@beishooymaher:

Beishooy Maher
Beishooy Maher
Open In TikTok:
Region: EG
Wednesday 03 June 2026 10:35:02 GMT
2092
90
20
9

Music

Download

Comments

berohesham
Berohesham♥️ :
ربنا يعوضك ب الاحلا منها يارب يا حبيبي
2026-06-03 14:52:15
2
youssefmesbah
𝓨𝓸𝓾𝓼𝓼𝓮𝓯 :
ربنا يعوضك ب الاحسن انشاء الله ❤️
2026-06-03 11:27:57
1
hussamsngam
Hussam Salah :
ربنا يرزقك ب الأحسن منها يا حبيبي ❤️
2026-06-03 11:12:30
1
mohamedhattem22
Mohamed Hatem :
ربنا يرزقك ويعوضك بالاحسن منها ياحبيب قلبي ❤️
2026-06-03 12:19:13
0
nermen.nabil8
Nermen Nabil :
ربنا يفرح قلبك ويعوضك بالاحسن يارب حبيبى
2026-06-03 14:58:35
1
tomasemil
ŤǐŤô 🇸🇦|🇪🇬 :
ربنا يعوضك ب الأحسن يا رب يا حبيب قلبي❤️❤️❤️
2026-06-03 15:47:26
0
minaatef6048
tarek :
ربنا يعوضك يا حبيبى بالاحسن منها ❤️❤️❤️😘😘😘😍
2026-06-03 12:19:58
1
maiadel24_7
ميوية..🎀 :
ربنا يعوضك بالاحلي منها يارب 🤍
2026-06-04 19:29:08
1
hadeer_mohamedofficial
Hadeer Mohamed :
ربنا يعوضك بالاحسن منها يارب 🙏🏻
2026-06-07 20:31:28
1
andrewehab23
Andrew Ehab :
الايرون مان خلصت حكايتها ❤️ربنا يعوضك بالاحسن منها يا اخويا يارب ❤️❤️❤️
2026-06-03 12:07:00
1
peter_ashraf8
B O K K A🥶✨ :
فتره حلوة و خلصت ياخوياا🥹❤️ربناا يعوضك و يكرمك بالاحسن منهاا ياحبيبي❤️👬🫂
2026-06-03 11:36:06
1
kirolous.mansour
Kirolous Mansour :
ربنا يرزقك بالاحسن منها يا اخوياا♥️♥️
2026-06-03 11:13:34
1
sharl218
Sharl :
ربنا يعوضك بالأحسن يا حبيبي❤️
2026-06-03 11:02:55
1
zoooz115
زياد🐺 :
ربنا يعوض بالاحسن ان شاءالله ❤️
2026-06-03 14:06:25
1
m.hafez101
M.HAFEZ :
ربنا يعوضك بالأحسن انشاءالله ياحبيبي ♥️
2026-06-03 11:28:49
1
alyaamohamed240
, Alyaa ‘✨🪬 :
ربنا يعوضك بالاحلي منها يارب و يعوضك بكل الخير 🤍
2026-06-04 23:47:10
1
omar_tamer_101
ElPop🖤🦂 :
ربنا يعوضك ي قلب اخوك ب الاحسن منها♥️
2026-06-03 15:29:58
1
mvriio.777
mvriio.777 :
ربنا يرزقك ويعوضك بالاحسن منها يا نور عينى❤️
2026-06-03 11:04:21
1
marozahran1
Marwan Zahran❤️⭐ :
ربنا يكرمك انشاء الله يحبيبي ب الاحسن♥️
2026-06-03 17:48:05
1
.8864903
يوسف :
💔
2026-06-03 13:11:40
0
To see more videos from user @beishooymaher, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.
Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.

About