@raveenabaiggg_: 🙈❤️ #foryou #trending #raveenaafam #fyp #viral

𝔅𝔢𝔢 🇲🇾 🇵🇰
𝔅𝔢𝔢 🇲🇾 🇵🇰
Open In TikTok:
Region: MY
Sunday 17 May 2026 17:53:28 GMT
15417
3445
242
27

Music

Download

Comments

bee16321
Bee 🐝 ki Jan ♥️ :
2026-05-17 18:26:07
5
princehamad5238
👑**Prince*Hamad**,,👑 :
@5 سالوں سے TikTok استعمال کرتا رہا کوئی فائدہ نہیں تھا جب سے Bee کو دیکھ ہے تب سے مزا آنے لگا
2026-05-18 14:26:26
1
maaz.ullah020
TYSON 302 :
My queen 😘
2026-05-17 17:56:34
3
musawirktk26
musawir💓🌹 :
how can 😳😳😳
2026-05-17 18:00:52
1
sajidkhanking330
ŠAJID KHAN 🇹🇷 king👑 :
love you ❤️
2026-05-18 09:58:46
1
ubaidkhan3929
🇦🇪عبید صافی 🇵🇰 :
❤️❤️پ❤️❤️❤️
2026-05-18 06:45:01
2
itx_gulali33
🥀𝐏𝐑𝐈𝐍𝐂𝐄𝐒𝐒🥀 :
hyyy qurban🥺❤️
2026-05-18 03:54:44
3
rahman.bahadar7
Rahman bahadar :
❤️🌹❤️w❤️❤️🌹❤️
2026-05-19 11:16:59
1
faislkhan87
Faisal(MALIK)🦅 :
Wow
2026-05-18 05:35:12
2
atiqjanatiqjan3
Atiq jan Atiq jan :
nice 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-05-18 09:19:46
1
syed.ijaz.ul.haq09
Syed Ijaz Ul Haq :
💜💜💜Mashallah💜💜💜
2026-05-17 17:58:06
1
reem78gma2
༻' 𝑫𝒂 𝑯𝒂𝒋𝒊 𝑳𝒐𝒓 '༺ :
Qurban❤️
2026-05-17 18:18:06
2
sk302afridi
AFRIDI👊³⁰² :
👀 mashallah
2026-05-17 19:50:06
1
muhammadmustafa3456
Muhammad Mustafa :
Bishaka
2026-05-17 18:00:35
1
uklife860
🇵🇰 Salman khan uk 🇬🇧 :
Wai queen 👑🫴❤
2026-05-18 06:25:17
1
inzimamulhaq989
Mgr:INZIMAM UL HAQ :
Hyyy da cha pa naseeb ba e😥
2026-05-17 18:01:50
3
amir__khani099
𝗞𝗵𝗮𝘁𝘁𝗮𝗸🎀🙂 :
wayee
2026-05-17 18:09:36
1
302famaly11
INAM 302 :
love 😘 you
2026-05-17 17:55:24
1
rifatkhan846
🌙ℝ𝕚𝕗𝕒𝕥𝕜𝕙𝕒𝕟🌙 :
from Islamabad
2026-05-18 07:28:52
1
To see more videos from user @raveenabaiggg_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Proses pembuatan gula aren sendiri yaitu, pertama air nira yang sudah terkumpul disaring terlebih dahulu sebanyak dua kali. Hal ini dilakukan guna menghasilkan air nira yang jernih. Kedua, air nira didiamkan terlebih dahulu selama kurang lebih 12 jam atau satu malam. Setelah itu, air nira dimasak ke dalam wajan yang besar lalu diaduk kurang lebih 4-5 jam hingga air nira tersebut mengental. Ketiga, Proses yang terakhir yaitu pencetakan. Gula aren dicetak ke dalam cetakan yang terbuat dari kayu panjang yang tengahnya berlubang. Dalam waktu kurang lebih 30 menit gula arenpun langsung mengeras. Satu bungkus gula aren berisi 5 biji gula aren dijual kisaran harga Rp. 4.000,- itu pun masih aja ada yang nawar. Tapi ya tidak apa-apa, ya intinya cukup buat makan sama kebutuhan sehari-hari saja sudah Alhamdulillah,” tegas Sukeni. Kemasan gula arennya pun masih sederhana, yaitu hanya dengan plastik putih biasa lalu diikat, tanpa ada label merek produksi. Untuk Pemasaran Gula aren milik Bu Sukeni masih tersebar di wilayah Majalangu saja. Sebab, home industry yang digeluti Bu Sukeni belum memiliki Produk Industri Rumah Tangga (PIRT). Sehingga penjualannya masih sangat terbatas. Dengan demikian, Mahasiswa KKN 47 kelompok 08 melakukan sidak dalam proses pembuatan gula aren, sekaligus mendata home industry yang belum memiliki PIRT untuk didaftarkan kepada DESPERINDAGKO (Dinas Kesehatan Perindustrian Perdagang Koperasi dan UKM). Harapan ke depan dari Ibu Sukeni dan Bapak Cahyadi, melalui PIRT tersebut bisa memfollow up pemasaran gula aren yang di produksinya. Sehingga bisa menghasilkan keuntungan yang balance dari prosesnya.
Proses pembuatan gula aren sendiri yaitu, pertama air nira yang sudah terkumpul disaring terlebih dahulu sebanyak dua kali. Hal ini dilakukan guna menghasilkan air nira yang jernih. Kedua, air nira didiamkan terlebih dahulu selama kurang lebih 12 jam atau satu malam. Setelah itu, air nira dimasak ke dalam wajan yang besar lalu diaduk kurang lebih 4-5 jam hingga air nira tersebut mengental. Ketiga, Proses yang terakhir yaitu pencetakan. Gula aren dicetak ke dalam cetakan yang terbuat dari kayu panjang yang tengahnya berlubang. Dalam waktu kurang lebih 30 menit gula arenpun langsung mengeras. Satu bungkus gula aren berisi 5 biji gula aren dijual kisaran harga Rp. 4.000,- itu pun masih aja ada yang nawar. Tapi ya tidak apa-apa, ya intinya cukup buat makan sama kebutuhan sehari-hari saja sudah Alhamdulillah,” tegas Sukeni. Kemasan gula arennya pun masih sederhana, yaitu hanya dengan plastik putih biasa lalu diikat, tanpa ada label merek produksi. Untuk Pemasaran Gula aren milik Bu Sukeni masih tersebar di wilayah Majalangu saja. Sebab, home industry yang digeluti Bu Sukeni belum memiliki Produk Industri Rumah Tangga (PIRT). Sehingga penjualannya masih sangat terbatas. Dengan demikian, Mahasiswa KKN 47 kelompok 08 melakukan sidak dalam proses pembuatan gula aren, sekaligus mendata home industry yang belum memiliki PIRT untuk didaftarkan kepada DESPERINDAGKO (Dinas Kesehatan Perindustrian Perdagang Koperasi dan UKM). Harapan ke depan dari Ibu Sukeni dan Bapak Cahyadi, melalui PIRT tersebut bisa memfollow up pemasaran gula aren yang di produksinya. Sehingga bisa menghasilkan keuntungan yang balance dari prosesnya.

About