@genmri1: Silicone Shift Knob Cover - For 5-Speed/6-Speed Manual Transmission - Easy to Install, Durable Soft Car Interior Accessory for Cars, Trucks and SUVs, Vehicle Upgrade, Fashion Design, Wear-Resistant Material, Trucker's Choice

Genmri
Genmri
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 14 February 2026 04:01:29 GMT
1505
1
1
1

Music

Download

Comments

sp1derwars
parker🌵🐢 :
I have six speed with reverse on the right side
2026-02-15 00:39:52
0
To see more videos from user @genmri1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pengecoran Kepala Rupang Buddha Nusantara Rampung, Ribuan Umat Saksikan Momen Sakral di Jakarta Suasana khidmat menyelimuti Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, Minggu (21/6/2026) malam. Tepat pukul 19.00 WIB, prosesi pengecoran bagian kepala Rupang Buddha Nusantara sebagai tahap akhir resmi diselesaikan di hadapan puluhan Bhikkhu Sangha dan ribuan umat Buddha yang memadati area vihara. Upacara ini sebagai rangkaian untuk menyambut Perayaan Tahun Kencana Setengah Abad Sangha Theravada Indonesia (STI).  Puncak rangkaian pengecoran Rupang Buddha berlangsung lancar diiringi alunan paritta yang dilantunkan para bhikkhu. Acara yang dipimpin Bhante Sukhemo ini berjalan dengan penuh kekhidmatan, dan cuaca cerah tampak bersahabat sepanjang prosesi berlangsung. Momen spesial tersebut merupakan tahap keenam dan terakhir dari rangkaian pengecoran Rupang Buddha Nusantara yang sebelumnya telah melewati lima kota besar di Indonesia. Tahap pertama digelar di Medan mewakili Pulau Sumatera, disusul Samarinda (Kalimantan), Bali, Palu (Sulawesi), dan Surabaya (Jawa).  Kini, Jakarta menjadi kota terakhir yang menyempurnakan proses pembuatan rupang dengan pengecoran bagian kepala. Rangkaian acara dimulai dengan persembahan dana logam bahan pengecoran oleh umat, yang berbarengan dengan pertunjukan seni tradisional khas Betawi dan Jakarta sebagai sesi pra-acara. Kemeriahan budaya ibukota turut mewarnai malam sakral itu sebelum seluruh peserta larut dalam puja bakti dan pesan Dhamma. Makna Bhumisparsa Mudra: Penakluk Sejati Dalam khotbahnya, Bhante Si Pannavaro menyampaikan pesan mendalam tentang filosofi Rupang Buddha Nusantara dengan sikap Bhumisparsa Mudra—sikap tangan menyentuh bumi. Menurutnya, gestur itu melambangkan Sang Guru Agung Buddha Gautama sebagai seorang penakluk yang agung.
Pengecoran Kepala Rupang Buddha Nusantara Rampung, Ribuan Umat Saksikan Momen Sakral di Jakarta Suasana khidmat menyelimuti Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, Minggu (21/6/2026) malam. Tepat pukul 19.00 WIB, prosesi pengecoran bagian kepala Rupang Buddha Nusantara sebagai tahap akhir resmi diselesaikan di hadapan puluhan Bhikkhu Sangha dan ribuan umat Buddha yang memadati area vihara. Upacara ini sebagai rangkaian untuk menyambut Perayaan Tahun Kencana Setengah Abad Sangha Theravada Indonesia (STI). Puncak rangkaian pengecoran Rupang Buddha berlangsung lancar diiringi alunan paritta yang dilantunkan para bhikkhu. Acara yang dipimpin Bhante Sukhemo ini berjalan dengan penuh kekhidmatan, dan cuaca cerah tampak bersahabat sepanjang prosesi berlangsung. Momen spesial tersebut merupakan tahap keenam dan terakhir dari rangkaian pengecoran Rupang Buddha Nusantara yang sebelumnya telah melewati lima kota besar di Indonesia. Tahap pertama digelar di Medan mewakili Pulau Sumatera, disusul Samarinda (Kalimantan), Bali, Palu (Sulawesi), dan Surabaya (Jawa). Kini, Jakarta menjadi kota terakhir yang menyempurnakan proses pembuatan rupang dengan pengecoran bagian kepala. Rangkaian acara dimulai dengan persembahan dana logam bahan pengecoran oleh umat, yang berbarengan dengan pertunjukan seni tradisional khas Betawi dan Jakarta sebagai sesi pra-acara. Kemeriahan budaya ibukota turut mewarnai malam sakral itu sebelum seluruh peserta larut dalam puja bakti dan pesan Dhamma. Makna Bhumisparsa Mudra: Penakluk Sejati Dalam khotbahnya, Bhante Si Pannavaro menyampaikan pesan mendalam tentang filosofi Rupang Buddha Nusantara dengan sikap Bhumisparsa Mudra—sikap tangan menyentuh bumi. Menurutnya, gestur itu melambangkan Sang Guru Agung Buddha Gautama sebagai seorang penakluk yang agung. "Tetapi bukan menaklukkan orang lain di medan peperangan, sama sekali bukan. Beliau disebut penakluk karena menaklukkan Mara," terang Bhante di hadapan umat yang menyimak dengan seksama. Bhante memaparkan lima jenis Mara yang menjadi penghalang bagi pencapaian tujuan spiritual maupun duniawi. Mara pertama adalah kematian—penghalang saat tujuan dan kesucian belum tercapai namun ajal datang terlebih dahulu. Mara kedua adalah hawa nafsu (kilesa), yang menjadi rintangan baik bagi para pertapa maupun perumah tangga. "Yang ketiga adalah buah karma yang besar, entah buruk maupun baik. Yang keempat adalah jasmani, perasaan, dan pikiran kita sendiri. Keempat mara ini bersifat personal, ada di dalam diri kita," lanjut Bhante. Sedangkan mara kelima, menurut Bhante, adalah Dewa Putta Mara atau Anak Dewa yang nakal. Meskipun berstatus dewa, ia selalu menghalangi siapa pun yang berkeinginan untuk berhasil. "Untuk menghadapinya, kita harus memegang sila, mengembangkan sati atau kesadaran, supaya wawasan yang bersih muncul dan tidak bisa diganggu oleh Dewa Putta Mara," tegas Bhante. Rupang Buddha Nusantara secara utuh akan bisa disaksikan pada Puncak Perayaan Tahun Kencana Setengah Abad Sangha Theravada Indonesia (STI) yang dijadwalkan berlangsung di ICE BSD, Tangerang Selatan, pada 13 Desember 2026 mendatang. Kehadiran Rupang Buddha Nusantara dengan segala simbolisme mendalam itu diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh umat akan perjalanan spiritual yang penuh makna, sekaligus harmoni budaya Nusantara yang menyatu dalam kebijaksanaan Dhamma. #viharajakartadhammacakkajaya #sanghatheravadaindonesia #rupangbuddha #nusantara #medkomsti

About