@era.barber.kz:

Ербол Меирманов
Ербол Меирманов
Open In TikTok:
Region: KZ
Friday 05 June 2026 17:53:19 GMT
154389
4240
172
271

Music

Download

Comments

yaaaaku_dza
yakudz :
э чо глаза красные
2026-06-05 19:05:04
1087
wheelmq
666yourdeath <3 :
2026-06-05 22:13:12
128
ro_snng
ростик сннг :
пошутил в новой компании:
2026-06-05 21:54:38
303
.sheker7
𝓫𝓲𝓷𝓲𝔁🧩🌠♾️ :
Шаринган
2026-06-05 21:01:36
108
ranaldo_67676
настояший раналда :
это Гуль не обращайте внимания
2026-06-06 04:23:31
58
tylerderden37
☮️Saturn☮️(Z❌) :
типо не знаем что случилось
2026-06-06 07:38:03
9
gubarev0
gubarev#DFN✌️✌️ :
да конективид у него просто
2026-06-05 21:47:50
14
virkaasw
virka💋 :
кого то он мне напоминает
2026-06-06 09:09:14
8
i_evreuu
v :
2026-06-05 21:53:17
6
yasir_tentek
𝒀𝒂𝒔𝒊𝒓 𝑻𝒆𝒏𝒕𝒆𝒌 :
is that you obito
2026-06-06 07:56:44
0
cirlim_g
(CirLim=✖️==> :
yakudz написал: э чо глаза красные
2026-06-05 22:16:29
13
lazzysk_you_know
без компьютерный король :
2026-06-06 01:05:23
7
voicesinmymind4you
^,,^ :
барбер:
2026-06-05 18:01:33
24
ahmedka_1
АБИБЕДКА :
НИФИГА В КОНЦЕ
2026-06-06 01:03:38
5
dejawukizzaru
Revillain. :
че глаза красные у тебя
2026-06-06 00:38:43
5
barashpq012
𝒃𝒆𝒌𝒛𝒉𝒂𝒏✦ :
Шикарно получилось
2026-06-05 18:00:07
13
sewrell1110
sewrell :
это ширинган
2026-06-06 09:59:27
2
sssv1488
Rodion3535 :
2026-06-06 06:54:37
2
To see more videos from user @era.barber.kz, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di negeri ini, banyak orang menjadi kaya karena jabatan. Hidup mewah setelah berkuasa. Namun Haji Agus Salim meninggalkan sesuatu yang jauh lebih berharga kehormatan. Lahir di Kota Gadang, Agam, Sumatera Barat, pada 8 Oktober 1884, Agus Salim dikenal sebagai sosok cerdas yang menguasai berbagai bahasa dunia Belanda, Inggris, Jerman, Prancis, Turki, Jepang, hingga Arab. Dunia mengenalnya sebagai diplomat ulung. (The Grand Old Man). Bangsanya mengenangnya sebagai pejuang kemerdekaan, perumus dasar negara, dan Menteri Luar Negeri. sampai ajal menjemput, ia tetap hidup di rumah kontrakan. Agus Salim mudah dikenali. Bukan karena kemewahan, melainkan karena kesederhanaannya. Saat diplomat lain mengenakan pakaian terbaik, ia datang dengan jas tua yang berkali-kali dijahit. Namun ia tetap berdiri tegak. Sebab ia tahu, kehormatan seseorang tidak terletak pada pakaiannya, melainkan pada integritasnya. Kesederhanaan itu mencapai titik paling menyayat ketika salah seorang putranya meninggal saat masih bayi. Agus Salim bahkan tidak memiliki uang untuk membeli kain kafan.Dengan hati seorang ayah yang sedang berduka, ia membungkus jasad anaknya menggunakan taplak meja dan selembar sprei. Ketika keluarga menawarkan bantuan, ia menolak dengan kalimat yang membuat hati siapa pun tercekat.
Di negeri ini, banyak orang menjadi kaya karena jabatan. Hidup mewah setelah berkuasa. Namun Haji Agus Salim meninggalkan sesuatu yang jauh lebih berharga kehormatan. Lahir di Kota Gadang, Agam, Sumatera Barat, pada 8 Oktober 1884, Agus Salim dikenal sebagai sosok cerdas yang menguasai berbagai bahasa dunia Belanda, Inggris, Jerman, Prancis, Turki, Jepang, hingga Arab. Dunia mengenalnya sebagai diplomat ulung. (The Grand Old Man). Bangsanya mengenangnya sebagai pejuang kemerdekaan, perumus dasar negara, dan Menteri Luar Negeri. sampai ajal menjemput, ia tetap hidup di rumah kontrakan. Agus Salim mudah dikenali. Bukan karena kemewahan, melainkan karena kesederhanaannya. Saat diplomat lain mengenakan pakaian terbaik, ia datang dengan jas tua yang berkali-kali dijahit. Namun ia tetap berdiri tegak. Sebab ia tahu, kehormatan seseorang tidak terletak pada pakaiannya, melainkan pada integritasnya. Kesederhanaan itu mencapai titik paling menyayat ketika salah seorang putranya meninggal saat masih bayi. Agus Salim bahkan tidak memiliki uang untuk membeli kain kafan.Dengan hati seorang ayah yang sedang berduka, ia membungkus jasad anaknya menggunakan taplak meja dan selembar sprei. Ketika keluarga menawarkan bantuan, ia menolak dengan kalimat yang membuat hati siapa pun tercekat. "Simpanlah uang itu untuk yang masih hidup dan memerlukannya. Anak saya tidak memerlukan apa-apa lagi." Bahkan setelah menjadi menteri, hidupnya tak banyak berubah. Saat hujan turun dan atap rumah kontrakanya bocor, istrinya, Zainatun Nahar, menaruh ember untuk menampung air. Anak-anak mereka membuat perahu kertas dan bermain di lantai yang basah. Tak pernah terdengar keluhan. Tak ada tuntutan. Mereka memilih bersyukur di tengah kekurangan. Pada 4 November 1954, Haji Agus Salim wafat dalam kesederhanaan. Negeri yang ia cintai lahir telah berdiri tegak. Bendera yang ia perjuangkan telah berkibar di seluruh Nusantara. la pergi tanpa sempat menikmati hidup berkecukupan. la Tidak mewariskan kekayaan. la mewariskan kejujuran, pengabdian, dan keteladanan. Seorang pahlawan yang tidak memiliki rumah. Tetapi memiliki Indonesia.

About