@victorr_d78: Pov: tu tombes sur une 92i à l’auto école🚗👩🏻🧿#autoecole#92i#conduite#situation#humour

Victorr_d78
Victorr_d78
Open In TikTok:
Region: AE
Sunday 03 May 2026 11:29:10 GMT
96639
2874
22
52

Music

Download

Comments

maximefauser
maximefauser :
« C’est une boîte automatique »
2026-05-03 17:58:30
86
bylkaaa49
ℳ𝒶𝓎𝓏ℯ𝓁 :
67
2026-05-03 11:35:44
3
lorenzooooo07
L’🇮🇹 :
On aides les petits créateurs
2026-05-03 11:34:33
4
_yoyo_mts_
Dodo :
Parlons pas de permis je pense que je vais le perdre, merci de ne pas parler de sujet sensible comme ça
2026-05-06 08:55:57
2
nothingsherecc
nothingsherecc :
Très vilaine la 92i
2026-05-03 14:19:11
4
corsx001
corsxxxx :
40 min 0 like c quoi ce délire
2026-05-03 12:22:19
2
dylan.vincensini6
niette :
Mdr
2026-06-14 16:56:04
0
screentz
𝕯𝖔𝖒𝖎𝖓𝖔 ♟ :
Well elle est bonne celle là 😂😂😂
2026-05-03 11:32:30
2
laura7qq298ki
Jasminedcl 💕💋 :
Franchement ça met une pression inutile alors que t’essaies juste d’apprendre ( Story )
2026-05-03 13:04:04
4
cath53501
😟CATH❤️😭 :
hola🤣
2026-05-03 11:36:16
2
spartan_59
SparTan :
c'est une boite automatique...
2026-05-03 12:50:19
7
vieuxloup67
vieux loup :
tromper de pommeau de vitesse, c une boîte automatique , disont que moi ça lève direct en automatique et après il faut activer le levier 😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
2026-05-03 12:45:52
3
bsthymetou
bs/thymetou :
Dites moi quand sa perce
2026-05-03 11:36:33
3
tarzan8767
tarzan :
🥰🥰🥰
2026-05-03 14:31:44
2
danyteuqam
Teuqams :
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🥰🙏
2026-05-17 07:41:14
0
To see more videos from user @victorr_d78, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Lampung Geh, Bandar Lampung - Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Minggu (6/9) malam setelah aktivitas erupsi sebelumnya sempat berhenti pada dini hari. Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi terjadi pada pukul 20.23 WIB. Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau, tinggi kolom erupsi tidak teramati karena kondisi gunung tertutup kabut. Namun, erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 58 milimeter (mm) dan durasi erupsi sekitar 44 detik. Sebelumnya, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau berhenti pada Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB. Aktivitas vulkanik gunung api tersebut kemudian tetap dipantau menyusul rangkaian erupsi yang terjadi sebelumnya. Pada 5 September 2026, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau juga menghasilkan awan abu vulkanik yang berdasarkan pengamatan citra satelit, model distribusi VAAC (Volcanic Ash Advisory Center), serta peringatan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation), terpantau hingga ketinggian sekitar 50.000 kaki atau FL500. Ketinggian tersebut setara sekitar 15.200 meter di atas permukaan laut. Pada lapisan atas, sebaran abu vulkanik bergerak ke arah barat. Sementara pada lapisan tengah, awan abu terdeteksi hingga sekitar 20.000 kaki atau FL200, dengan pergerakan dari arah selatan menuju tenggara. Untuk periode 5 September 2026 pukul 08.10–14.10 UTC, abu vulkanik diprediksi bergerak dominan ke arah barat pada lapisan atas dan ke arah tenggara pada lapisan tengah. Kemudian pada periode 5 September 2026 pukul 20.10 UTC hingga 6 September 2026 pukul 02.10 UTC, awan abu diproyeksikan terus menyebar ke arah barat dan tenggara. Kondisi tersebut membuat wilayah yang berada di jalur sebaran abu mengalami paparan abu vulkanik tipis, terutama kawasan pesisir Selat Sunda, Banten dan Lampung. Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak abu vulkanik diimbau menggunakan masker, seperti masker N95 atau masker medis, serta kacamata pelindung saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III atau Siaga. Masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari Badan Geologi/PVMBG, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Cha)
Lampung Geh, Bandar Lampung - Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Minggu (6/9) malam setelah aktivitas erupsi sebelumnya sempat berhenti pada dini hari. Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi terjadi pada pukul 20.23 WIB. Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau, tinggi kolom erupsi tidak teramati karena kondisi gunung tertutup kabut. Namun, erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 58 milimeter (mm) dan durasi erupsi sekitar 44 detik. Sebelumnya, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau berhenti pada Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB. Aktivitas vulkanik gunung api tersebut kemudian tetap dipantau menyusul rangkaian erupsi yang terjadi sebelumnya. Pada 5 September 2026, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau juga menghasilkan awan abu vulkanik yang berdasarkan pengamatan citra satelit, model distribusi VAAC (Volcanic Ash Advisory Center), serta peringatan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation), terpantau hingga ketinggian sekitar 50.000 kaki atau FL500. Ketinggian tersebut setara sekitar 15.200 meter di atas permukaan laut. Pada lapisan atas, sebaran abu vulkanik bergerak ke arah barat. Sementara pada lapisan tengah, awan abu terdeteksi hingga sekitar 20.000 kaki atau FL200, dengan pergerakan dari arah selatan menuju tenggara. Untuk periode 5 September 2026 pukul 08.10–14.10 UTC, abu vulkanik diprediksi bergerak dominan ke arah barat pada lapisan atas dan ke arah tenggara pada lapisan tengah. Kemudian pada periode 5 September 2026 pukul 20.10 UTC hingga 6 September 2026 pukul 02.10 UTC, awan abu diproyeksikan terus menyebar ke arah barat dan tenggara. Kondisi tersebut membuat wilayah yang berada di jalur sebaran abu mengalami paparan abu vulkanik tipis, terutama kawasan pesisir Selat Sunda, Banten dan Lampung. Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak abu vulkanik diimbau menggunakan masker, seperti masker N95 atau masker medis, serta kacamata pelindung saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III atau Siaga. Masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari Badan Geologi/PVMBG, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Cha)

About