@hokkori_moments: 心に響く言葉をお届けしています。フォローして待っててね🧡 #心に響く言葉 #名言 #癒し #心に刺さる #四字熟語

ほっこりMoments
ほっこりMoments
Open In TikTok:
Region: JP
Tuesday 16 June 2026 10:52:39 GMT
151815
3547
80
438

Music

Download

Comments

user5243701085308
ふみ :
一葉来福🥰宜しくお願いします🙏🥰🥰🥰
2026-07-05 08:04:12
1
hoso0168
hoso0168 :
因果応報
2026-06-16 17:49:11
4
user8100226139454
🎨はるちゃん🎀🥩🤣 :
我道直進 なんちゃって(笑)
2026-06-18 02:16:57
1
user2730876823126
user2730876823126 :
ななころびやおきかなって思ってた
2026-06-18 11:57:56
3
user5781062739906
ロッキ-ママ :
いい言葉ですね~🥰🥰🥰
2026-06-18 02:17:10
2
user52077713425
アチ :
2026-06-17 12:15:51
2
chire908
MARUKO🚭🎄 :
勉強になりますm(_ _)mありがとうございます〜❤️❤️❤️
2026-06-16 21:38:09
2
boss.1958
Boss.1257【HAMUTSUN】 :
再投稿失礼します🫡
2026-06-17 11:29:55
1
toyochan1994
TOYO~CHAN :
行雲流水😳😳
2026-06-17 13:47:47
1
kitamurakoichijapan
北村孝一 :
良い言葉、救われます。ありがとうございます😭😊
2026-06-19 00:44:37
3
userxcl32sr79p
꧁❦♱ꫛ𐌔ᗷꪜ♱❦꧂ :
「不撓不屈」が俺の座右の銘。
2026-06-17 12:14:21
2
noname_nanashi_74
名無しさん :
焼肉定食
2026-06-17 14:21:40
1
tokboo2
tokboo2 :
ありがとうございました🙏😭🙇
2026-06-16 14:18:29
2
user58826591987146
障子に目やに :
酒池肉林
2026-06-18 13:04:28
1
motsus
もっさん :
葱塩牛舌
2026-06-16 12:06:58
2
kenchan.yokohama
ken :
政権交代
2026-06-17 22:13:15
2
shinmayumi
shinmayumi :
ありがとう😊
2026-06-17 09:47:20
2
user52077713425
アチ :
全てを筆文字にて、書き移させていただきました。🙇ありがとう御座いました。
2026-06-17 12:15:08
1
comcom224
ComCom :
前途多難の意味間違ってますよ!前途多難とはこの先に困難が待ち受けてると言う意味ですよ。
2026-06-18 04:06:23
2
kurichan21
くりちゃん :
ありがとうございます チカラに なりました🥰
2026-06-17 00:11:21
3
user4179662750812
じゅん :
牛丼大盛
2026-06-16 11:24:12
1
daikiti36
Daikiti :
勉強になります😁有り難う御座います😁
2026-06-16 12:21:20
1
poet010
诗人 :
柳暗花明…… …そして柳絮が優しく舞う ❣️
2026-07-07 00:39:21
0
user5243701085308
ふみ :
一陽来復🥰宜しくお願いします🙏
2026-07-05 08:05:48
1
user5243701085308
ふみ :
一陽来ふく
2026-07-05 08:05:14
0
To see more videos from user @hokkori_moments, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

lucu rasanya saat membaca ulang chat kita dulu. betapa mudahnya aku tersenyum dengan beberapa kata yang kamu ketik. dan betapa mudahnya aku tertawa dengan candaanmu yang aneh, setelah mengenalmu, baru aku sadari kalau bahagia merupakan perkara yang mudah. karena bahagia ada di-tangan dan kuasa kita sebagai seorang manusia. saat aku mengenang kisah kita dahulu, rasanya ada hal yang kurang sebab hadirmu samar-samar terasa. singkatnya, bila dengan memikirkannya membuatmu menitikkan air mata, maka kamu masih mencintainya dan dia masih segalanya. sayangnya semesta meminta kita untuk berpisah. dimana buku kita harus berhenti untuk di-tulis lalu di-simpan untuk selama-lamanya. kepergianmu benar-benar menyisakan lubang yang begitu dalam, yang tak akan pernah penuh walau di-isi hal sebanyak apapun. karena seribu orang datang tidak akan semeriah kehadiranmu. karena seribu orang pergi tidak akan semenyakitkan kerpergianmu. hidupku masih berputar dengan dirimu sebagai pusatnya. karena dirimu bagaikan kepingan terakhir dalam hidupku yang hilang. dan kenyataan bahwa dirimu itu tidak tergantikan dan hidup ini bukan tentang siapa yang paling cepat mencapai garis akhir, tapi tentang siapa yang paling mampu memahami arti dari setiap langkah, setiap jatuh, dan setiap luka yang tak terlihat. kita hidup dalam dunia yang sering kali terlalu ramai untuk mendengar, terlalu cepat untuk peduli, dan terlalu keras untuk memberi ruang bagi kelembutan. tapi di balik semua itu, kita tetap berialan, membawa luka yang kita bungkus dengan senyum, menahan tangis yang kita tutupi dengan tawa, dan memeluk harapan yang kadang hampir tak tersisa. kita belajar bahwa orang yang paling sering tertawa, bisa jadi menyimpan kesedihan paling dalam. kita belajar bahwa tidak semua perpisahan harus dimaknai sebagai akhir- karena bisa jadi itu adalah awal dari kedewasaan, dari kebangkitan, dari mengenal diri sendiri lebih dalam. dan seiring waktu berjalan, kita mulai memahami bahwa menerima kenyataan jauh lebih penting daripada terus menggenggam hal-hal yang tak ingin bertahan. kita mulai mengerti bahwa menjadi kuat bukan berarti tidak pernah menangis, tapi justru berani menangis..
lucu rasanya saat membaca ulang chat kita dulu. betapa mudahnya aku tersenyum dengan beberapa kata yang kamu ketik. dan betapa mudahnya aku tertawa dengan candaanmu yang aneh, setelah mengenalmu, baru aku sadari kalau bahagia merupakan perkara yang mudah. karena bahagia ada di-tangan dan kuasa kita sebagai seorang manusia. saat aku mengenang kisah kita dahulu, rasanya ada hal yang kurang sebab hadirmu samar-samar terasa. singkatnya, bila dengan memikirkannya membuatmu menitikkan air mata, maka kamu masih mencintainya dan dia masih segalanya. sayangnya semesta meminta kita untuk berpisah. dimana buku kita harus berhenti untuk di-tulis lalu di-simpan untuk selama-lamanya. kepergianmu benar-benar menyisakan lubang yang begitu dalam, yang tak akan pernah penuh walau di-isi hal sebanyak apapun. karena seribu orang datang tidak akan semeriah kehadiranmu. karena seribu orang pergi tidak akan semenyakitkan kerpergianmu. hidupku masih berputar dengan dirimu sebagai pusatnya. karena dirimu bagaikan kepingan terakhir dalam hidupku yang hilang. dan kenyataan bahwa dirimu itu tidak tergantikan dan hidup ini bukan tentang siapa yang paling cepat mencapai garis akhir, tapi tentang siapa yang paling mampu memahami arti dari setiap langkah, setiap jatuh, dan setiap luka yang tak terlihat. kita hidup dalam dunia yang sering kali terlalu ramai untuk mendengar, terlalu cepat untuk peduli, dan terlalu keras untuk memberi ruang bagi kelembutan. tapi di balik semua itu, kita tetap berialan, membawa luka yang kita bungkus dengan senyum, menahan tangis yang kita tutupi dengan tawa, dan memeluk harapan yang kadang hampir tak tersisa. kita belajar bahwa orang yang paling sering tertawa, bisa jadi menyimpan kesedihan paling dalam. kita belajar bahwa tidak semua perpisahan harus dimaknai sebagai akhir- karena bisa jadi itu adalah awal dari kedewasaan, dari kebangkitan, dari mengenal diri sendiri lebih dalam. dan seiring waktu berjalan, kita mulai memahami bahwa menerima kenyataan jauh lebih penting daripada terus menggenggam hal-hal yang tak ingin bertahan. kita mulai mengerti bahwa menjadi kuat bukan berarti tidak pernah menangis, tapi justru berani menangis..

About