@lando261020: Mùa hè bà nào da hay đổ dầu thì ở lại đây #candidskincare #hoptaccungCandid #b5cica #kemduongam #lanđỗ

Lan Đỗ
Lan Đỗ
Open In TikTok:
Region: VN
Thursday 09 April 2026 11:58:00 GMT
565002
12229
142
1449

Music

Download

Comments

danyen9x5
Phòng trần :
da nhạy cảm dùng ổn không ạ
2026-04-09 18:58:57
3
vanlamay19
Mâyy Nguyễn :
Giờ nhiều loại k biết dùng có hq ko nữa
2026-04-09 16:06:56
5
phphuong_trucquyen
quyên :
da khô xài được kh chị
2026-04-29 03:38:44
3
nh.tho2841
Như Thảo :
Mình da mụn dùng được không
2026-04-22 12:50:53
3
luluna_9985
Lulu :
Cấp ẩm ok k ạ
2026-04-23 04:25:48
2
kichi83566
kichi83566 :
Giờ tui mới thấy loại này mà lượt bán cũng oki ha
2026-04-09 16:28:55
3
phuongreview_86
Giang gia dụng :
Da khô thì dùng được không ạ
2026-04-23 03:13:03
2
mydo2600
thuý vân ✨ :
Mình mua retinol của candid xài bao thích🥺
2026-04-09 18:43:02
2
mai.trang998
Mai Trang :
mình cũng không hiểu về DHA lắm
2026-04-15 10:40:58
2
tientien_9691
Tiên Tiên :
Mình cũng thấy hãng này nhiều loại tốt
2026-04-15 06:24:43
2
taicute764
taicute :
em này được nhiều chị em tim dùng nha
2026-04-15 06:15:36
1
minhnhat05.08
Bé Mèo :
Candid này đang hot mà chỉ hơi mắc ha
2026-04-29 02:07:45
0
camtu12379
Cẩm Tú :
Da nhạy cảm dùng ổn k e
2026-04-15 10:41:50
0
baovica4
❤️ Cá Con ❤️ :
Ê hãng này dịu nhẹ mà xài siu thích nha
2026-04-23 05:34:30
0
berinacute
berinacute :
Kem dưỡng này dùng mê quá đi
2026-04-23 01:52:30
0
yun5c3
baby :
em này phục hồi rất tốt ý
2026-05-02 05:57:48
0
ngntimyhog
ngntimyhog :
Da dầu dùng ổn nha
2026-04-28 13:11:29
0
my.sunshine786
My Sunshine 🌤 :
Da tui mùa này là cứ như cái chảo dầu 😅
2026-04-15 04:11:46
0
chipiucuanahoiiiii
chip chip :
tận 800 chát quá, kh bt có nên fomo kh
2026-05-02 07:37:15
0
bi.hnh263
Thu Linh :
Sử dụng ngay đi còn chần chờ gì
2026-05-02 05:33:14
0
thu.tho7784
thu thảo :
Cực kỳ là ưng sản phẩm này luôn
2026-05-02 06:08:20
0
userad0bca1o49
Mai Linh :
Chị dùng loại này lâu chưa ạ
2026-05-02 06:55:02
0
tho.inh255
Thảo Đinh :
Em nó cấp ẩm sâu k ạ
2026-05-02 06:44:21
0
hlmlu8
Hà Lâm :
Da dầu nhưng mà kèm theo mụn thì có dùng được không
2026-05-02 05:41:13
0
.minh8874
Đỗ Minh :
tôi ấn tượng với cái lượt bán
2026-04-15 09:23:55
0
To see more videos from user @lando261020, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Wilopo Kabinet: ‘Senjalakala Demokrasi Konstitusional’ atau Tragedi Intelektual yang dikalahkan oleh Politik Praktis. Dari disertasi Herbert Feith, ‘The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia’. Indonesia tahun 50-an berada di bawah rezim Intelektual, mencerminkan profesionalitas dalam menghadapi problematika Indonesia saat itu: proses dekolonisasi, ketidakstabilan ekonomi, pemerataan daerah, dan kekacauan politik pasca-kemerdekaan akibat dikotomi ideologi “kiri” dan “kanan” yang ekstrim. Kabinet Wilopo mengelola masalah MSA atau pemberian modal asing oleh Amerika kepada negara2 berkembang dengan menggunakannya sebagai strategi pembangunan. Kebijakan Sumitro selaku Menteri Keuangan membawa kestabilan dan landasan pembangunan ekonomi jangka panjang. Di sisi lain, meskipun dgn kebijakan2 yang rasional, politik praktis mulai tampil yang didasari oleh sentimen dan agitasi massa. PKI mulai tumbuh sebagai emerging force, termasuk perlahan merangkul PNI yang merupakan partai terbesar saat itu. Keadaan politik dalam Parlemen yang makin memanas menciptakan pergeseran aliansi baru: Masjumi, PSI, dan Partai Kristen melawan PNI dan PKI.  Pergeseran aliansi besar ini membuat konflik politik makin tajam dan sulit mencapai konsensus. Nada partai PSI makin memanas. Pada 26 September, Sutan Sjahrir mengatakan: “jika parlemen sekali saja dibersihkan secara menyeluruh, akan sulit untuk membangun kembali posisinya seperti semula.”  Di lain sisi, pihak Militer merasa frustasi terhadap politik sipil yang menyebabkan kegagalan kabinet terjadi berulang-ulang. Puncaknya adalah 17 Oktober 1952, demonstrasi yang mengarahkan moncong meriam ke Istana Merdeka, menunjukkan betapa rapuhnya demokrasi di masa itu. Masalah tanah dalam Peristiwa Tanjung Morawa di Sumatera Utara, di mana terjadi bentrokan antara aparat dan petani terkait lahan perkebunan, menunjukkan betapa kompleksnya masalah distribusi kekayaan dan hak rakyat kecil yang harus ditangani pemerintah. Kabinet Wilopo sering dipandang sebagai peluang besar terakhir bagi demokrasi liberal di Indonesia untuk berhasil sebelum akhirnya perlahan-lahan bergeser ke arah yang lebih otoriter (Demokrasi Terpimpin). Daftar Nama di Video  PNI: Ir. Sukarno, Ali Sastroamidjojo, Wilopo, Mr. Sartono PSI: Sutan Sjahrir, Dr. Soemitro Djojohadikusumo, Mr. Lukman Wiriadinata, Soebadio Sastrosatomo Masjumi: Abdul Wahid Hasyim, Mohammad Sardjan ,Prawoto Mangkusasmito, Mohammad Natsir PKI: D.N Aidit, Njoto, M.H Lukman, Sudisman Military: Abdul Harris Nasution, Tahi Bonar Simatupang, S. Parman, Dr. Moestopo. Jajaran Kabinet Wilopo Prime Minister: Mr. Wilopo (P.N.I.) Deputy Prime Minister: Prawoto Mangkusasmito (Masjumi) Interior: Mr. Mohammad Roem (Masjumi) Foreign Affairs: Mukarto Notowidigdo (PNI) Defense: Sultan Hamengku Buwono IX (Independent) Justice: Mr. Lukman Wiriadinata (PSI) Information: Arnold Mononutu (P.N.L.) Finance: Dr. Sumitro Djojohadikusumo (P.S.I.) Agriculture: Mohammad Sardjan (Masjumi) Economic Affairs: Mr. Sumanang (P.N.I.) Communications: Ir. Djuanda (Independent) Public Works: Ir. Suwarto (Catholic Party) Labor: I. Tedjasukmana (Labor Party) Social Affairs: Anwar Tjokroaminoto (P.S.I.I.) Education: Dr. Bahder Djohan (Independent) Religion: Fakih Usman (Masjumi) Health: Dr. J. Leimena (Christian Party) Personal Affairs: R.P. Suroso (Parindra) #sejarahindonesia #herbertfeith
Wilopo Kabinet: ‘Senjalakala Demokrasi Konstitusional’ atau Tragedi Intelektual yang dikalahkan oleh Politik Praktis. Dari disertasi Herbert Feith, ‘The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia’. Indonesia tahun 50-an berada di bawah rezim Intelektual, mencerminkan profesionalitas dalam menghadapi problematika Indonesia saat itu: proses dekolonisasi, ketidakstabilan ekonomi, pemerataan daerah, dan kekacauan politik pasca-kemerdekaan akibat dikotomi ideologi “kiri” dan “kanan” yang ekstrim. Kabinet Wilopo mengelola masalah MSA atau pemberian modal asing oleh Amerika kepada negara2 berkembang dengan menggunakannya sebagai strategi pembangunan. Kebijakan Sumitro selaku Menteri Keuangan membawa kestabilan dan landasan pembangunan ekonomi jangka panjang. Di sisi lain, meskipun dgn kebijakan2 yang rasional, politik praktis mulai tampil yang didasari oleh sentimen dan agitasi massa. PKI mulai tumbuh sebagai emerging force, termasuk perlahan merangkul PNI yang merupakan partai terbesar saat itu. Keadaan politik dalam Parlemen yang makin memanas menciptakan pergeseran aliansi baru: Masjumi, PSI, dan Partai Kristen melawan PNI dan PKI. Pergeseran aliansi besar ini membuat konflik politik makin tajam dan sulit mencapai konsensus. Nada partai PSI makin memanas. Pada 26 September, Sutan Sjahrir mengatakan: “jika parlemen sekali saja dibersihkan secara menyeluruh, akan sulit untuk membangun kembali posisinya seperti semula.” Di lain sisi, pihak Militer merasa frustasi terhadap politik sipil yang menyebabkan kegagalan kabinet terjadi berulang-ulang. Puncaknya adalah 17 Oktober 1952, demonstrasi yang mengarahkan moncong meriam ke Istana Merdeka, menunjukkan betapa rapuhnya demokrasi di masa itu. Masalah tanah dalam Peristiwa Tanjung Morawa di Sumatera Utara, di mana terjadi bentrokan antara aparat dan petani terkait lahan perkebunan, menunjukkan betapa kompleksnya masalah distribusi kekayaan dan hak rakyat kecil yang harus ditangani pemerintah. Kabinet Wilopo sering dipandang sebagai peluang besar terakhir bagi demokrasi liberal di Indonesia untuk berhasil sebelum akhirnya perlahan-lahan bergeser ke arah yang lebih otoriter (Demokrasi Terpimpin). Daftar Nama di Video PNI: Ir. Sukarno, Ali Sastroamidjojo, Wilopo, Mr. Sartono PSI: Sutan Sjahrir, Dr. Soemitro Djojohadikusumo, Mr. Lukman Wiriadinata, Soebadio Sastrosatomo Masjumi: Abdul Wahid Hasyim, Mohammad Sardjan ,Prawoto Mangkusasmito, Mohammad Natsir PKI: D.N Aidit, Njoto, M.H Lukman, Sudisman Military: Abdul Harris Nasution, Tahi Bonar Simatupang, S. Parman, Dr. Moestopo. Jajaran Kabinet Wilopo Prime Minister: Mr. Wilopo (P.N.I.) Deputy Prime Minister: Prawoto Mangkusasmito (Masjumi) Interior: Mr. Mohammad Roem (Masjumi) Foreign Affairs: Mukarto Notowidigdo (PNI) Defense: Sultan Hamengku Buwono IX (Independent) Justice: Mr. Lukman Wiriadinata (PSI) Information: Arnold Mononutu (P.N.L.) Finance: Dr. Sumitro Djojohadikusumo (P.S.I.) Agriculture: Mohammad Sardjan (Masjumi) Economic Affairs: Mr. Sumanang (P.N.I.) Communications: Ir. Djuanda (Independent) Public Works: Ir. Suwarto (Catholic Party) Labor: I. Tedjasukmana (Labor Party) Social Affairs: Anwar Tjokroaminoto (P.S.I.I.) Education: Dr. Bahder Djohan (Independent) Religion: Fakih Usman (Masjumi) Health: Dr. J. Leimena (Christian Party) Personal Affairs: R.P. Suroso (Parindra) #sejarahindonesia #herbertfeith

About