@zheqielle: POV : Kewajibanmu sebagai dokter adalah segalanya sekarang—atau setidaknya, itulah satu-satunya peran yang diizinkan Papamu untuk kamu jalani. Beberapa hari setelah resmi bekerja di rumah sakit pusat kota, jadwalmu terasa padat dan mencekik. Kamu baru saja menyelesaikan makan siang singkat yang hambar saat seorang suster menghampirimu di koridor. "Dokter, pasien untuk jadwal jam satu sudah menunggu di dalam," ucap suster itu sambil memberikan map rekam medis. Kamu mengangguk singkat, merapikan jas putihmu yang kaku, lalu bergegas memasuki ruangan. Namun, begitu pintu terbuka, udara di dalam sana seolah mendadak hilang. Di sana, di kursi pasien, duduk Juhoon. Di sampingnya berdiri James, yang tampak sedang memberikan wejangan dengan nada protektif. "Pokoknya kalau ada masalah yang nyulitin lo akhir-akhir ini, atau kalau dada lo sesak lagi, bilang aja semuanya ke dokternya. Jangan dipendem sendiri," ucap James, tanpa menyadari siapa yang baru saja masuk. Jantungmu berdegup kencang hingga terasa menyakitkan. Tanganmu gemetar hebat di balik map medis yang kamu peluk erat. Kamu mencoba menarik napas dalam, mengingatkan dirimu sendiri bahwa kamulah yang kemarin meminta Juhoon untuk melupakan semuanya. Kamulah yang memilih jalan ini. "Selamat... siang," sapaanmu berakhir dengan nada yang sedikit bergetar, sebuah kegagalan kecil dalam usahamu bersikap profesional. Kedua pria itu langsung mendongak. Seketika, ruangan itu jatuh ke dalam keheningan yang mematikan. Juhoon terpaku, matanya yang tajam langsung mengunci wajahmu dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara rindu, benci, dan luka yang kembali menganga. Ia terdiam seribu bahasa, seolah suaranya telah terenggut paksa. Berbeda dengan Juhoon, James justru memberikan reaksi yang jauh lebih tajam. Ia menyilangkan tangan di dada, lalu menyunggingkan senyum sinis yang menusuk. "Oh, jadi ini dokternya?" celetuk James dengan nada sindiran yang kental. "Gimana, Ju? Lo beneran mau konsultasi soal kesehatan lo sama biang keroknya langsung?" James melangkah maju sedikit, matanya menatap jas doktermu dengan remeh. "Hebat ya, setelah bikin orang hampir mati berdiri di panggung, sekarang mau sok jadi pahlawan yang nyembuhin? Kocak banget dah ni takdir." Kamu hanya bisa terdiam, duduk di kursi kebesaranmu yang kini terasa seperti kursi pesakitan, sementara Juhoon tetap diam mematung, menatapmu seolah ingin menembus dinding pertahanan yang kamu bangun. Menerima setiap serangan kata-kata James sebagai hukuman yang pantas. Kamu tidak membela diri karena kamu tahu, di bawah jas putih ini, kamu memang penyebab dari kekacauan yang mereka hadapi. Dengan tangan yang masih gemetar, kamu duduk di kursi doktermu, membuka map rekam medis Juhoon tanpa berani menatap matanya. "James, tolong ceritakan kronologinya. Apa yang terjadi sebelum kalian ke sini?" James mendengus, lalu melangkah maju seolah siap menumpahkan segala kekesalannya. "Kita lagi latihan buat tur tambahan. Semuanya normal, sampai tiba-tiba Juhoon berhenti main piano di tengah lagu yang... yah, lo tahu lah, lagu yang itu. Dia mendadak pucat, napasnya pendek-pendek, dan sebelum gue sempat nangkep, dia udah tumbang, pingsan di lantai studio." James melirik Juhoon yang memalingkan wajah ke arah jendela, enggan menatapmu. "Ini bukan yang pertama, Dok. Sejak konser kemarin, dia kayak hantu. Nggak makan, nggak tidur, cuma diem di depan piano sambil megang—" "James," potong Juhoon tajam. Suaranya serak dan dingin. Namun James tidak berhenti. Ia justru menatapmu dengan sorot mata menuntut. "Dia sering ngelamun, terus tiba-tiba sesak napas kalau cium parfum yang baunya mirip sama punya lo. Dia bahkan sempat mau ngebakar semua partitur lama kita karena katanya itu cuma sampah—" "James, jangan bahas yang itu." Suara Juhoon kali ini lebih rendah, penuh penekanan yang memperingatkan. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat di atas lutut hingga buku jarinya memutih. [[💬+] #juhoon #coer #cortis #fyp

el
el
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 30 April 2026 07:46:01 GMT
119970
25031
141
647

Music

Download

Comments

ellelieel
sleep tight :
1-8 continued here...
2026-04-30 08:05:39
595
imuuft
ra :
ngelunjak ga kalo minta lanjut skrg :)
2026-04-30 07:47:46
350
sorayeah03
sᴏʀᴀʏᴀ ☆⋆ :
angin duduk..pls do ur magic buat papanya yn🙏🏻
2026-04-30 23:28:56
85
keonho_seonghyeon1
keanu :
demi apapun. . dada gue sakit bgt😭
2026-05-13 14:04:48
4
tyaaaaraa
•Tya🎀 :
Rangkaian kalimat yang begitu indah dan ringan untuk dibaca. Ceritanya rumit tapi tidak cukup sulit untuk dipahami. Kamu keren kak terus berkarya dan jadikan cerita ini Happy ending🥰
2026-04-30 14:54:17
5
ginaa_reana
. :
kak nanti kalau ke pengambilan obat di apoteker aku yaa nanti aku RESEPIN OBAT NYA BALIKAN
2026-05-01 02:22:10
13
wnniesy
pip :
sebenernya aku gasuka cerita sad begini, tapi karna tulisanmu bagus aku mau baca lohya ☺☝🏻
2026-05-01 00:09:23
9
nrlanyss_
nrl :
lanjut pwisss🥺🙏🏻
2026-05-02 09:11:18
6
nnal._
🌻🎗️ :
berkali-kali aku balik ke vt ini, buat liat ada lanjutannya atau belum.. aku bener-bener penasaran endingnya
2026-05-02 11:01:47
8
jellyeeefish
ny :
DEMII APA ADA LANJUTANNYA?!?!?!,KA I LOVE U SM❣️❣️❣️❣️
2026-04-30 09:04:29
7
prettiestgirluveeverseen
missin' :
KA LANJUT KO TELAT 😭💔
2026-05-02 02:24:06
6
.asyaa0913
A :
AAA SAD ENDING HUHUHUHHH SEDIHH..PLSS LANJUT MINN LANJUTT SEOSEN 2 PLS MINN..
2026-05-31 06:51:59
1
applepie_snct
chhhey🍒 :
Ini pertama kalinya aku nangis gara-gara POV ginii..
2026-05-04 08:36:53
4
ssamlnii
ssa :
sakit banget bacanya
2026-05-01 13:24:53
3
thipinhere
thipul :
kak mana kelanjutannya?
2026-05-03 03:34:41
2
lamenessnerd67
clozer :
lanjut kaka🤭
2026-04-30 11:47:27
2
ec1ll
aku suka roti 🍞🥖🥐🧇🥯 :
guis mana 1-4 yaa
2026-05-03 03:07:33
2
nanabonaa_
hi, thats me olifff :
happy end pliss, gamau aku nangis nangis baca giniannn🥺🥺🥺
2026-05-01 01:44:40
2
To see more videos from user @zheqielle, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About