@cosette.nelson: work from home ditl 🤍

Cosette Nelson
Cosette Nelson
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 18 June 2026 20:01:02 GMT
28473
3319
28
10

Music

Download

Comments

sansasnarks
SansaSnarks :
ITS NICE TO LOOK PRETTY SOMETIMES
2026-06-18 20:06:06
56
tina23hess
Tina Hess :
I love your name. I’m obsessed with Les Miserables.
2026-06-24 00:11:38
1
thecaffeinatedagteacher
thecaffeinatedagteacher :
Ooo what lipstick you using? That’s a pretty shade
2026-06-19 02:33:10
4
its_rosa_reading
Rosa H. :
Not me recognizing the coffee shop immediately from the floor and the tables 😅😅 hope to see you there sometime!
2026-06-24 05:04:56
1
nylsxia
aislyn :
i got lip blushing done a 4-5 years ago. i wanna say it’s fully faded now, never got a touch up. didn’t turn any weird color. it’s definitely odd the first week or two because your lips are HUGE and dark but once they heal it looks so good
2026-06-20 12:41:47
4
mammaduffy
Ciara :
What do you do for work??
2026-06-20 19:49:36
1
chantlycaree
Chantly Caree :
I love phooooooooo my fav food ever
2026-06-20 02:18:00
1
rosepierce1_10_15
✨Rose Pierce✨ :
I loveeee iced chai lattes
2026-06-20 02:01:05
1
fancybutwoodsy
fancybutwoodsy :
Love his shirt! Go Pack!
2026-06-18 20:40:59
1
_keepingupwkim
Keepingupwith | Kim 𐙚 :
The fit and vibes! 🔥 😍😍
2026-06-18 21:16:29
0
girl4_ever4
🎀♡︎𝑨𝒏𝒅𝒓𝒆𝒂♡︎🎀 :
hey diva❤️❤️
2026-06-18 20:45:24
0
singmetosleep17
Shania Marie :
What lipstick color did you use ?
2026-06-18 21:04:33
0
phenomenail.kam
Phenomenail.Kam | UT Cosmo♡ :
I have a client who has gotten lip blushing and loves it! It doesn’t fade like micro-blading or eyebrow tattoos. I’m honestly tempted to get it done myself too🙈
2026-06-19 01:41:38
1
rockyhorrorbtch
rockyhorrorbtch :
Yaaas
2026-06-18 20:17:19
0
gretanessinpages
Gréta | 📚 booktok :
Fun fact about your car door… guess who I broke my finger as a child 😳😅
2026-06-19 01:56:33
0
To see more videos from user @cosette.nelson, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pov: Semenjak malam terbongkarnya sebuah kebohongan dan lahir kebohongan lain membuatmu hidup didampingi gelisah akut. Akan tetapi lelaki itu...Jake, terlalu tenang seolah ia terbiasa dengan semua ini.  Suatu malam kamu berjalan cepat menuju ruang kerja Jake. Tanpa ketukan, tanpa permisi kamu melengos masuk begitu saja. Lelaki itu duduk santai sambil membaca koran, kacamata melekat di hidungnya yang tajam tanpa melirikmu. “Katakan padaku, Jake. Apakah Sandra mengandung anakmu?” napasmu memburu, mata merah karena ini bukan hanya soal perselingkuhan. Ini juga harga dirimu yang diinjak-injak. Jake menghela napas kasar, koran ia letakkan pelan tapi tegas ke atas meja lalu mengangkat matanya. “Ya.” Satu kata singkat namun mematahkan hatimu. Sekarang kebohongan berubah jauh lebih besar dimana keluarganya ikut terlibat dalam drama ini. “Tapi kamu tenang saja. Semua orang akan berpikir itu anak kita.” “Bagaimana mungkin—” “Semuanya mungkin jika kamu menjalankan peranmu dengan baik, Athlana. Ah ralat, maksudku...Y/N,” hardiknya penuh tekanan. Getar di bibirmu adalah amarah yang enggan tumpah. Matamu memerah, satu tetes air mata lolos sebagai gantinya. Jake mendengkus lalu berdiri, langkahnya melewatimu namun terhenti di ambang pintu. “Kuharap kau tak ceroboh kali ini,” lirihnya tajam sebelum menghilang. Setiap hari Sandra hadir di rumah dengan alasan ingin mengunjungimu karena bosan. Kamu tak pernah menatapnya sebagai adik ipar lagi—melainkan sebagai orang yang ikut andil dalam kebohongan besar ini. “Sebaiknya kamu berada di rumahmu, tidak baik jika sedang hamil selalu mondar-mandir,” katamu penuh sindiran. Wanita itu menyeringai sebelum menjawab, “Kalau begitu aku harus pindah ke sini.” Kalimatnya seperti menyalakan bara di atas kepalamu. Satu lirikan tajam darimu malah membuatnya tertawa. “Nasibmu berada dalam genggamanku, Athlana...” “Dan nasibmu juga berada dalam genggamanku, Sandra. Jangan berpikir kau paling bersih di sini,” balasmu sehingga senyuman di wajah wanita itu lenyap. Sandra bangkit dari sofa, berjalan keluar meninggalkanmu yang tengah mati-matian menahan sesak di dada. Ibu Jake juga selalu datang untuk menemuimu. Terkadang membawa cemilan, buah-buahan, bahkan vitamin agar menantunya tetap sehat bugar. Sudah dua bulan semenjak kebohongan baru tercipta, kamu mencoba sekuat tenaga untuk tetap melanjutkan apa yang sudah terjadi. Di suatu siang yang cerah, meja makan itu penuh canda tawa di atas kebohongan. “Ibu tidak bisa membayangkan anak kecil berlari-lari di tengah rumah...” celetuk ibu Jake. Kamu melirik lelaki itu, dia membalas dengan tawa kecil. Lalu tiba-tiba ada rasa aneh dalam perutmu. Mual. Dengan cepat kamu berlari menuju kamar mandi. Ibu Jake terlihat khawatir, “Astaga sayangku...hamil muda memang rawan mual.” Jake berdehem, bangkit dari kursinya. “Aku akan menyusulnya.” “Iya, Nak... tenangkan istrimu.” Di kamar mandi kamu berdiri di depan wastafel, membasuh mulut. Kepalamu terasa lebih berat dari biasanya. Pintu terbuka, kening Jake berkerut wajahnya antara terpukau dan bingung dengan kejadian barusan. “Aktingmu sungguh mengesankan,” katanya pelan di ambang pintu. Kamu melemparkan tatapan tajam, mengusap kasar bibir dengan punggung tangan. “Aku sedang tidak berakting.” Rahang Jake mengeras. Tanpa berpikir panjang ia masuk ke dalam kamar mandi, membuka laci kecil di bawah wastafel dan mengeluarkan testpack. “Coba sekarang juga.” “Kau gila?!” bentakmu. Akan tetapi Jake terus memaksa. “Apa ada kebohongan lain yang belum kuketahui, Y/N?” Langkahmu menjauh, menunduk sejenak lalu terangkat menatap Jake lekat. “Apa kau lupa kalau selama ini aku memulai dengan kebohongan?” Wajah Jake menjadi lebih tajam, dia meraih lenganmu kemudian menarik agar lebih dekat. “Langsung intinya,” desaknya. Kamu menghela napas panjang. “Ya, aku memang hamil. Dua bulan... dan hasil lab itu hanyalah rekayasa, Jake. Karena pada awal pernikahan, aku tak berencana untuk mengandung anakmu.” ( Lanjut di komentar ) #pov #jake #enhypen #fyp
Pov: Semenjak malam terbongkarnya sebuah kebohongan dan lahir kebohongan lain membuatmu hidup didampingi gelisah akut. Akan tetapi lelaki itu...Jake, terlalu tenang seolah ia terbiasa dengan semua ini. Suatu malam kamu berjalan cepat menuju ruang kerja Jake. Tanpa ketukan, tanpa permisi kamu melengos masuk begitu saja. Lelaki itu duduk santai sambil membaca koran, kacamata melekat di hidungnya yang tajam tanpa melirikmu. “Katakan padaku, Jake. Apakah Sandra mengandung anakmu?” napasmu memburu, mata merah karena ini bukan hanya soal perselingkuhan. Ini juga harga dirimu yang diinjak-injak. Jake menghela napas kasar, koran ia letakkan pelan tapi tegas ke atas meja lalu mengangkat matanya. “Ya.” Satu kata singkat namun mematahkan hatimu. Sekarang kebohongan berubah jauh lebih besar dimana keluarganya ikut terlibat dalam drama ini. “Tapi kamu tenang saja. Semua orang akan berpikir itu anak kita.” “Bagaimana mungkin—” “Semuanya mungkin jika kamu menjalankan peranmu dengan baik, Athlana. Ah ralat, maksudku...Y/N,” hardiknya penuh tekanan. Getar di bibirmu adalah amarah yang enggan tumpah. Matamu memerah, satu tetes air mata lolos sebagai gantinya. Jake mendengkus lalu berdiri, langkahnya melewatimu namun terhenti di ambang pintu. “Kuharap kau tak ceroboh kali ini,” lirihnya tajam sebelum menghilang. Setiap hari Sandra hadir di rumah dengan alasan ingin mengunjungimu karena bosan. Kamu tak pernah menatapnya sebagai adik ipar lagi—melainkan sebagai orang yang ikut andil dalam kebohongan besar ini. “Sebaiknya kamu berada di rumahmu, tidak baik jika sedang hamil selalu mondar-mandir,” katamu penuh sindiran. Wanita itu menyeringai sebelum menjawab, “Kalau begitu aku harus pindah ke sini.” Kalimatnya seperti menyalakan bara di atas kepalamu. Satu lirikan tajam darimu malah membuatnya tertawa. “Nasibmu berada dalam genggamanku, Athlana...” “Dan nasibmu juga berada dalam genggamanku, Sandra. Jangan berpikir kau paling bersih di sini,” balasmu sehingga senyuman di wajah wanita itu lenyap. Sandra bangkit dari sofa, berjalan keluar meninggalkanmu yang tengah mati-matian menahan sesak di dada. Ibu Jake juga selalu datang untuk menemuimu. Terkadang membawa cemilan, buah-buahan, bahkan vitamin agar menantunya tetap sehat bugar. Sudah dua bulan semenjak kebohongan baru tercipta, kamu mencoba sekuat tenaga untuk tetap melanjutkan apa yang sudah terjadi. Di suatu siang yang cerah, meja makan itu penuh canda tawa di atas kebohongan. “Ibu tidak bisa membayangkan anak kecil berlari-lari di tengah rumah...” celetuk ibu Jake. Kamu melirik lelaki itu, dia membalas dengan tawa kecil. Lalu tiba-tiba ada rasa aneh dalam perutmu. Mual. Dengan cepat kamu berlari menuju kamar mandi. Ibu Jake terlihat khawatir, “Astaga sayangku...hamil muda memang rawan mual.” Jake berdehem, bangkit dari kursinya. “Aku akan menyusulnya.” “Iya, Nak... tenangkan istrimu.” Di kamar mandi kamu berdiri di depan wastafel, membasuh mulut. Kepalamu terasa lebih berat dari biasanya. Pintu terbuka, kening Jake berkerut wajahnya antara terpukau dan bingung dengan kejadian barusan. “Aktingmu sungguh mengesankan,” katanya pelan di ambang pintu. Kamu melemparkan tatapan tajam, mengusap kasar bibir dengan punggung tangan. “Aku sedang tidak berakting.” Rahang Jake mengeras. Tanpa berpikir panjang ia masuk ke dalam kamar mandi, membuka laci kecil di bawah wastafel dan mengeluarkan testpack. “Coba sekarang juga.” “Kau gila?!” bentakmu. Akan tetapi Jake terus memaksa. “Apa ada kebohongan lain yang belum kuketahui, Y/N?” Langkahmu menjauh, menunduk sejenak lalu terangkat menatap Jake lekat. “Apa kau lupa kalau selama ini aku memulai dengan kebohongan?” Wajah Jake menjadi lebih tajam, dia meraih lenganmu kemudian menarik agar lebih dekat. “Langsung intinya,” desaknya. Kamu menghela napas panjang. “Ya, aku memang hamil. Dua bulan... dan hasil lab itu hanyalah rekayasa, Jake. Karena pada awal pernikahan, aku tak berencana untuk mengandung anakmu.” ( Lanjut di komentar ) #pov #jake #enhypen #fyp

About