yang umum: DCA (Dollar Cost Averaging), tidak FOMO ikut whale, sesuaikan eksposur ETH dengan profil risiko masing-masing, dan hindari leverage tinggi saat market volatile. Pantau katalis utama: ETF flow Ethereum, perkembangan Glamsterdam upgrade, plus sentimen makro global dalam beberapa minggu ke [email protected] #kontencom #kontencomxtws Sumber : TWS #trading #ethereum #CapCut

About