@belajar_bersyukur: Dulu saya gampang banget terpesona dengan seseorang berpenampilan agamis seperti ustadz, kyai atau habib. Apalagi kalau dia pandai berceramah dan paham betul soal agama Islam makin bertambah hormat saya. Kadang saat salaman saya sampai menunduk-nunduk karena takzim dan menghormati beliau sebagai orang yang berilmu tinggi. Siapapun ustadznya saya ikuti kajiannya. Itu dulu! Waktu saya masih bodoh dan mudah terhipnotis oleh penampilan kulit luar seseorang. Tapi sekarang saya mulai selektif dan pilih-pilih kalau mau ikut kajian. Bukan karena saya sudah pandai soal agama tapi saya tidak lagi melihat seorang ustadz dari tinggi ilmunya saja melainkan bagaimana dia menerapkan ilmunya. Jaman sekarang tak sulit untuk melihat keseharian seorang ustadz. Kalau sudah tidak sinkron antara perkataan dan kenyataan, ya sudah gutbay. Bukan saya malas ikut kajian tapi malas aja lihat orang pandai berkata tapi tak pandai berlaku. Jadi jangan heran ya kalau sekarang banyak orang yang mengaku paham agama tapi seperti tak beragama. Ada ustadz cabul, ustadz dukun, ustadz nipu dan entah apa lagi. Begitu mudahnya menyematkan gelar ustadz hanya dengan modal sorban dan hapal 1-2 ayat dan kita langsung terkagum-kagum. Tapi kan ustadz juga manusia? Kan bisa salah juga? Ya tentu saja karena itu manusiawi. Tapi ketika mereka sudah mengklaim dirinya sebagai ustadz, kyai atau ulama maka kewajiban mereka bukan hanya mengajak kepada kebaikan tapi juga mencontohkan. Bukankah mereka adalah warosatul anbiya? Nah, sekarang yang banyak itu cuma bisa mengajak tapi sedikit yang mencontohkan. Ustadz memang tidak harus sesempurna Nabi tapi setidaknya dia bertanggung jawab sebagai tokoh panutan umat. Kalau memang merasa tak mampu menjalankan apa yang dikatakan ya sudah jadi orang biasa saja, jangan ngaku-ngaku ustadz daripada malu-maluin Islam. Dan bagi mereka yang masih merasa dakwah di mimbar dan kelakuan sehari-hari itu 2 hal berbeda maka ingat saja ayat ini : "Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." (QS As Shaff 3).
Belajar Bersyukur
Region: ID
Friday 12 June 2026 07:59:01 GMT
Music
Download
Comments
abuya :
Sekarang mah banyak ustadz-ustadzah "JARKONI" / iso ngaJAR ora iso ngelaKONI.
apa yang di sampaikan tdk sesuai dg kehidupannya sehari hari 🙏
2026-07-15 06:49:48
10
anebro :
tuk melihat seseorang beragama itu,,lihat dgn siapa mrk berteman !! teman yg mgajak,,mngingatkan pada kebaikan akan mghasilkan ahlak yg baik,,mmiliki adab,ttpi sebaliknya bila tdk tepat dlm mncari teman,,bkn mmilih2,,ttpi itu smua bs mmpengaruhi pilihan kt dlm mnjlni hidup & kehidupan kelak !!
2026-08-03 18:06:36
1
hanahshilrga :
sy dr dulu, hampir tdk pernah bersalaman / berfoto sm Ustadz / ah saat taklim, yg ambil ilmunya, berterimakasih dgn mendoakan agar beliau diberikan keistiqamahan dlm menyampaikan ilmunya
2026-06-12 21:54:39
1
ENIN IFAH :
dan yg tidak ngomongin politik
2026-08-01 11:49:10
1
cukur ah! Barbershop :
leres pisan
2026-07-23 11:41:46
1
Lₑₙ𝑔ₛₑᵣ𝔀ₑₙ𝑔ᵢ :
kata-kata anda sangat sakti tuan sesaat lansung membuat saya terpukau
2026-06-27 13:53:15
1
@lies.1109 :
betulbetul. betul...kt.ipin upin dee🥰🥰🥰🥰
2026-06-14 01:55:35
1
user56835224753 :
sepakat👍
2026-06-14 00:57:16
1
milaarifi_ :
setuju bgt bang.. semoga qu sendiri tdk hanya bs mengajak tp bs melaksanakan hal yg lbh baik lg
2026-06-22 13:22:43
4
Ai Wulandari349 :
apalagi yang ngaku atw di sebut ustadz tapi saat ada perhelatan pilkades, pilkada dan seterusnya, dia yg di depan bagikan amplop, atw anjurkan pake amplop dah lah ..😅😅
2026-07-20 13:16:38
1
imeysurya :
setuju bgt
2026-06-13 03:30:07
1
m.nislam :
Sebenarnya mudah saja dalam menyikapinya, ingat kata-kata Ali bin Abi Thalib ; Unzhur Maa Qoola walaa tanzhur man qoola …. Jika benar ikuti meskipun yang menasihati kita bukan ustadz dan jangan ikuti yang salah meskipun yang menyampaikan itu ustadz sekalipun.
2026-07-18 04:53:43
3
Lusi Gunawan :
Bolehkan aku tau judul lagunya apa ?
2026-06-20 03:25:24
1
Atik Suryati :
Hadir kawan moga semangatt
dah Sehat sll murah rizkinya panjang umur 🤲🤲🤲
2026-06-13 04:44:51
2
koleksiwahyu :
ilmu tanpa akhlak adalah percuma
2026-07-19 00:34:57
1
puspa :
setujuuuu ijin save🙏🙏
2026-06-13 05:33:01
1
whiedwidia :
betul baanget..ijin share bang🙏
2026-06-24 12:48:20
1
mama deva :
suka dan setuju 👍🤗🙏
2026-06-13 00:34:09
1
HerasyaStore :
betul
2026-07-21 04:17:33
1
Marniati Marjohan :
berharap saya bisa mengendalikan emosi , ego dan akal sehat. karena saya bukan ustadzah, hanya lansia biasa🥰
2026-08-05 15:45:15
1
ranto gudel :
Agreee
2026-07-10 12:52:44
2
aeni30 :
tambah sedang berkendara
2026-07-31 05:42:15
1
Doa dan Harapan :
Paham belum tentu mampu..
Terkadang ada org yang mampu menahan amarah, bijak menyikapi beda pendapat dan mulia memperlakukan org lain malah tidak paham agama.
2026-07-30 13:19:52
1
marsudianto.kukuh :
Dakwah bil hal (perilaku/ akhlak) jauh lebih efektif daripada dakwah bil lisan (ucapan/ penyampaian), apalagi lewat speaker TOA masjid dengan volume tinggi tanpa mempedulikan tetangga masjid...
2026-07-26 14:12:18
1
Lilik Astuti :
sepakat
2026-06-23 16:12:21
1
To see more videos from user @belajar_bersyukur, please go to the Tikwm
homepage.