@svnoeftn13: Don't laugh, KSI😂# ksi#deji#comedy#trynottolaugh#bovboys

Happy
Happy
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 25 March 2026 12:35:13 GMT
403234
30799
29
1051

Music

Download

Comments

vengeance.or.smth
dark3ii :
man mr beast is so annoying
2026-03-27 23:11:17
996
itzjxhnn
𝐉. :
me and ksi trying not to laugh😂
2026-04-07 11:58:03
65
aresandtheboys
charlie :
The start of the first one and the end
2026-03-30 21:14:55
30
tman_lovesdrake
tman_0190🙇! :
the #2 is frying me🤣🤣🤣
2026-04-01 10:21:48
6
niklas_096
Niklas :
2026-03-26 03:00:13
50
joseph_m7
𝕵𝖔𝖘𝖊𝖕𝖍 :
2026-04-02 14:14:30
7
justcalm239
❤️‍🔥Aiko❤️‍🔥 :
Son
2026-04-03 00:36:09
0
timo.kukkonen
t1mkk0 :
Someones humour btw
2026-04-01 12:06:07
0
mallim4n
Malf1R :
it's not funny🗿
2026-04-01 10:09:12
0
manu_theobald
𝔐𝔞𝔫𝔲 𝔗𝔥𝔢𝔬𝔟𝔞𝔩𝔡 :
🥰🥰🥰
2026-04-06 09:23:57
0
francesconiessi1
Francesco :
😁😁😁
2026-03-30 10:19:56
0
manu_theobald
𝔐𝔞𝔫𝔲 𝔗𝔥𝔢𝔬𝔟𝔞𝔩𝔡 :
😂😂😂
2026-04-06 09:23:53
0
elle.x.15
elle :
🥰🥰🥰
2026-04-16 21:12:44
0
gyrozepelli10
Cr7 :
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2026-03-25 20:45:34
1
minedude5
Dario :
@Louminance.V (🇩🇪🦅)
2026-03-26 17:18:48
1
temetsi90
Temetsi90 :
😂😂😂
2026-03-25 15:51:58
2
To see more videos from user @svnoeftn13, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Extra Part 4 : Anugerah yang Tak Terduga Memasuki bulan kedua kehamilan, hormon di tubuh Y/N benar-benar sedang mengambil alih kewarasannya. Morning sickness parah, mudah lelah, dan yang paling parah... emosinya berubah menjadi sangat sensitif seperti bom waktu. Malam itu, Jake baru saja pulang usai menyelesaikan jadwal praktiknya di rumah sakit. Dengan wajah lelah namun berseri, cowok jangkung itu langsung masuk ke kamar, berniat memeluk istrinya untuk mengisi energi. Namun, baru saja Jake merentangkan tangan dan melangkah mendekat ke tepi kasur, Y/N mendadak menutup hidung dan mulutnya rapat-rapat. Wajah gadis itu memucat.
Extra Part 4 : Anugerah yang Tak Terduga Memasuki bulan kedua kehamilan, hormon di tubuh Y/N benar-benar sedang mengambil alih kewarasannya. Morning sickness parah, mudah lelah, dan yang paling parah... emosinya berubah menjadi sangat sensitif seperti bom waktu. Malam itu, Jake baru saja pulang usai menyelesaikan jadwal praktiknya di rumah sakit. Dengan wajah lelah namun berseri, cowok jangkung itu langsung masuk ke kamar, berniat memeluk istrinya untuk mengisi energi. Namun, baru saja Jake merentangkan tangan dan melangkah mendekat ke tepi kasur, Y/N mendadak menutup hidung dan mulutnya rapat-rapat. Wajah gadis itu memucat. "Jake, stop! Mundur! Jangan deket-deket aku!" pekik Y/N tiba-tiba. Jake membeku di tempat, matanya mengerjap bingung. "Loh? Kenapa, sayang? Aku baru pulang loh ini masa nggak boleh pel—" "Sana! Bau parfum kamu bikin aku mual banget! Campur bau rumah sakit, mual Jake, sumpah pengen muntah... Sana mandi dulu!" usir Y/N sambil mengibas-ngibaskan tangannya panik. Jake tertegun. Padahal ini parfum mahal yang biasanya selalu disukai Y/N. Namun, menyadari ini adalah ulah hormon kehamilan, sang Dokter pun hanya bisa menghela napas pasrah. "Iya, iya, Tuan Putri. Aku mandi sekarang. Jangan marah-marah ya, nanti tensinya naik," bujuk Jake lembut, lalu buru-buru menyingkir ke kamar mandi. Setengah jam kemudian, Jake keluar dari kamar mandi dengan rambut basah, tubuhnya murni hanya wangi sabun—sabun netral yang sengaja ia pakai agar istrinya tidak mual lagi. Namun, begitu keluar, pandangan Jake langsung disambut oleh pemandangan Y/N yang sedang memeluk lututnya di atas kasur, menangis sesenggukan dengan air mata yang membanjiri pipi. Jantung Jake rasanya langsung anjlok. Kepanikannya sebagai dokter otomatis mengambil alih. Ia melompat ke atas kasur, menarik Y/N ke dalam dekapannya. "Astaga, sayang! Kenapa nangis? Perutnya kram? Apanya yang sakit? Kita ke UGD sekarang ya?!" cecar Jake panik setengah mati, tangannya sibuk mengecek suhu dahi dan denyut nadi Y/N. Y/N menggeleng lemah, lalu menenggelamkan wajahnya di dada bidang Jake, menangis semakin keras. "A-aku ngerasa bersalah... Kamu pasti capek banget baru pulang kerja, tapi malah aku usir..." isak Y/N, emosi bumilnya benar-benar tak terkendali. "Maafin aku, Jake... Aku juga nggak tahu kenapa bau kamu tiba-tiba bikin mual... Padahal aku kangen banget pengen peluk..." Mendengar alasan istrinya menangis, helaan napas lega langsung lolos dari bibir Jake. Ketegangannya menguap. Tawa renyah nan maskulin perlahan mengalun dari dada yang sedang Y/N sandari. Jake memeluk erat tubuh bergetar istrinya, mengecup pucuk kepala Y/N berkali-kali dengan rasa gemas yang luar biasa membuncah. "Ya ampun, Sayang... Aku kira kamu kenapa-napa," bisik Jake sangat lembut, mengusap punggung Y/N menenangkan. "Gak apa-apa, sayang. Jangankan disuruh ganti sabun, disuruh mandi pakai sabun cuci piring pun aku rela asal kamu sama bayi kita sehat. Gak usah merasa bersalah, ini wajar kok efek hormon kehamilan kamu yang lagi tinggi banget." Y/N mendongak, matanya yang sembap menatap Jake. "Beneran nggak marah?" "Nggak akan pernah bisa," kekeh Jake, menghapus sisa air mata di pipi istrinya dengan ibu jari. Malam itu, Jake kembali merelakan lengannya menjadi bantal tidur sang istri. Merangkul segala mood swing dan keributan kecil di awal kehamilan ini dengan penuh cinta. Karena bagi Jake, menghadapi emosi bumil jauh lebih membahagiakan daripada harus melihat gadisnya terbaring sakit seperti dulu Memasuki bulan keenam kehamilan, jadwal check-up USG bulanan selalu menjadi momen yang paling mendebarkan sekaligus ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri itu. Siang ini, di ruang praktik Dokter Obgyn langganan mereka, Jake mendadak kehilangan seluruh wibawanya sebagai seorang dokter bedah. Tangan besarnya sedari tadi tak berhenti meremas tangan Y/N yang sedang berbaring di atas ranjang periksa. "Rileks sedikit, Dokter Jake. Anda yang dokter, kenapa Anda yang pucat?" lanjutan di komentar/sl #pov #au #jake #enhypen #fyp

About