@politikdotin: Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi, mengungkap rangkaian dugaan skandal di balik kasus korupsi kuota haji 2024 yang kini menjerat eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Dalam pengakuannya di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Kamis (15/1), Islah menyebut adanya keterlibatan lingkaran inti Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dalam proses negosiasi kuota tambahan yang dianggap menyimpang. Kejanggalan Delegasi di Arab Saudi Islah membeberkan bahwa saat kunjungan ke Arab Saudi tahun 2023 untuk membahas tambahan 20.000 kuota haji, Presiden Jokowi justru tidak melibatkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Alih-alih mengajak menteri teknis, Jokowi disebut membawa Menpora saat itu, Dito Ariotedjo, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Mensesneg Pratikno. "Kata Gus Yaqut, sampai saat itu dia tidak dilibatkan. Presiden malah mengajak Dito," ungkap Islah. Ia juga menyoroti latar belakang Dito yang merupakan menantu dari pemilik biro travel haji besar, Fuad Hasan Masyhur (Maktour), yang menimbulkan spekulasi konflik kepentingan dalam pembagian kuota. Dugaan "Pengasingan" Yaqut ke Eropa Salah satu poin paling krusial dalam kesaksian Islah adalah dugaan upaya Jokowi menghalangi Yaqut memberikan kesaksian di hadapan Panitia Khusus (Pansus) Angket Haji DPR. Yaqut disebut diperintahkan menggantikan Prabowo Subianto untuk menghadiri konferensi di Prancis. Misi yang seharusnya hanya berlangsung tiga hari itu diklaim diperpanjang secara sengaja hingga 24 hari atas arahan Istana. "Dia diputar-putar di Eropa agar masa kerja Pansus DPR selesai. Tujuannya agar Yaqut terhindar dari pemanggilan," tegas Islah. Target Utama: Ketua Umum PBNU? Islah meyakini bahwa kasus hukum yang menjerat Gus Yaqut hanyalah instrumen untuk menekan kakaknya, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Ketua Umum PBNU. Menurutnya, Gus Yahya dianggap tidak bisa "dikendalikan" oleh lingkaran kekuasaan Jokowi di internal organisasi tersebut. Ia bahkan mengungkap adanya dugaan ancaman atau tawar-menawar politik (bargaining). "Ada tekanan: jika ingin adikmu (Yaqut) selamat, kamu (Gus Yahya) harus mundur dari jabatan Ketua Umum PBNU," klaim Islah menirukan narasi tekanan tersebut. KPK Sebagai "Palu Godam Politik" Menutup pernyataannya, Islah melontarkan kritik keras terhadap independensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menilai lembaga antirasuah tersebut telah berubah menjadi alat politik pasca-revisi UU KPK tahun 2019 dan pemilihan komisioner di akhir masa jabatan Jokowi. "KPK sudah menjadi palu godam politik. Formatur dan komisionernya sudah ditetapkan sebelum Jokowi lengser, sehingga independensinya selesai," pungkasnya.
politikdotin
Region: ID
Thursday 15 January 2026 08:52:42 GMT
Music
Download
Comments
Topoki20 :
hampir semua Mentri terjerat kasus korupsi menyebut nama Jokowi tapi gak pernah di pangil penyidik...😳
2026-01-15 16:21:33
778
Yoga Kusuma | Hijrah Digital :
Newcastle united emg paling suka ngalor ngidul
2026-01-15 13:57:32
235
Yudi bachtiar :
lah yg melobi dan meminta kan emang Jokowi saat ketemu MBS tapi kan yg membagi kuota itu kemenag🤣apa urusannya sama Dito? kan dia cuma mantunya doank tapi yg bgi tetep kemenag,Jokowi itu udah pensiun ngga mungkin bisa kendaliin kpk
2026-01-15 16:34:44
86
Sky_Cloud :
Sebegitu berkuasa'y kah pa jokowi..
Dia ga punya partai Lohhh...
Suara massa bisa di beli..
Inget kejadian alm gusdur siapa yg menggulingkan...
Padahal power alm gusdur kuat,punya massa,punya partai tapi masih bisa di gulingkan...
2026-01-15 13:32:42
27
Andi Matano :
Siapa yg buat kebijakan pembagian kuota 50:50....siapa yg eksekusi...terus siapa yang menikmati aliran dana
2026-01-15 13:57:47
11
Alfi Khair :
penambahan kuota haji tidak ada masalah yang jadi masalah pembagian kuota haji
2026-01-16 23:21:03
29
Habibi Ali :
semangat Gus..
ulah jokowi lg
2026-01-15 15:11:47
43
Arif Malik Hermawan :
pointnya bukan siapa yang ttd tambahan kouta, tapi bener ngga kouta tambahannya diperjual belikan dan aliran uangnya ke Yaqut seperti yang disangkakan KPK
2026-01-15 13:46:10
11
JIBRIL HIBAT :
kok gak yakin klau makjut gk tau koata haji sama sekali
2026-01-15 13:14:32
46
WAGIMAN DAHTUL :
yang saya sesalkan dari awal gak cerita seperti ini,baru muncul perkara vdi ceritakan...maaf kl BENAR
2026-01-16 00:21:27
1
Bejo forever :
mengalihkan isu ini..yg jadi masalah kan pembagian kuota reguler yg dimainkan bukan penambahan kuota haji dr arab saudi
2026-01-15 22:58:24
21
bagio :
liat juga aliran dana..Yg bertanggung jawab.. kpk tidak bodoh bro...
2026-01-16 00:58:25
6
Defriwijaya :
di bts juga ada nih orang wkwkw
2026-01-16 22:16:32
3
Hasan Jazuli :
pantas dulu cek keberangkatan fia onlen sebelum cofid berangkat tahun 2034, sekarang cek ulang jd tahun 2042
2026-01-15 16:42:02
1
Gooday :
jokowi: nih gue baru dapet tambahan kuota setalah kunjungan ke arab,silahkan pak metri agama atur gimana teknisnya alokasinya karena kementrian bapak yg bertugas ngurusin haji
2026-01-15 15:24:36
8
R 1 FAN :
hhhhhhhh.setiap kerjasama di bidang haji pastilah menteri agama ikut serta.semua ini opininya menjatuhkan politik keluarga pak Jokowi,karna kebijakan pak Jokowi tdk bisa di rasakan semua elit dan pejabat lainya.
2026-01-16 05:45:36
2
ji :
knp menteri menteri JKW pada masuk jebakan Betmen 😂😂😂😂😂
2026-01-17 14:38:22
1
Dhe Wan :
2 org ini ada listrik mati bergilir saja yg d salahkan pasti Jokowi.
2026-01-15 13:32:36
15
✨ MyLilibet 👸🏻 :
Mentri agama tetap harus bertanggung jawab, Silahkan diungkapkan kebenaran di persidangan. Agen travel yg kebagian jatah, juga harus diselidiki. Krn pasti ada beberapa agen haji yg kebagian jatah. Tetangga sy itu jadi korban Haji ini, yg 1 kaya raya berangkat haji dg biaya 250jt/orang (pdhl baru daftar blm lama), yg satu gak jd berangkat alias diundur
2026-01-15 22:40:00
2
Dika Prawira :
Dito itu yg ngemblikn dwit 27 M gak sih???
2026-01-15 12:03:00
1
Dolphin 🐬 :
kalau saran saya emang punya Bukti Kuat lsng ke persidangan biar terbuka semua....jgn podcast sana sini percuma tdk akan merubah hanya opini saja.🙃🙃
2026-01-17 00:11:27
0
mashuri :
ya suruh siapa ditandatangani ke orang lainnya, kalau urusan penting tanda tangani sendiri, jika ada yang membangkang mundur itu saja demi keamanan diri sendiri
2026-01-20 09:18:08
0
Rohaida :
Pantas KPK tidak menyentuh bos Maktour ,padahal ybs pernah di cekal!
2026-01-20 19:03:54
0
retiredtimetraveler :
Yaqut itu dakwaannya KICKBACK, jadi ga ada urusan sama putusan dll
2026-01-17 00:46:23
0
skyenux :
blok, minta kuota haji itu bukan korupsi blok
tapi pembagian jatah haji oleh yaqut lah yg kena korupsi blok
paham blok
2026-01-16 09:18:30
0
To see more videos from user @politikdotin, please go to the Tikwm
homepage.