@dailyofrestahhh: fit check today! 🕺🏻⭐️

ℛesta
ℛesta
Open In TikTok:
Region: ID
Tuesday 12 May 2026 05:21:02 GMT
779
18
2
0

Music

Download

Comments

dailyofrestahhh
ℛesta :
spill semuanya disini 🙋🏻‍♀️
2026-05-12 05:27:35
1
To see more videos from user @dailyofrestahhh, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka (2 Juni 1897 – 21 Februari 1949) adalah seorang pahlawan nasional, pengajar, pemikir revolusioner, dan filsuf politik terkemuka asal Sumatra Barat, Indonesia. Beliau merupakan sosok di balik pemikiran besar kemerdekaan Indonesia yang bahkan menulis buku fenomenal Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia) pada tahun 1925, jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Sepanjang hidupnya, Tan Malaka menjalani perjuangan yang sangat berat dengan berpindah-pindah negara secara canggih di bawah penyamaran untuk menghindari kejaran intelijen kolonial. Melalui karya monumental lainnya seperti Madilog (Materialisme, Dialektika, Logika), beliau bertekad membangun cara berpikir kritis dan rasional bagi rakyat Indonesia agar terbebas dari belenggu dogmatisme, feodalisme, serta penjajahan asing. Mengenai kutipan pada gambar—
Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka (2 Juni 1897 – 21 Februari 1949) adalah seorang pahlawan nasional, pengajar, pemikir revolusioner, dan filsuf politik terkemuka asal Sumatra Barat, Indonesia. Beliau merupakan sosok di balik pemikiran besar kemerdekaan Indonesia yang bahkan menulis buku fenomenal Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia) pada tahun 1925, jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Sepanjang hidupnya, Tan Malaka menjalani perjuangan yang sangat berat dengan berpindah-pindah negara secara canggih di bawah penyamaran untuk menghindari kejaran intelijen kolonial. Melalui karya monumental lainnya seperti Madilog (Materialisme, Dialektika, Logika), beliau bertekad membangun cara berpikir kritis dan rasional bagi rakyat Indonesia agar terbebas dari belenggu dogmatisme, feodalisme, serta penjajahan asing. Mengenai kutipan pada gambar—"Penindasan tidak akan pernah hilang, jika rakyat masih percaya bahwa pemimpin adalah tuan, bukan pelayan"—pesan ini menyampaikan kritik fundamental terhadap mentalitas feodal dalam tatanan sosial dan politik. Tan Malaka menyoroti kekeliruan fatal ketika rakyat menempatkan pejabat atau penguasa sebagai sosok yang harus disembah, ditakuti, atau dilayani tanpa kesadaran kritis. Kutipan tersebut mengingatkan bahwa hakekat utama kepemimpinan dalam sistem demokrasi maupun tatanan masyarakat yang adil adalah pelayanan publik. Ketika rakyat terus bersikap pasif dan menganggap pemegang kekuasaan sebagai "tuan", maka celah kesewenang-wenangan dan penindasan akan selalu terbuka lebar. Kemerdekaan sejati hanya bisa terwujud jika rakyat memiliki kesadaran kritis bahwa pemimpin adalah pelayan masyarakat yang wajib dimintai pertanggungjawaban.#capcut #tanmalaka #madilog#kesadaranpublik#foryoupage

About