@retrostyle.men: El polvo, enemigo publico de lo que mas amas 💆‍♂️ #peru #retrostyle #cuero #parati #polvo

Retro Style
Retro Style
Open In TikTok:
Region: PE
Thursday 07 May 2026 06:00:26 GMT
3481
68
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @retrostyle.men, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pernah nggak sih kamu ketemu orang yang malas berusaha, lalu dengan entengnya bilang:
Pernah nggak sih kamu ketemu orang yang malas berusaha, lalu dengan entengnya bilang: "Ya mau gimana lagi, bro... emang udah takdirnya gue miskin/gagal." Atau sebaliknya, ada orang yang saking suksesnya sampai sombong dan merasa semua itu 100% karena kehebatannya sendiri, seolah Tuhan nggak punya andil. Perdebatan tentang Qadha dan Qadar (Takdir vs Pilihan Manusia) ini sudah bikin pusing kepala umat manusia selama ratusan tahun. Aliran teologi saling serang, filsuf saling berdebat. Tapi tahu nggak? Sayyidina Ali bin Abi Thalib—salah satu sahabat Nabi yang paling jenius—pernah menyelesaikan perdebatan rumit ini hanya dalam waktu kurang dari 1 menit! Bukan pakai teori yang melangit, beliau justru pakai eksperimen fisik yang sangat simpel. Eksperimen Angkat Kaki Suatu hari, seorang pria datang kepada Sayyidina Ali. Pria ini bingung mencari garis batas antara mana yang merupakan kehendak manusia dan mana yang merupakan takdir Tuhan. Ali tidak menjawabnya dengan khotbah panjang. Beliau langsung memberikan instruksi: Ali: "Coba sekarang kamu berdiri, lalu angkat satu kakimu ke atas." Pria itu langsung mengangkat kaki kanannya. Ia berdiri dengan satu kaki dengan mudah. Ali: "Bagus. Sekarang, tetap dalam posisi itu, angkat kaki yang satunya lagi!" Pria itu kebingungan dan protes: "Ya nggak bisa dong, wahai Ali! Kalau kedua kaki saya angkat sekaligus, saya pasti jatuh bebas ke tanah!" Sambil tersenyum, Sayyidina Ali memberikan sebuah kesimpulan yang merangkum seluruh hakikat takdir: "Itulah gambaran kehendakmu dan takdir Allah. Kamu memiliki pilihan dan kemampuan untuk mengangkat satu kaki. Tetapi, kamu memiliki batas di mana kamu tidak akan pernah bisa melawan hukum alam yang telah Allah tetapkan." Membongkar Arsitektur "Dua Wilayah" Lewat eksperimen sederhana ini, Sayyidina Ali mengajarkan kita bahwa kehidupan manusia itu terbagi menjadi Dua Wilayah: 1. Wilayah yang Kamu Kuasai (Area Pilihan) Ini adalah momen saat kamu mengangkat satu kaki. Kamu punya kehendak bebas (Ikhtiyar) untuk memilih: mau angkat kaki kanan atau kiri, mau belajar atau main game, mau jujur atau korupsi. Di wilayah inilah kamu punya kendali penuh, dan di wilayah inilah semua perbuatanmu akan dihitung sebagai pahala atau dosa. 2. Wilayah yang Menguasai Kamu (Area Takdir) Ini adalah momen saat kamu nggak bisa mengangkat kedua kaki sekaligus tanpa jatuh. Ada hukum gravitasi di sana. Kamu nggak bisa memilih lahir dari rahim siapa, kapan detak jantungmu berhenti, atau kapan hari kiamat tiba. Ini adalah wilayah Sunnatullah (Hukum Alam) milik Allah. Kamu tidak akan dimintai pertanggungjawaban di area ini. Ibarat "User" dan "Sistem Operasi" Biar lebih gampang dipahami anak zaman sekarang, bayangkan kita sedang main komputer. Tuhan adalah Programmer maha canggih yang menyiapkan hardware, aliran listrik, dan Sistem Operasi (OS)-nya. Sedangkan kita adalah User yang memegang mouse. Sebagai user, kita bebas mau nge-klik menu apa saja di layar (Area Pilihan). Sistem tidak akan memaksa tangan kita. Tapi, begitu kita klik tombol "Delete" pada file penting, sistem akan memprosesnya sesuai hukum kodingan yang sudah tertulis (Area Takdir). File itu terhapus bukan karena sistem jahat, tapi karena pilihan sadar kita sendiri sebagai user. Stop Menjadikan Takdir sebagai Kambing Hitam! Jadi, kalau hari ini kita gagal, miskin, atau tertinggal, jangan buru-buru menyalahkan skenario Tuhan. Evaluasi dulu: apa yang sudah kita lakukan di Area Pilihan kita? Apakah kita sudah memaksimalkan akal dan ikhtiar kita? Ingat pesan universal di dalam Al-Qur'an: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11). Tugas kita simpel: Berjuanglah sekeras-kerasnya di wilayah yang bisa kita kendalikan, dan berserah dirilah total pada hasil akhir di wilayah yang hanya Allah yang punya kuasanya. Yuk, mulai hari ini, jadilah muslim yang cerdas, berdaya, dan bertanggung jawab #EksperimenSayyidinaAli #QadhaDanQadar #AtTafkir #HakikatBerpikir #UlulAlbab

About